PARENTING
Cara Blokir Konten Porno di YouTube untuk Keamanan Anak
Yuni Ayu Amida | HaiBunda
Selasa, 04 Aug 2020 08:44 WIBSaat ini berbagai konten di YouTube bebas diakses anak-anak, Bunda. Terlebih di masa pandemi ini anak jadi lebih sering bermain dengan gadget.
Hanya saja saat berselancar di dunia maya kadang ada saja konten pornografi yang muncul. Tentunya kita tidak ingin hal ini dikonsumsi oleh si kecil kan, Bunda. Maka dari itu sebaiknya konten-konten negatif tersebut mesti kita blokir.
Nah, berikut ini cara memblokir konten porno di YouTube:
1. Buka YouTube,
2. Klik foto account atau akun Bunda di pojok kanan atas
3. Klik setting atau setelan
4. Klik umum atau general
5. Klik restricted mode atau mode terbatas
Nah, perlu Bunda ketahui bahwa fitur restricted mode ini akan mem-filter video-video yang memiliki konten tidak layak bagi anak maupun dewasa.
Selain YouTube, sebaiknya dilakukan filter juga untuk Play Store Android supaya anak-anak tidak menginstall aplikasi atau game yang tidak baik sesuai umurnya.
Caranya berikut BUnda:
1. Cari menu settings di Play Store.
2. Lalu pilih submenu Parental Controls
3. Lalu geser tombol On ke posisi kanan.
4. Klik set content restrictions for this device, lalu Bunda pilih sesuai umur yang diinginkan.
Bicara soal dampak psikologis anak jika terpapar konten dewasa atau pornografi, menurut psikolog klinis, Christina Tedja yang akrab disapa Tina, berbagai kemungkinan bisa muncul pada setiap anak yang menonton adegan dewasa. Namun yang pasti mereka akan belajar dan merekam dari apa yang mereka lihat.
"Pada usia tersebut anak sedang produktif dalam menerima informasi dan mengingat sehingga terjadi proses belajar. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi proses adiksi sehingga ketergantungan untuk menonton lagi (prinsipnya sama seperti orang dewasa yang nonton porno), karena hal ini berkaitan dengan proses otak," kata Tina.
Sementara itu, menurut psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, MPsi, salah satu efek yang timbul akibat pornografi adalah kecanduan, Bunda. Anak bisa saja tidak dapat berhenti untuk menontonnya, dan ini dapat merusak sistem otak mereka. Efek jangka panjangnya anak akan sulit fokus dan konsentrasi.
Selain itu muncul gejala fisik yang mengganggu, seperti gelisah, mudah terangsang secara seksual, dan merasa tidak mampu mengendalikannya. Kemudian, kondisi emosi tidak stabil, mengalami konflik emosi dalam diri, seperti merasa bersalah, malu, cemas, marah, dan sebagainya.
Terakhir, kata Veronica, aktivitas sehari-hari anak akan terganggu, baik dalam bersosialisasi, mengikuti sekolah, maupun bekerja. Ini artinya penting untuk orang tua mencegah anaknya agar tidak terpapar konten pornografi.
Simak juga dampak anak terlalu lama nonton TV dalam video ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Channel YouTube yang Mengedukasi, Cocok Ditonton Anak Sekolah Bun
5 Rekomendasi Channel YouTube yang Menghibur dan Bantu Anak Belajar
Duh, Cyber Crime dan Pornografi Rentan Menyasar Anak di Era Pandemi
Dampak Psikologis Jika Anak Terpapar Adegan Dewasa
TERPOPULER
Momen Lamaran Hana Malasan dan Sean Gelalel Penuh Haru, Intip Potretnya Bernuansa Maroon
7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih"
Rutin Olahraga & Diet tapi BB Enggak Turun-turun? Ini Penjelasan Dokter Gizi
Kisah Pasangan Suami Istri yang Berhasil Mendapatkan Bayi Kembar 4 Melalui Program IVF
Cara Mengenali Orang Punya Kemampuan Berpikir Kritis dari Kalimatnya saat Ngobrol
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih"
Rutin Olahraga & Diet tapi BB Enggak Turun-turun? Ini Penjelasan Dokter Gizi
Kupas Tuntas Mitos & Fakta tentang Bayi hingga Anak Bareng Dokter Meta Hanindita
Momen Lamaran Hana Malasan dan Sean Gelalel Penuh Haru, Intip Potretnya Bernuansa Maroon
Kisah Pasangan Suami Istri yang Berhasil Mendapatkan Bayi Kembar 4 Melalui Program IVF
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Jersey Buat Main Beda dari Jersey Buat Gaya, Ini yang Perlu Kamu Tahu
-
Beautynesia
6 Daftar Sifat Positif Leo yang Bisa Dijadikan Contoh
-
Female Daily
Urban Decay is Back! Bawa 3 Setting Spray Baru dengan Klaim Makeup Awet 24 Jam
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Isu Keluarga Pro-Jepang Meluas, Drakor Terbaru Ha Young Terancam Diboikot
-
Mommies Daily
Jennie’s Law Disahkan di Irlandia, Ini yang Perlu Mommies Ajarkan ke Anak soal Red Flag dalam Pacaran