HaiBunda

PARENTING

Waspada! Perubahan Iklim Bisa Ancam Kesehatan Anak di Masa Depan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 28 Nov 2019 16:25 WIB
Ilustrasi anak mengenakan masker/ Foto: iStock
Jakarta - Perubahan iklim yang tidak menentu bisa menjadi sumber masalah kesehatan. Salah satu yang terdampak adalah anak-anak.

Menurut laporan terbaru di jurnal medis The Lancet, perubahan iklim telah merusak kesehatan anak-anak di seluruh dunia. Dampaknya bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius sepanjang hidup mereka.


Para ilmuwan dan pakar kesehatan dari 35 lembaga akademik dan lembaga PBB mengatakan bahwa anak-anak akan mengalami peningkatan penyakit menular, gizi buruk, dan polusi udara jika pemanasan global terus berlanjut. Seorang anak yang lahir hari ini akan hidup di suhu 4 derajat celsius saat berusia 71 tahun.


"Anak-anak sangat rentan terhadap risiko kesehatan dari perubahan iklim," kata Nick Watts, direktur eksekutif The Lancet Countdown, dikutip dari CNBC.

"Tubuh dan sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang, membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit dan polutan lingkungan," sambungnya.

Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, atmosfer akan memanas 1,5 derajat celsius dalam kurun waktu sekitar 20 tahun. Menurut laporan ilmiah PBB tentang perubahan iklim, pemanasan yang dimulai pada suhu 2 derajat celsius dapat memicu krisis pangan internasional di tahun-tahun mendatang.

"Tanpa tindakan segera dari semua negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, kesejahteraan dan harapan hidup karena perubahan iklim akan menentukan kesehatan seluruh generasi," kata Watts.

Ilustrasi anak sakit/ Foto: iStock

Anak-anak lebih rentan terhadap penyakit menular, diperburuk oleh kenaikan suhu dan perubahan pola curah hujan. Sebagai contoh, perubahan iklim menyebabkan penyebaran demam berdarah, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Mengutip The New York Times, Dr.Renee N. Salas, instruktur klinis kedokteran darurat di Harvard Medical School mengatakan, seorang anak yang lahir hari ini akan menghadapi masalah kesehatan di masa depan. Sebab, kehidupan mereka dipengaruhi oleh dunia yang semakin panas.

"Perubahan iklim dan polusi udara dari bahan bakar fosil bisa mengancam kesehatan anak mulai dari rahim ibu. Semuanya menumpuk dari sana," katanya.

Perubahan iklim yang tak menentu paling tidak bisa kita atasi sebagai upaya mencegah sakit. Salah satunya dengan menjaga daya tahan tubuh dan menjauhkan anak dari faktor yang bisa bikin sakit.

Kata dr.Caessar Pronocitro MSc, SpA dari RSPI Bintaro, cara supaya anak enggak gampang sakit ketika musim pancaroba, yaitu dengan memenuhi kebutuhan makan anak dengan asupan bergizi seimbang. Khususnya asupan kaya vitamin dan mineral seperti buah-buahan.

Nah, jika di sekitar anak ada yang sakit, sebisa mungkin anak jangan dekat-dekat. Dikhawatirkan, si kecil tertular virus atau bakteri penyebab penyakit.

"Lalu hindari paparan zat iritatif kayak debu, polusi, asap rokok, perubahan suhu terlalu cepat dari suhu yang terlalu tinggi ke panas, terus hujan-hujanan. Nah, kalau mandi sebaiknya pakai air yang hangat-hangat kuku untuk menjaga anak enggak gampang sakit," ujar Caessar.

Foto: InsertLive

Bunda, simak juga cara tepat menangani anak demam di video berikut:

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kenali 8 Ciri Orang dengan IQ Rendah saat Berinteraksi Sosial

Mom's Life Tim HaiBunda

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi Dilihat dari Cara Balas Chat

Mom's Life Azhar Hanifah

Keren! Siswa-Siswa SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Luncurkan Buku Antologi Cerpen & Komik

Parenting Dilla Atqia Rahmah

Kisah Nyata di Balik Lagu Viral TikTok 'Stop The Wedding', Terinspirasi dari Kehidupan Sang Penyanyi

Mom's Life Amira Salsabila

Sering Alami Nyeri Haid Hebat? Kenali Tanda Endometriosis yang Bisa Ganggu Kesuburan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kenali 8 Ciri Orang dengan IQ Rendah saat Berinteraksi Sosial

Keren! Siswa-Siswa SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Luncurkan Buku Antologi Cerpen & Komik

Sering Alami Nyeri Haid Hebat? Kenali Tanda Endometriosis yang Bisa Ganggu Kesuburan

Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Jangan Asal Diberi Sebelum Cukup Usia

Ramai Sepekan: Tasya Farasya Renovasi Rumah Sampai Bumil Ikut JRF 2026

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK