PARENTING
Kenali Bronkopneumonia pada Anak dan Cara Mencegahnya
Haikal Luthfi | HaiBunda
Senin, 09 Mar 2020 05:40 WIBTidak bisa dipungkiri, gangguan pernapasan bisa menyerang siapa saja tak terkecuali pada anak. Salah satunya ialah bronkopneumonia lho, Bun.
Sebenarnya apa sih bronkopneumonia itu?
Mengutip dari Medical News Today, bronkopneumonia merupakan jenis lain dari pneumonia. Istilah pneumonia sendiri dikenal luas dengan penyakit paru-paru basah. Sama halnya dengan pneumonia, penyakit bronkopneumonia mengakibatkan peradangan yang disebabkan oleh terganggunya fungsi alveolus dan bronkus. Bronkus merupakan saluran udara yang menghubungkan tenggorokan dan paru-paru. Setiap saluran bronkus terbagi menjadi beberapa cabang yang disebut bronkiolus, yang berfungsi menyalurkan udara dari bronkus ke alveolus.
Alveolus ini merupakan kantong udara kecil yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Ketika mengalami pneumonia, alveolus akan mengalami peradangan dan dipenuhi cairan. Nah, cairan inilah yang merusak fungsi paru paru secara normal, sehingga mengganggu sistem pernapasan. Selama peradangan, penderita akan mengalami kesulitan bernapas, karena saluran udara mereka yang menyempit.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti bakteri, virus, ataupun jamur. Akan tetapi dalam banyak kasus, bronkopneumonia paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri penyebab bronkopneumonia masuk ke dalam paru-paru melalui udara.
Lebih lanjut, bronkopneumonia merupakan penyakit yang paling umum menyerang anak-anak dan bayi. Karena sistem imun mereka yang masih dalam tahap perkembangan. Mengutip dari Healthline, gejala batuk merupakan tanda yang paling umum. Selain itu terdapat gejala seperti :
- Detak jantung yang lebih cepat
- Kadar oksigen darah yang rendah
- Gangguan pernapasan
- Mudah marah
- Nafsu makan dan minum menurun
- Demam
- Sulit tidur
Pengobatan Bronkopneumonia
Penanganan bronkopneumonia bervariasi, tergantung pada penyebab infeksi dan tingkat keparahan kondisi yang di alami. Mengutip Jurnal Council for Medical Schemes yang berjudul Bronchopneumonia in Children disebutkan pemberian obat antibiotik diperlukan apabila anak terinfeksi bronkopneumonia dari bakteri. Obat antibiotik tidak akan efektif bila penyebab bronkopneumonia berasal dari virus.
Apabila disebabkan oleh virus, dokter akan memberikan obat antivirus. Terapi akan dimungkinkan untuk mengobati gejalanya.Bronkopneumonia yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh dalam kurun 1 hingga 3 minggu. Penanganan bronkopneumonia sebetulnya hanya cukup dengan istirahat di rumah dan obat yang sesuai dengan resep dokter, namun dalam beberapa kasus, rawat inap akan diperlukan bila kondisinya sudah parah.
Yang paling terpenting adalah asupan gizi yang direkomendasikan seperti makanan yang harus bernutrisi dan kaya dengan vitamin. Untuk bayi di bawah 6 bulan diberikan ASI atau susu formula.
Mencegah Bronkopneumonia
Mengingat bronkopneumonia pada anak sangat berbahaya, vaksinasi merupakan langkah terbaik untuk mencegah bronkopneumonia. Terdapat dua tipe vaksin yang diberikan untuk mencegah pneumococcal disease pada anak yakni :
Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV13)
Direkomendasikan untuk anak di bawah 2 tahun. Vaksin PCV13 disertakan dalam bagian program imunisasi bayi.
Pneumococcal Polysaccharide (PPSV23)
Direkomendasikan untuk anak di atas 2 tahun yang mempunyai risiko serius pneumococcal disease.
Selain vaksinasi tersebut, beberapa hal ini juga dianjurkan seperti :
- Mendapat vaksinasi terhadap penyakit yang dapat menyebabkan pneumonia, seperti flu, campak, cacar air, vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), atau pertusis.
- Bicaralah dengan dokter tentang cara mencegah pneumonia dan infeksi lainnya, ketika seseorang yang Bunda tahu memiliki kanker atau human immunodeficiency virus (HIV).
- Cuci tangan secara teratur untuk menghindari kuman.
- Memahami dan mengenali gejala pneumonia.
- Menjaga kekebalan tubuh agar tetap kuat dengan cara tidur yang cukup, olahraga teratur dan makan makanan yang sehat.
Bunda juga bisa nonton tips pencegahan masalah pernapasan pada anak di video berikut:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali Penyakit Bronkopneumonia pada Anak dan Cara Mencegahnya
Bronkopneumonia Banyak Menyerang Anak, Ketahui Gejala, Penyebab & Cara Menanganinya
Usia Belum 1 Bulan, Bayi Tantri Kotak Diopname karena Bronkopneumonia
Kenali Bronkopneumonia; Penyakit Paru yang Umum Dialami Anak & Bayi
TERPOPULER
Bikin Haru, 5 Potret Arka Anak Tantri 'Kotak' Ikut Nyanyi di Single Terbaru Sang Bunda
3 Keterikatan Emosional Anak yang Bisa Diam-Diam Merusak Hidup Saat Dewasa
Pakar Ungkap Alasan Banyak Wanita Sering Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan
Ciri Perempuan dengan Aura Positif, Bukan Sekadar Murah Senyum
Cara Membuat Sate Kambing yang Empuk, Tidak Bau, dan Anti Alot
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panggangan Arang hingga Portable
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Baju Kondangan Ibu Hamil yang Simple, Modern & Kekinian
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Bra Tanpa Kawat Terbaik, Tidak Bikin Sesak & Nyaman Dipakai Seharian
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Hamil Kantor untuk Tampil Elegan & Nyaman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Mainan Bayi 3 Bulan untuk Melatih Sensorik & Motorik
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bikin Haru, 5 Potret Arka Anak Tantri 'Kotak' Ikut Nyanyi di Single Terbaru Sang Bunda
Pakar Ungkap Alasan Banyak Wanita Sering Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan
3 Keterikatan Emosional Anak yang Bisa Diam-Diam Merusak Hidup Saat Dewasa
Ciri Perempuan dengan Aura Positif, Bukan Sekadar Murah Senyum
Awas Si Kecil Kecanduan Scroll Sosial Media, Ini Dampaknya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Anak Tak Hadir di Pernikahan dengan Desy, Anji: Bagaimanapun Keadaannya, Mereka
-
Beautynesia
5 Cara Meningkatkan IQ Tinggi dan Kecerdasan Otak yang Bisa Diterapkan
-
Female Daily
Lagi Cari Tone Up Sunscreen? Ini Produk yang Wajib Masuk Wishlist!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Last Glam Look! Ini Deretan Gaya Para Bintang di Penutupan Cannes 2026
-
Mommies Daily
Terpopuler: Kebiasaan yang Bikin Anak Tidak Mandiri hingga Tanggung Jawab Anak sesuai Usia