PARENTING
Tingkatkan Komunikasi Saat Pakai Masker, Ini Caranya Bun!
| HaiBunda
Kamis, 19 Nov 2020 19:52 WIBPada dasarnya, #pakaimasker dan #jagajarak minimal 1,5 meter akan membuat Bunda terhindar dari potensi tertular COVID-19. Namun, masker juga terkadang membuat komunikasi menjadi terhambat, jika Bunda belum terbiasa.
Pelatih dan Team Debat dan Pidato Universitas Missisippi Cheryl Chambers mengatakan masker telah mendisrupsi interaksi sosial. Tetapi, lanjutnya, komunikasi memiliki banyak komponen.
"Anda dapat menyesuaikan dan meningkatkan komunikasi Anda dengan berfokus pada beberapa bagian lain yang tidak tersembunyi di balik masker," seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (19/11/2020).
Berikut ini tiga tips dari Cheryl Chambers untuk meningkatkan komunikasi saat memakai masker.
1. Kontak Mata
Cherly mengatakan ekspresi wajah adalah cara utama orang menunjukkan emosi dan menguraikan perasaan orang lain. Kebahagiaan, kesedihan, kejutan, jijik, ketakutan, dan kejutan dapat dikomunikasikan melalui ekspresi wajah saja. Tetapi ketika bagian wajah ditutup, akan lebih sulit untuk mengenali tanda-tanda ini.
"Jika Anda tidak dapat membaca keadaan emosi orang lain, kemampuan Anda untuk berempati dengan mereka mungkin terganggu. Demikian pula, jika masker Anda sendiri menyembunyikan keadaan emosional Anda, orang lain mungkin tidak dapat berempati dengan Anda. Mengenakan topeng juga dapat membuat Anda merasa lebih terganggu dan tidak percaya diri, sehingga semakin melemahkan hubungan Anda dengan orang lain," ujarnya.
Untungnya, lanjut Cheryl, kendali atas komunikasi bisa dilakukan dengan yang bagian wajah yang tak tertutup masker, yakni mata.
"Jika Anda ingin meningkatkan pemahaman dengan orang yang pakai masker maka Anda harus menatap matanya, yang mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Kontak mata memicu kesadaran diri, menghabiskan kekuatan otak ekstra dan menjadi tidak nyaman hanya dalam tiga detik. Namun perlu diingat, kontak mata juga dapat membuat Anda tampil lebih cerdas dan dapat dipercaya," ujar Cheryl.
2. Komunikasi dengan Bahasa Tubuh
Menurutnya banyak informasi yang disampaikan oleh tubuh. Misalnya, ketika seseorang bahagia, mereka berdiri lebih tegak dan mengangkat kepalanya; ketika mereka sedih, mereka membungkuk dan menundukkan kepala; dan ketika mereka marah, seluruh tubuh mereka tegang.
"Mempelajari bagaimana orang menggunakan tubuh mereka untuk menyampaikan emosi dapat membantu mengurangi ketidakpastian yang Anda rasakan saat berkomunikasi dengan seseorang yang pakai masker," ujarnya.
Untuk itu, dia menyarankan agar setiap orang untuk memahami dan menyadari bahasa tubuh masing-masing. Saat terlibat dalam percakapan, Bunda dapat terlihat lebih perhatian dengan mengarahkan tubuh ke arah individu, bersandar atau mengangguk. Untuk memberi tahu orang lain bahwa Bunda ingin mulai berbicara, luruskan postur tubuh, angkat jari telunjuk atau angguk lebih sering.
"Terakhir, ketahuilah bahwa meniru postur tubuh orang lain dapat meningkatkan seberapa besar mereka menyukai Anda dan bahkan setuju dengan Anda," ujarnya.
3. Mainkan Volume, Nada dan Jeda
Menurut Cheryl, jangan lupakan pengaruh suara. Bukan hanya apa yang Bunda katakan, tetapi bagaimana Bunda mengatakannya. Seiring dengan kata-kata yang sebenarnya, Bunda juga menggunakan volume, nada, dan jeda untuk menyampaikan pesan. Misalnya, bisikan bernada rendah mungkin menunjukkan kesedihan atau ketidakamanan, sedangkan teriakan bernada tinggi bisa menunjukkan kemarahan atau intensitas.
"Jika Anda merasa perlu untuk berbicara lebih keras, ketahuilah bahwa meninggikan suara dapat mengubah pesan yang Anda coba kirimkan. Mengubah nada suara Anda dapat mengubah keseluruhan percakapan, jadi alih-alih meningkatkan volume, cobalah meningkatkan pelafalan," ujarnya.
Menurutnya, meskipun masker dapat membuat percakapan terasa lebih menakutkan, setiap orang dilengkapi kemampuan berkomunikasi, bahkan dengan sebagian wajah yang tersembunyi.
"Sebelum interaksi Anda dengan seorang teman, pikirkan cara untuk meningkatkan koneksi Anda. Tarik rambut Anda ke belakang agar mereka dapat melihat mata Anda dengan jelas dan menemukan tempat yang tenang untuk berbicara. Gunakan tubuh dan suara Anda untuk menyampaikan emosi yang Anda khawatirkan akan disembunyikan masker. Mungkin yang terpenting, jangan berharap itu berjalan dengan sempurna. Sama seperti percakapan apa pun, kesalahan akan dibuat," ujarnya.
Cheryl mengatakan ketika seseorang tidak dapat memahami Anda, coba ulangi pernyataan Anda, ucapkan sedikit lebih lambat dan ucapkan lebih banyak.
"Jika Anda kesulitan memahami orang lain, coba ajukan pertanyaan tertutup, seperti Apakah Anda ingin pergi ke taman? alih-alih yang terbuka, seperti Anda ingin pergi ke mana?" ujarnya
"Dengan segala cara, lanjutkan tindakan yang tepat untuk menjaga diri Anda aman, tetapi jangan mengabaikan hubungan Anda sebagai konsekuensinya. Jarak sosial tidak harus berarti jauh secara sosial," tutup Cheryl.
(ega/ziz)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bun, Yuk Kenali Lagi Cara Mengetahui Si Kecil Terinfeksi Corona
6 Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Ada Tetangga Terpapar COVID-19
3 x 3 untuk Lindungi Anak Selama Pandemi, Bunda Sudah Tahu?
Kata-kata Sederhana yang Buat Si Kecil Paham soal Jaga Jarak
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Fasilitas Resor atau Suasana Museum? Begini Cara Pilih Hotel di Singapura
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif