sign up SIGN UP search


parenting

Cara Mendidik Anak ala Konglomerat Ciputra yang Ternyata Keliru

Siti Hafadzoh Selasa, 11 Aug 2020 18:25 WIB
Dulu Ciputra adalah sosok ayah yang keras dalam mendidik anak-anaknya. Tapi, suatu kejadian membuatnya sadar untuk tidak boleh sekeras itu pada anak-anaknya. caption
Jakarta -

Seorang pengusaha sukses seperti mendiang Ciputra ternyata tidak memanjakan anak-anaknya. Ciputra mengajarkan anak-anaknya tentang perjuangan dari titik nol.

Anak sulung Ciputra, Rina Ciputra lebih dulu bergabung dengan perusahaan milik ayahnya, PT Citra Habitat Indonesia (CHI). Sedangkan, adik-adiknya (Junita, Candram dan Cakra) masih kuliah di Amerika Serikat.

Ciputra mendidik anak-anaknya dengan sangat keras. Hingga suatu hari, ketika ia berlibur di San Fransisco, tempat anak-anaknya kuliah, ia menemukan sebuah kenyataan. Kenyataan yang akhirnya mengubah cara Ciputra mendidik anak-anaknya.

Selama kuliah di Amerika, Junita dan adik-adiknya tidak pernah rileks. Hal ini tentu mengganggu aktivitas kuliah mereka. Untuk mengatasi hal ini, Junita dan adik-adiknya pun mendatangi psikolog bernama Mrs. Frances. Psikolog itu membantu membebaskan tekanan pada diri mereka dengan terapi bernama primal scream.

Anak-anak Ciputra tidak memberi tahu penyebab mereka tertekan. Ciputra pun mendatangi psikolog tersebut untuk menanyakan penyebab anak-anaknya tertekan. Jawaban Mrs Frances menjelaskan sesuatu yang sama sekali tidak ia duga.

"Mr. Ciputra, anak-anak Anda memang menderita perasaan cemas luar biasa. Itu kemudian berdampak pada sikap mereka. Dalam hal apa pun mereka selalu merasa tegang dan takut membuat kesalahan. Mereka bercerita pada saya bahwa cara didik anda terlalu keras pada mereka. Mereka sering gugup dan amat takut dimarahi anda," kata Ciputra menuturkan Mrs Frances dikutip dari detikcom.

Cara Mendidik Anak ala Konglomerat Ciputra yang Ternyata KeliruAnak-anak mendiang Ciputra/ Foto: Achmad Dwi Afriyadi


Bahkan, Junita dan adik-adiknya mengatakan kepada psikolog itu bahwa mereka tidak mau kembali ke Indonesia untuk meneruskan perusahaan keluarga. Mereka takut membuat kesalahan.

Ia pun akhirnya berusaha mencari tahu apa yang keliru dari dirinya sehingga membuat anak-anak menjadi ketakutan. Konglomerat ini menjalani sesi konsultasi dengan Mrs France. Bagi Ciputra, hubungan ia dan anak-anaknya adalah hal yang sangat penting.

"Bagaimana pun relasi saya dengan anak-anak adalah sesuatu yang mahapenting. Saya tak mau kehilangan mereka. Bahwa mereka tak mau kembali ke Indonesia karena takut pada saya, itu adalah realitas yang sungguh menampar batin," katanya.

Ternyata, anak-anaknya tertekan karena cara didik Ciputra yang keras dan menuntut kesempurnaan. Ia melihat begitu banyak kesalahan dalam mendidik anak. Ciputra berjanji, akan mengubah cara didiknya.

"Jika saya kembali ke masa itu, ingin saya revisi sikap saya. Ingin saya peluk anak-anak berlama-lama dan mengatakan bahwa sebetulnya saya sangat mencintai mereka. Bahwa saya bekerja membanting tulang karena dorongan cita-cita yang besar, demi kebaikan mereka juga. Saya tak ingin anak-anak sengsara seperti saya di masa kecil," ungkapnya.

Ketika Ciputra meninggal dunia, Rina mengatakan bahwa sang ayah dikenal sebagai sosok pekerja keras dan sederhana. Ia selalu menekankan kejujuran kepada keluarganya.

"Almarhum selalu menekankan kepada keluarganya untuk mengutamakan kejujuran dan integritas yang kemudian diterapkan dalam menjalankan bisnis Grup Ciputra, yakni berdasarkan tiga pilar filosofi yaitu Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurship," kata Rina dikutip dari CNBC Indonesia.

Bunda, simak cara mendidik anak supaya kreatif berikut ini ya:


[Gambas:Video Haibunda]

(sih/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi