sign up SIGN UP search


parenting

Warisan Besar Ciputra, Disiplin Didik Anak agar Tak Bertengkar Soal Harta

Ratih Wulan Pinandu Rabu, 11 Dec 2019 12:45 WIB
Ciputra menjalani masa kecilnya dengan keras. Hidup miskin, cari makan sendiri hingga dipukuli. caption
Jakarta - Siapa yang tak tahu Ciputra? Konglomerat yang mengembuskan napas terakhir pada 27 November 2019 ini meninggalkan warisan cerita yang tak ada habisnya untuk dikenang.

Ciputra terlahir pada 24 Agustus 1931 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sebelum menjadi pengusaha sukses, Ciputra mengakui kehidupan masa kecilnya sangat susah, Bunda.


Dalam buku autobiografi Ciputra The Entrepreneur, The Passion of My Life karya Alberthiene Endah, ayah empat anak ini bercerita kalau alam kemiskinan telah mendidiknya dengan telak.


"Kerasnya cara alam membentuk mental saya dengan luar biasa. Waktu kecil saya ditempeleng dan dipukul. Cari makan sendiri," terang Ciputra.

Rupanya, didikan yang keras membuat Ciputra memiliki gaya parenting tersendiri dalam membesarkan anak-anaknya. Dia tak mau sembarangan memanjakan anak dengan fasilitas berlimpah.

Warisan Besar Ciputra, Disiplin Didik Anak agar Tak Bertengkar Soal HartaGaya parenting Ciputra/Foto: Anisa Indraini

Ciputra mengaku hanya tertawa saat ada kabar mengatakan, kalau dirinya tak mau memberikan rumah dan mobil saat ana-anaknya menikah. Dia membenarkan hal itu. Menyandang gelar konglomerat di Indonesia, rupanya Ciputra lebih berkenan memberikan anak-anaknya proyek yang dananya diperoleh dari utang.

"Saya tertawa mendengar ini. Memang benar adanya, karena itu akan menstimulasi anak saya untuk berjuang dan kemudian mereka akan bercahaya atas usahanya sendiri. Cinta saya untuk anak-anak saya berikan dalam bentuk latihan yang menguatkan. Bukan melemahkan," terang Ciputra.

Kilas balik perjuangannya membangun an membesarkan Ciputra Group, yang dimulai dari bawah. Kala itu, pejuang awal berdirinya Ciputra Group berawal dari sekumpulan anak-anak muda sederhana yang hanya berbekal tekad.

Mereka bermarkas di rumah contoh yang mungil, dengan sekat-sekat. Hingga kemudian bisnis mereka terus tumbuh di penghujung dasawarsa 70-an.

"Saya amat bersemangat bercerita tentang ini karena di fase inilah saya melakukan sesuatu yang menyertakan emosi saya lebih banyak. Karena yang saya pimpin adalah anak-anak saya sendiri, dan sejumlah anak muda yang usianya sama dengan anak saya."

Lebih lanjut, dia mengatakan jika Ciputra Group merupakan caranya mengajari anak-anaknya tentang nilai perjuangan. Keempat anaknya tak boleh bangga hanya karena mereka terlahir di keluarga Ciputra.

Mereka harus bangga karena sukses atas keberhasilannya sendiri. Meski mereka lahir dalam rumah yang bagus dan berlimpah makanan, harus tetap berjuang keras menjalani hidup.

Baginya, kenyamanan itu menjadi mata peluru yang berbahaya bagi anak-anaknya. Ciputra mengatakan itu berbahaya karena banyak melihat orang menjadi lemah karena dampak kenyamanan berlebihan.

"Mereka harus paham walau ayahnya pebisnis sukses bernama Ciputra,hidup tetaplah keras. Saya ulangi, hidup tetaplah keras," imbuhnya.

Ciputra bersikeras mendidik anak-anaknya secara disiplin. Dia menegaskan kalau dalam hidup tak pernah ada yang bisa ditebak. Baginya, dunia tak akan berhenti menyodorkan cobaan. Hanya orang yang bermental kuat yang mampu bertahan.

Selama hidupnya, Ciputra ingin mendidik anak-anaknya menjadi manusia pejuang yang tak menyukai perpecahan dengan saudara. Ciputra menekankan kepada anak-anaknya untuk menjadi manusia yang adil dan menciptakan berbagai tujuan baik dalam hidup.

"Banyak kasus pengusaha tua wafat dan anak-anaknya berkelahi. Pengusaha yang tak pernah mengajari anak-anak mereka tentang persatuan dan kebersamaan dalam berjuang. Saya pasti tak bisa berbuat sesuatu kalau saya wafat dan anak-anaknya berkelahi. Saya berharap anak-anak saya selalu bisa merangkul dan bersatu dalam melakukan usaha dan kehidupan bersaudara."


Itu sebabnya, Bunda, Ciputra memilih untuk membentuk sekolah kehidupan untuk anak-anaknya sendiri. Dimana harapannya, Ciputra ingin keturunannya bisa melanjutkan membangun perusahaan yang sehat.

Bunda, simak deh video di bawah ini mengenai kebiasaan ayah yang suka mengubah kebiasaan disiplin anak-anak.

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi