sign up SIGN UP search


parenting

Kaleidoskop: 5 Film Keluarga Indonesia Terfavorit di Tahun 2019

Siti Hafadzoh Jumat, 27 Dec 2019 18:20 WIB
Liburan bisa diisi dengan berbagai kegiatan, misalnya nonton film. Di tahun 2019, ada beberapa film yang cocok ditonton bareng keluarga, Bun. Apa saja filmnya? caption
Jakarta - Nonton film adalah salah satu pilihan untuk mengisi liburan. Apalagi, jika anak-anak hanya di rumah pada liburan kali ini.

Nonton film enggak cuma untuk mencari hiburan. Lewat film keluarga, ada beberapa nilai yang bisa anak pelajari. Ada beberapa film keluarga menarik yang rilis di tahun 2019.


Film keluarga apa saja yang sudah rilis tahun ini? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 film keluarga yang rilis di tahun 2019.


1. Keluarga Cemara

Film Keluarga Cemara diadaptasi dari serial dengan judul yang sama di tahun 90-an. Film ini diperankankan oleh Widuri Putri Sasono sebagai Ara, Nirina Zubir sebagai Emak, Ringgo Agus sebagai Abah, dan Adhisty Zara sebagai Euis.

Keluarga Cemara bercerita tentang keluarga Abah yang terpaksa pindah ke rumah warisan di kampung. Mereka harus pindah karena rumahnya di kota disita untuk melunasi utang.

Abah mengajak istri dan anak-anaknya untuk pindah ke desa terpencil di daerah Jawa Barat. Di sana, mereka terpaksa harus berusaha bertahan hidup.

Film ini sangat cocok ditonton bersama keluarga. Keluarga Cemara memperlihatkan bagaimana sisi orang tua dan anak ketika menghadapi kesulitan.

2. Dua Garis Biru

Dua Garis Biru bercerita tentang dua remaja yang bernama Bima (Angga Aldi Yunanda) dan Dara (Adhisty Zara). Mereka masih duduk di bangku SMA dan saling menyukai.

Awalnya, saling suka kemudian berpacaran. Sayangnya, mereka melampaui batas. Beberapa waktu berlalu, diketahui Dara hamil. Bima harus bertanggung jawab atas kehamilan kekasihnya itu.

Orang tua mereka bertemu untuk membicarakan hal ini. Bima harus bekerja untuk menghidupi Dara.

Dua Garis Biru memberikan edukasi seks pada remaja, yaitu bagaimana mereka harus menjaga batas. Film ini juga menyadarkan para orang tua tentang pentingnya memberi penjelasan mengenai risiko seks.

Selain itu, Film Dua Garis Biru bagus untuk mengedukasi bahaya seks bebas pada remaja. Serta menyadarkan dampaknya bagi kehidupan keluarga mereka.

Kaleidoskop: 5 Film Keluarga Indonesia Terfavorit di Tahun 2019Film Dua Garis Biru/ Foto: imdb
3. Koki-koki Cilik 2

Cooking Camp kembali dibuka ketika liburan. Enam anak, yaitu Bima, Alfa, Kevin, Niki, Mely, dan Key berniat reuni di camp tersebut. Tapi, mereka malah mendapati cooking camp telah tutup.

Ini akibat ucapan Evan, chef terkenal yang meragukan kemampuan Grant untuk mengajar di camp. Akhirnya, keenam anak itu menghibur Grant supaya mau membuka camp lagi.

Mereka mengumpulkan modal dengan cara berjualan makanan di food truck. Konflik bermunculan ketika mereka mulai berjualan. Mereka harus bekerja keras untuk mempertahankan Cooking Camp.

Cooking Camp mengajarkan anak tentang nilai-nilai yang positif. Misalnya, kerja sama dan berusaha untuk mendapatkan yang diinginkan.

4. Doremi & You

Film yang dibintangi oleh penyanyi remaja Naura ini bercerita tentang kehidupan sekelompok remaja. Putri, Imung, dan Markus tidak sengaja menghilangkan uang ekstrakurikuler paduan suara.

Mereka berusaha mengganti uang tersebut dengan mengikuti kompetisi Doremi & You. Tapi, perjalanan mereka menjadi berat ketika asisten pelatih paduan suara menjadi saingan mereka.

Film keluarga yang satu ini memberikan nilai tanggung jawab dan kerja keras. Selain itu, anak juga bisa belajar mengenai persahabatan lewat film Doremi & You.

5. Imperfect

Berbeda dengan film sebelumnya yang membahas kisah remaja dan anak-anak. Film Imperfect justru membahas tentang body shaming yang mungkin akan ditemui anak-anak di masa remaja.

Rara (Jessica Mila) memiliki badan yang gemuk dan kulit gelap. Sedangkan, sang ibu, Debby (Karina Suwandi) dan adiknya Lulu (Yasmin Napper) memiliki tubuh yang langsing dan wajah cantik.


Beruntungnya, Rara memiliki kekasih yang mencintai dia apa adanya. Tapi, Rara mau tidak mau mengubah penampilannya karena sebuah tuntutan.

Bos Rara mengharuskan dia untuk mengubah penampilannya jika ingin naik jabatan. Alhasil, Rara berusaha supaya langsing dan cantik. Selain bercerita tentang Rara, Imperfect juga menceritakan body shaming yang dialami tokoh lainnya.

Film ini cocok ditonton bersama anak Bunda yang sudah beranjak remaja. Ini mengajarkan mereka tentang mencintai diri sendiri. Imperfect juga memberikan pandangan kepada para orang tua yang tanpa sadar sering melakukan body shaming kepada anaknya.

Bunda, ini alasan kenapa orang tua perlu dampingi anak nonton film kartun:

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi