HaiBunda

PARENTING

Kisah Balita di Jakbar Meninggal akibat Gagal Ginjal Akut Misterius, Sempat Sesak Napas

Tim Haibunda   |   HaiBunda

Minggu, 23 Oct 2022 11:40 WIB
Kisah Balita di Jakbar Meninggal akibat Gagal Ginjal Akut Misterius, Sempat Sesak Napas/Foto: Getty Images/iStockphoto/AgFang
Jakarta -

Seorang balita asal Jakarta Barat meninggal dunia akibat gagal ginjal akut misterius usai menjalani sejumlah rangkaian perawatan di rumah sakit, Bunda. Hal tersebut diceritakan langsung oleh kedua orang tuanya.

Iing Syahputra (38) yang merupakan ayah dari Atharizz Abqary, balita 2 tahun 11 bulan itu, menyebut awalnya sang anak mengalami demam tinggi dan langsung dibawa ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

"Tanggal 6 September dikasih obat paracetamol sirup, obat batuk tablet, dan obat flu tablet. Sampai tanggal 8 dia panasnya nggak turun," ceritanya saat diwawancarai detikcom, Jumat (21/10/2022).


Karena tak kunjung membaik dan tetap demam tinggi, sang Bunda Rice kembali membawa anaknya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut pengakuan dokter, balita itu terkena infeksi bakteri. Saat ditanya di mana letak infeksi tersebut, dokter tak menjawab dan justru memberikan pilihan perawatan untuk dirujuk ke rumah sakit atau diberikan obat.

"Saya nggak ngerti kondisi anak saya gimana. Kalau harus dirujuk, ya dirujuk. Tapi kalau memang nggak perlu dirujuk dan bisa dikasih obat saja, tentu saja milih dikasih obat saja. Karena saya hasil labnya sendiri saya nggak ngerti karena awam, tentu dokter lebih ngerti. Tapi dokternya bilang nggak papa sih dikasih obat saja. Namanya saya takut ya kalau anak dirawat di rumah sakit, akhirnya saya memilih dikasih obat aja berupa obat sirup antibiotik," tutur Rice.

Setelah diberikan obat antibiotik sirup yang sudah diresepkan, kondisi Abqary semakin memburuk. Sang ayah mengungkapkan bahwa anaknya langsung mengalami sakit perut hingga tidak mengeluarkan urine.

"Habis itu tanggal 9 September malam mengalami sesak napas, enggak tidur sampai pagi. Tanggal 10 September, makin sesak napas, sampai uring-uringan. Akhirnya kita bawa ke salah satu rumah sakit masuk IGD," ucap Iing.

Setelah melakukan perawatan khusus di RSCM, kondisi balita itu sempat membaik dan dipindahkan ke ruang inap dari PICU.

"Itu dia enakan, saturasinya naik dari 87 menjadi 90 kadang 100 atau 95. Terus dikasih infus sama dokter, di rontgen, ternyata memang ada infeksi di ginjal dan di paru-paru. Karena perlengkapan di rumah sakit tersebut kurang, jadinya dirujuk ke RSCM sore itu juga," ucap lagi.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang tanda-tanda anak alami gagal ginjal akut.



(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

Menyusui Amrikh Palupi

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia & Firli Nabila

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK