PARENTING
Ketahui Penyebab dan 4 Gejala Gondongan pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Dewi Ratna | HaiBunda
Senin, 25 Oct 2021 10:06 WIBTak hanya pada orang dewasa, gondongan bisa juga menyerang anak-anak. Penyebab gondongan pada anak adalah karena virus yang sangat menular.
Siapa yang terkena virus ini akan mengalami demam serta pembengkakan kelenjar ludah di mulut dan dekat telinga. Gondongan yang dulunya merupakan penyakit anak yang umum di berbagai belahan dunia ini juga mungkin menyerang sistem saraf pusat.
Di era sekarang, penyakit yang mudah menular ini sudah jarang menyerang dan mewabah, berkat adanya vaksin gondok.
Penyebab gondongan pada anak
Seperti disebutkan di atas, penyebab gondongan pada anak adalah virus yang sangat menular. Virus ini disebut paramyxovirus yang menyebar dari satu anak ke anak lain melalui kontak langsung dengan cairan dari hidung dan tenggorokan.
Droplet yang terinfeksi di udara dari bersin atau percakapan dengan jarak dekat, dapat terhirup dan menyebabkan infeksi. Si Kecil bisa tertular dari satu hingga tujuh hari sebelum gejala muncul, dan tetap menular selama lima hingga sembilan hari setelahnya.
Gejala gondongan
Setelah mengetahui penyebab gondongan pada anak, Bunda juga perlu tahu seperti apa gejalanya, supaya bisa lebih waspada. Gejala gondongan bisa berbeda pada tiap anak. Mungkin perlu waktu 16 hingga 18 hari bagi Si Kecil untuk mulai menunjukkan tanda-tanda tertular setelah terinfeksi virusnya.
1. Gejala paling umum dari gondongan meliputi beberapa fase. Di awal, biasanya Si Kecil akan merasakan demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, dan tidak enak badan.
2. Dalam waktu 24 jam dari gejala tersebut, biasanya akan berlanjut dengan rasa sakit di telinga atau wajah. Rasa sakit di telinga atau wajah ini makin buruk saat mengunyah, dan akan makin buruk lagi karena makanan yang menyebabkan peningkatan produksi air liur seperti makanan asam.
3. Kemudian, selama 24 jam ke depannya, akan terjadi pembengkakan salah satu kelenjar air liur yang terletak di sisi wajah, dekat bagian luar telinga. Hal ini bisa membuat seluruh bagian pipi tampak bengkak.
4. Bisa jadi juga Si Kecil mengalami pembengkakan pada dua kelenjar air liur lainnya, yang terletak di bawah lidah dan di bawah dagu. Penyakit ini bisa terjadi selama dua minggu.
Pengobatan gondongan
Meski sudah diketahui bahwa penyebab gondongan pada anak adalah virus yang menular, namun tidak ada perawatan medis khusus untuk penyakit ini. Bunda hanya bisa membantu meredakan gejalanya dengan beberapa cara berikut ini:
- Berikan Si Kecil banyak cairan dan makanan lunak yang mudah dikunyah. Jangan berikan jus buah yang rasanya asam seperti jeruk atau limun yang bisa memperburuk nyeri kelenjar parotis.
- Berikan obat penurun demam atau pereda nyeri seperti asetaminofen atau ibuprofen, jika Si Kecil merasa tidak nyaman. Jangan pernah berikan aspirin pada anak yang terserang penyakit karena virus, karena penggunaannya berkaitan dengan sindrom Reye.
- Tenangkan kelenjar parotis yang bengkak dengan mengompresnya menggunakan air hangat atau dingin, dipilih saja mana yang membuatnya merasa lebih baik.
- Bantu Si Kecil untuk mendapatkan istirahat yang cukup.
Perlu diingat bahwa anak-anak yang terkena gondongan harus tinggal di rumah selama lima hari sejak awal pembengkakan kelenjar parotis. Bunda bisa konsultasikan pada dokter, kapan Si Kecil boleh masuk sekolah lagi.
Selain itu, hal yang penting diingat lagi adalah bahwa gondongan ini disebabkan oleh virus, sehingga tidak dapat diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya bekerja melawan bakteri saja.
Setelah mengetahui penyebab gondongan pada anak dan bagaimana cara mengatasinya, kini Bunda bisa lebih tenang merawat Si Kecil yang terserang penyakit ini. Pastikan saja mereka tidak berdekatan dengan anak lain yang sedang terkena gondongan ya, Bunda.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Obat Gondongan Alami Atasi Bengkak Anak, Coba Kompres & Kumur Air Garam
Bunda, 5 Upaya Ini Mampu Ringankan Gejala Gondongan pada Anak
Gejala Penyakit Gondongan pada Anak yang Wajib Bunda Tahu
6 Gejala Gondongan pada Anak, Bunda Harus Tahu
TERPOPULER
6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog
5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia
Cantiknya Elif Anak Siti KDI Blasteran Turki, Tampil Slay saat Main Padel
10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi
10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar
6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya
5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Awal Mula Fuji Dijodohkan dengan Reza Arap hingga Muncul Lagu 'Furab'
-
Beautynesia
Ramalan Zodiak Minggu ini: Hubungan, Karier, dan Keuangan di 30 Maret - 5 April 2026
-
Female Daily
Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
7 Skincare Lokal yang Aman untuk Ibu Hamil, Bebas Bahan Berbahaya
-
Mommies Daily
Coba 7 Menu Sehat Setelah Lebaran untuk Detoks dari Opor dan Rendang