sign up SIGN UP search


parenting

Bunda, 5 Upaya Ini Mampu Ringankan Gejala Gondongan pada Anak

Nanie Wardhani Senin, 19 Jul 2021 16:28 WIB
gondongan Mengatasi gejala gondongan pada anak/Foto: iStock

JAKARTA - Bunda tentunya pernah mendengar tentang penyakit gondongan. Penyakit menular yang umumnya terlihat dari adanya pembengkakan di leher ini umumnya diidap oleh anak-anak. Dilansir dari Healthline, gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan virus yang berpindah dari satu orang ke orang lain melalui air liur, sekret hidung, dan kontak pribadi yang cukup erat.

Kondisi ini terutama memengaruhi kelenjar ludah atau juga disebut parotis yakni kelenjar yang bertanggung jawab memproduksi air liur. Ada tiga set kelenjar ludah di setiap sisi wajah kita yang posisinya terletak di belakang dan di bawah telinga Bunda. Nah, gejala khas penyakit gondongan adalah terjadinya pembengkakan pada kelenjar ludah tersebut.

Gejala penyakit gondongan pada anak

Jika Bunda atau si kecil mengalami gondongan, biasanya akan muncul beberapa gejala tertentu. Apa saja kah gejala yang akan muncul?


Gejala gondongan biasanya muncul dalam waktu dua minggu setelah terpapar virus. Biasanya, yang pertama muncul adalah gejala mirip flu. Adapun gejala lainnya yakni:

  • Kelelahan
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Demam ringan
Resep Baik Selama PandemiResep Baik Selama Pandemi/ Foto: Mia Kurnia Sari

Demam tinggi sampai 39°C dan pembengkakan kelenjar ludah terjadi selama beberapa hari berikutnya. 

Kelenjar mungkin tidak akan membengkak sekaligus semuanya. Yang biasanya terjadi, mereka membengkak dan menjadi menyakitkan secara bertahap. Lalu, adanya potensi atau kemungkinan besar Bunda atau si kecil menularkan virus gondongan ke orang lain sejak awal bersentuhan dengan virus sampai kelenjar parotis tersebut membengkak.

Mayoritas orang yang tertular gondongan akan menunjukkan gejala-gejala seperti tadi. Namun, tetap ada beberapa orang yang tidak memiliki atau mungkin sangat sedikit menunjukkan gejala.

Atasi gejala gondongan pada anak

Karena penyakit gondongan ini disebabkan virus, ia tidak akan merespons antibiotik atau obat lainnya. Namun, Bunda dapat mengatasi gejalanya agar tubuh si kecil merasa lebih nyaman saat sakit. Bunda dapat mencoba hal berikut:

  1. Perbanyak istirahat si kecil agar ia tidak merasa terlalu lelah atau lemas.
  2. Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol atau ibuprofen, untuk menurunkan demam.
  3. Kompres area kelenjar yang bengkak dengan air es agar cepat mengecil dan terasa lebih nyaman.
  4. Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi akibat demam.
  5. Makan makanan lunak seperti sup dan yoghurt atau dan makanan lain yang mudah dikunyah (mengunyah bisa jadi terasa sakit saat kelenjar ludah bengkak).

Hindari makanan dan minuman asam yang dapat menyebabkan lebih banyak rasa sakit pada kelenjar ludah si kecil.

Si kecil biasanya dapat kembali beraktivitas setelah sekitar satu minggu setelah dokter mendiagnosis penyakit gondongan. Pada titik ini, si kecil sudah tidak berpotensi menularkan virus ke orang lain. Pemulihan gondongan biasanya berjalan dengan sendirinya dalam beberapa minggu dan si kecil akan berangsur merasa lebih baik dalam kurun waktu sekitar 10 hari.

Kebanyakan orang yang pernah terkena gondongan umumnya tidak dapat tertular untuk kedua kalinya karena terkena virus ini sekali saja dapat memberi perlindungan agar tidak terinfeksi lagi di kemudian hari.

Apa saja komplikasi yang berhubungan dengan gondongan?

Komplikasi gondongan sebenarnya jarang terjadi, tetapi bisa menjadi masalah yang serius juga jika tidak ditangani. Walau lebih banyak memengaruhi kelenjar parotis, gondongan juga dapat menyebabkan peradangan di area lain di tubuh, termasuk otak dan organ reproduksi lho Bunda.

Pencegahan gondongan pada anak

Ada satu cara yang bisa dilakukan sebagai usaha mencegah penyakit gondongan pada anak yaitu dengan melakukan vaksinasi MMR. Dilansir dari Parents, Vaksin MMR akan melindungi anak dari tiga virus yakni campak, gondok/gondongan, dan rubella mampu menyebar dari satu orang ke orang melalui udara.

Campak adalah infeksi yang sangat menular yang menyebabkan ruam di seluruh tubuh, batuk, pilek, iritasi mata, dan demam. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan infeksi telinga, pneumonia, kejang, kerusakan otak, dan bahkan kematian. Sebelum vaksin MMR tersedia, hingga 1970-an, hampir semua anak di AS menderita campak pada saat mereka berusia 15 tahun dan hampir 50.000 orang dirawat di rumah sakit setiap tahunnya.

Virus gondok atau gondongan paling dikenal karena penderitanya terlihat seperti memiliki pipi tupai yang disebabkan pembengkakan kelenjar di rahang. Infeksi serius dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen, meningitis (infeksi pada lapisan otak dan sumsum tulang belakang), pembengkakan testis atau ovarium yang menyakitkan dan, walaupun jarang, bahkan kematian. Seperti halnya campak, gondong dahulu merupakan penyakit umum pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda.

Rubella, juga dikenal sebagai campak Jerman, adalah infeksi yang menyebabkan ruam, demam ringan, dan radang sendi. Perempuan yang terkena penyakit ini saat hamil berisiko mengalami keguguran atau memiliki bayi dengan cacat lahir yang serius. Sebelum vaksin MMR tersedia, wabah rubella di AS menyebabkan 12,5 juta orang terkena penyakit ini dalam satu tahun. Akibatnya, 20.000 bayi lahir dengan cacat lahir.

 

Saat si kecil mengalami demam akibat gondongan, Bunda tak perlu panik karena ada cara mudah dan alami untuk mengatasinya. Simak video berikut yuk:

[Gambas:Video Haibunda]



 

(pri/pri)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi