PARENTING
Mengenal Arti Bermain dan Manfaatnya untuk Anak
Melly Febrida | HaiBunda
Selasa, 09 Feb 2021 13:26 WIBKalau Bunda ditanya apa arti bermain, kira-kira apa jawaban Bunda? Nah, seorang psikiater dewasa dan anak berusaha menjelaskan maksud dari bermain.
"Secara umum, bermain melibatkan dua jenis pemikiran: divergen dan konvergen. Permainan divergen tidak terstruktur, bebas, dan tentang mengeksplorasi berbagai cara untuk melakukan sesuatu versus mempelajari 'cara yang benar; dengan melakukan sesuatu," kata Shimi Kang, MD, psikiater anak dan dewasa, dalam The Self-Motivated Kid; How to Raise Happy, Healthy Children Who Know What They Want and Go After it (Without Being Told).
Menurut Kang, permainan divergen membutuhkan kreativitas karena memungkinkan untuk dieksploitasi; karena tidak ada jawaban benar yang mutlak dalam permainan divergen.
Sebaliknya, permainan konvergen kurang kreatif karena melibatkan struktur, aturan, atau jawaban yang "benar", seperti beberapa video game (tidak semua).
Kang mengatakan, untuk bermain yang ia maksud kali ini adalah yang tidak terstruktur, permainan yang divergen.
Oya, bermain itu banyak manfaatnya Bunda. Kang menjabarkan beberapa manfaat bermain sebagai berikut:
1. Mencoba trial and error
Bermain itu menjadi kesempatan pertama bagi anak untuk membuat kesalahan dan belajar menerima kegagalan dengan tenang. Kesalahan dan kegagalan memungkinkan anak-anak untuk bangkit kembali, mencoba lagi, dan memikirkan berbagai hal.
"Trial and error sangat penting untuk kemampuan beradaptasi, unsur utama dalam kesuksesan manusia," ujar Kang.
2. Memungkinkan menemukan hal-hal baru
Menurut Bunda bagaimana anak-anak memperlakukan mainan baru, buku baru, film baru, pengalaman baru, teman baru? Sederhana saja, kata Kang, otak manusia melepaskan dopamine saat mempelajari hal-hal baru, dan kita merasa dihargai dengan perasaan sejahtera atau gembira.
Otak transisi (usia 12 hingga 24 tahun), yang paling sensitif terhadap dopamine, yang melepaskan terbesar sehingga menyebabkan kelompok usia tersebut dikenal sebagai "pecandu baru".
Jadi mengapa otak manusia bekerja sedemikian rupa sehingga membuat pemuda ingin mencoba hal-hal baru? Kecintaan akan hal baru mendorong anak muda untuk mencoba hal baru (bermain) dan memimpin mereka untuk menjelajahi dunia mereka.
"Itu pada dasarnya menyenangkan. Kesenangan adalah kunci untuk mengeksplorasi gairah seseorang dan menghilangkan stres, keduanya penting untuk kebahagiaan," ujarnya.
3. Membantu mengembangkan keterampilan tim
Kang bilang, bermain mengajari anak-anak cara menjalin ikatan sosial dan membantu mereka mengembangkan nilai-nilai kepercayaan, berbagi, dan keadilan-yang penting untuk mengembangkan karakter dan kepemimpinan.
4. Bermain meningkatkan kemampuan kita untuk berinovasi dan berkreasi
Bermain termasuk mengamati, mempertanyakan, bereksperimen, sosialisasi, dan melakukan aktivitas-kunci dalam pengembangan CQ.
Karena bermain memungkinkan anak berimajinasi, berkomunikasi, memecahkan masalah, bereksperimen, gagal, berpikir di luar kotak, menciptakan, berkolaborasi, hal tersebut membantu Si Kecil mengembangkan keterampilan kognitif yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dan berkembang di abad 21.
Sementara itu, menurut National Association for the Education of Young Children (NAEYC), bermain merupakan media penting dalam perkembangan bahasa, kognitif, sosial, dan regulasi emosi anak. Bermain juga dapat diasosiasikan sebagai ekspresi kreatif, yang dapat menjadi media ataupun kendaraan untuk mengembangkan kreativitas anak.
Simak video di bawah ini, Bun:
Penyebab dan Tips Mengatasi Anak GTM
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Tips Menjadi Orang Tua Baru, Begini Persiapannya Bunda
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
5 Potret Terbaru Song Hye Kyo di Usia 44 Tahun, Makin Memesona
Cerita Perjuangan Orang Tua Antar Anak ke Piala Dunia 2026, Rela Berpisah Sejak Usia 13 Tahun
Momen Prilly Latuconsina Ikut Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaraan Solo, Intip Potretnya
Viral, Model Ini Banjir Kritik Usai Jalani Photoshoot Menyusui Boneka Bayi
Turun 32 Kg dengan Diet Karnivora, Dokter Ini Klaim Banyak Orang Salah Paham soal Nutrisi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum untuk Rambut Rontok, Bantu Perkuat Akar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Prilly Latuconsina Ikut Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaraan Solo, Intip Potretnya
Cerita Perjuangan Orang Tua Antar Anak ke Piala Dunia 2026, Rela Berpisah Sejak Usia 13 Tahun
Viral, Model Ini Banjir Kritik Usai Jalani Photoshoot Menyusui Boneka Bayi
Peneliti Klaim Temukan Tes Darah yang Mampu Deteksi Ribuan Kondisi Genetik pada Ibu Hamil
5 Potret Terbaru Song Hye Kyo di Usia 44 Tahun, Makin Memesona
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Attitude Bunda S dan Adiknya Saat Endorse Brand Dibongkar, Nama Sarwendah Diseret
-
Beautynesia
Nggak Banyak yang Tahu, 4 Bandara Internasional Ini Punya Tur Kota Gratis yang Bisa Kamu Coba
-
Female Daily
Gandeng DPR Ian ke Jakarta, Alchemist Hadirkan OUT WEST Exhibition dan Luncurkan OUT WEST ABSOLU!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video Battle Lipstik Matte: Harga Rp 500 Ribu vs Rp 65 Ribu, Bagusan Mana?
-
Mommies Daily
8 Kelas Liburan Anak di Surabaya yang Seru untuk Isi Libur Sekolah