sign up SIGN UP search


parenting

Selain COVID-19, Penyakit Tidak Menular Juga Perlu Diwaspadai Bun

Inkana Putri Rabu, 11 Nov 2020 20:21 WIB
Film chest x-ray PA upright : show normal human's chest. caption
Jakarta -

Jumlah kasus sembuh COVID-19 di Indonesia kian meningkat. Adapun per 10 November 2020, jumlah kesembuhan kumulatif bertambah menjadi 375.741 orang.

Meskipun demikian, Juru Bicara Satgas COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro tetap mengimbau masyarakat untuk terus disiplin protokol kesehatan. Pasalnya, masih banyak penyakit menular lainnya yang perlu diperhatikan.


"Prestasi ini sebaiknya kita pertahankan bersama bapak dan ibu sekalian. Tugas kita bersama adalah untuk kompak dan tidak menambahkan kasus baru. COVID-19 bukan satu-satunya penyakit yang kita lawan di Indonesia. Masih ada penyakit menular lainnya seperti, demam berdarah dengue, rabies, hepatitis, avian flu, malaria, yang juga butuh penanganan serius dari para kolega saya, dokter dan ahli tenaga kesehatan masyarakat lainnya", ujarnya dikutip dari situs resmi covid.go.id, Rabu (11/11/2020).

Hal tersebut ia sampaikan pada Dialog Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (9/11).


Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung dr. Vito Anggarino Damay menyampaikan risiko penyakit tidak menular seperti, jantung, kanker, diabetes, juga masih dihadapi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, risiko kematian COVID-19 lebih tinggi akibat adanya penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

"Perlu untuk memperhatikan risiko penyakit jantung, risiko penyakit pembuluh darah lainnya, bahkan risiko penyakit paru-paru selain COVID-19, sehingga orang yang masih merokok dan kurang aktivitas fisik, harus mengubah gaya hidup mereka agar lebih sehat. Jadi di masa depan, kalau kita memperhatikan COVID-19 saja, tanpa memperhatikan penyakit lainnya, bisa saja menjadi pandemi yang baru," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan salah satu gaya hidup yang bisa meningkatkan risiko penularan COVID-19 dan penyakit tidak menular lainnya adalah merokok. Selain seorang perokok harus melepas masker saat merokok, kebiasaan merokok beramai-ramai juga kerap tidak mengindahkan jarak yang aman.

Selain itu, COVID-19 adalah penyakit yang menyerang paru-paru, sementara merokok merusak fungsi paru-paru dan menurunkan kekebalan tubuh. Saat perokok terinfeksi COVID-19, ini tentunya akan lebih susah memerangi virus ini.

"Yang paling kasihan perokok pasif. Karena mereka ini adalah bukan penikmat rokok tapi terkena imbas dari asapnya yang terhirup secara tidak langsung. Walaupun memang yang paling berat adalah perokok itu sendiri, karena pada asapnya itu ada sel-sel radang yang menyebabkan kemampuan pertahanan tubuh kita berkurang. Sehingga saat terinfeksi virus dan penyakit-penyakit lain, lebih gampang terserang", imbuh dr. Vito.

Guna mencegah penyakit tidak menular, dr. Vito mengatakan sangat penting untuk menjaga pola hidup yang sehat sehingga risiko terkena penyakit jantung koroner bisa dihindari hingga 80%.

"Kuncinya kita harus tetap bergerak, karena saat kita bergerak imunitas bisa meningkat. Imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh, yang lebih bagus saat sirkulasi kita lancar. Sirkulasi kita lancar tercipta saat kita bergerak dan aktivitas pompa jantung kita lebih baik. Jadi pada akhirnya kita bisa menjaga tubuh kita secara keseluruhan untuk kuat menghadapi penyakit dan risiko penyakit jantung sekaligus," jelasnya.

Di samping itu, dr. Reisa juga menyarankan untuk selalu menerapkan dan selalu #ingatpesanbunda #ingatpesanibu dengan cara #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan dan #cucitanganpakaisabun sesuai imbauan #satgascovid19.

"Pandemi memang masih menghadang, mari kita menjaga kondisi tubuh kita sebaik-baiknya. Pastikan kita tetap produktif tetapi aman dari COVID-19. Tetap disiplin menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak aman minimal 1 meter, dan mencuci tangan pakai sabun. Praktikan sebagai satu kesatuan, karena 3M ini satu paket," pungkasnya.

Bunda, simak juga yuk para penyintas Covid-19 berjuang demi kesembuhan, dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(akn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi