parenting

3 Trik Mengatasi Balita yang Masih Suka Coret-coret Tembok

Melly Febrida Jumat, 03 Jan 2020 13:20 WIB
3 Trik Mengatasi Balita yang Masih Suka Coret-coret Tembok
Jakarta - Anak berusia 4-5 tahun saja meski sudah tahu tak bagus mencoret dinding, bukan berarti akan mengikuti aturannya. Justru, dia malah mencoretnya. Apa sebabnya?

Siapa yang dinding rumahnya penuh dengan coretan anak-anak? Kayaknya hampir semua rumah dengan anak-anak kecil di dalamnya bakal mengalaminya. Orang tua saja sampai bingung harus bagaimana lagi mengingatkannya agar tak diulangi terus menerus.




Tanith Carey, seorang penulis buku parenting mengatakan ketika anak berusia 4-5 tahun saja meski sudah belajar banyak aturan, bukan berarti anak akan mengikutinya setiap waktu.

Bunda mungkin pernah merasakan ketika menangkap si Kecil sedang asyik menggambar di dinding, anak bisa saja langsung mengatakan, "Tidak boleh mencoret dinding." Sebenarnya dia tahu salah, tapi bukan berarti anak akan mengendalikan perilakunya.

Dr.Angharad Rudkin, psikolog klinis dalam bukunya What's My Child Thinking? Practical Child Psychology for Modern Parents bilang anak-anak ini ingin mencoba hal-hal baru, tetapi terkadang jadi melanggar aturan.

"Dia mungkin melihatnya bahwa mencoret sebagai kecelakaan ketika dia memegang krayon dan kemudian melihat dinding - seperti selembar kertas raksasa. Sekarang Anda sudah mengingatkannya bahwa itu salah, dia tahu dia akan ada dalam masalah dan ingin memberi tahu Anda bahwa dia lebih tahu," kata Rudkin.

Kenapa anak begitu senang mencoret di sepanjang dinding? Menurut Rudkin ini karena anak sedang belajar sebab dan akibat, dengan meletakkan krayon pada permukaan, dengan muncul ya garis berwarna-warni.

Anak coret-coretAnak coret-coret/ Foto: iStock
"Pada tahap perkembangan ini (dengan kontrol mata-tangan), ia merasa jauh lebih mudah untuk menulis pada permukaan vertikal," katanya lagi.

Menggambar itu sebenarnya sebagai salah satu cara paling penting pada anak-anak kecil dalam mengekspresikan pikiran dan perasaan, serta mengembangkan motoriknua.

"Melarang anak menunjukkan bakat artistiknya, membuat anak Anda frustrasi," katanya.

Jadi sebaiknya orang tua harus bagaimana? Rudkin bilang, orang tua bisa merespons dengan beberapa cara seperti di bawah ini.

1. Pahami emosinya yang bertentangan

Kalau anak mengulangi melanggar aturan ketika menangkapnya mencoret dinding, jangan tunjukkan Bunda marah. Rudkin bilang anak mungkin belum paham kenapa bisa begitu senang melakukannya.


2. Minta anak untuk membantu menghilangkannya

Kata Rudkin, sebagai konsekuensi langsung dan segera, katakan pada anak untuk membantu membersihkan gambarnya.

3. Jelaskan apa yang pantas

Bunda juga bisa menjelaskan ke anak kalau mencoret dinding tidak boleh, karena memang bukan untuk digambar.

"Ajarkan kepadanya bahwa "kita tidak menulis atau menggambar di dinding," kata Rudkin.

Simak manfaat main pasir laut buat anak di video ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi