PARENTING
7 Kebiasaan Anak yang Bisa Bikin Gigi Berantakan, Hindari Dilakukan Sejak Kecil
Asri Ediyati | HaiBunda
Rabu, 14 Feb 2024 07:32 WIBDalam sebagian besar kasus, gigi berantakan tidak masalah bila Si Kecil masih memiliki gigi susu. Ada banyak alasan mengapa hal ini bisa terjadi, dan biasanya Bunda tidak perlu khawatir. Seiring bertambahnya usia anak, mulut dan rahangnya akan banyak berubah, begitu pun susunan giginya.
Perubahan besar terjadi pada mulut anak dalam 3 sampai 6 tahun pertama kehidupannya. Hal tersebut biasanya akan mengubah posisi gigi susu dan menjadi lurus seiring berjalannya waktu. Pada sebagian besar kasus, gigi tetap akan tumbuh dengan baik meskipun beberapa gigi susu anak bengkok atau berjejal.
Penyebab gigi susu tumbuh berjejal
Mengutip laman Willow Pediatric Dentistry, ada beberapa hal berbeda yang dapat menyebabkan gigi susu tumbuh berjejal, yakni:
1. Faktor genetik
Sejauh ini, faktor genetik menjadi alasan paling umum mengapa gigi bayi menjadi bengkok atau tidak sejajar. Misalnya, jika Bunda memiliki mulut yang kecil dan Ayah mempunyai gigi yang besar, kedua hal ini dapat menyebabkan gigi berjejal pada anak, yang dapat mengakibatkan gigi susunya tumbuh tidak sejajar.
2. Mendorong lidah
Kebiasaan mendorong lidah merupakan proses menelan yang tidak tepat di mana lidah menekan terlalu jauh ke dalam mulut. Hal tersebut dapat memengaruhi cara anak dalam menggigit makanan dan juga 'mendorong' gigi susunya ke depan. Hal ini juga bisa menyebabkan gigi susu menjadi tidak sejajar dan membuatnya mengalami 'gigitan terbuka' di mana gigi depan tidak bertemu ketika mulut tertutup sepenuhnya.
3. Memiliki gigi tambahan
Hal ini jarang terjadi, namun gigi tambahan atau disebut gigi 'mesiodens' dapat tumbuh pada sekitar 1 persen populasi, biasanya di antara dua gigi depan atas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah perkembangan pada gigi lainnya, sehingga gigi tersebut biasanya harus dicabut.
Kebiasaan anak yang bisa bikin gigi berantakan
Terlepas dari penyebab alami gigi berjejal, ternyata ada beberapa kebiasaan yang membuat anak memiliki gigi berantakan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penyebabnya:
1. Mengemut ibu jari
Menurut drg. Irwin Lesmono, Sp.Ort., kebiasaan mengemut ibu jari atau jempol banyak dilakukan oleh anak. Orang tua mungkin menganggapnya sebagai hal sepele. Tetapi, kebiasaan ini justru dapat memengaruhi struktur gigi anak yang berefek hingga dewasa bila dibiarkan terus-menerus.
"Secara tidak sadar gigi bagian atas terdorong ke depan, sebaliknya gigi bawah terdorong ke belakang. Nanti kalau dibiarkan terus, gigi jadi tonggos," kata dokter gigi spesialis ortodonti yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dikutip dari CNN Indonesia.
2. Menggigit bibir bawah
Hindari kebiasaan anak menggigit bibir bawah ya, Bunda. Kebiasaan ini juga ternyata bisa menyebabkan gigi anak berantakan. Menurut Irwin, kebiasaan ini juga tanpa disadari sering memicu anak melakukan kebiasaan mengemut ibu jari, yang membuat struktur giginya bisa menjadi tonggos.
3. Bernapas dari mulut
Kebiasaan bernapas dari mulut dapat memicu rongga mulut menjadi sempit. Akibatnya, tempat tulang gigi tumbuh jadi sempit dan kecil. Gigi akan tumbuh menumpuk dan membuatnya jadi berantakan.
4. Terlalu lama menggunakan empeng atau menyusu dari botol
Dokter gigi spesialis ortodonti RSCM, drg. Julieta Pancawati, SpORT, menjelaskan bahwa terlalu lama menggunakan empeng atau botol dot susu dapat menimbulkan masalah pada gigi anak. Bukan hanya membuat gigi berantakan, tapi juga rentan mengalami kerusakan.
"Dot sendiri tidak merusak, tapi yang bisa menyebabkan sampai menimbulkan perubahan pada rahang itu lebih ke arah waktu. Misalnya, anak masih dalam pertumbuhan giginya, terus empeng atau dot terus-menerus ada di dalam mulut. Kalau seperti itu bisa menyebabkan, misalnya gigi menjadi lebih maju atau merusak jaringan gigi," kata Julieta kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
"Lalu misalnya isi botol itu susu dan 24 jam ada di dalam mulut anak, maka itu seperti merendam gigi anak dengan cairan susu. Jadi bukan empeng atau dot yang merusak, tapi cairan susu yang ada di dalam mulut," sambungnya.
5. Menggunakan gigi sebagai alat gigit benda keras
Apakah anak Bunda sering menggunakan gigi sebagai 'alat' untuk menggigit selain makanan? Perlu diketahui, kebiasaan seperti merobek kantong makanan atau permen, membuka tutup botol, atau merobek benda selain makanan dengan gigi dapat berdampak keras pada pertumbuhan gigi.
Mengutip laman Web MD, kebiasaan tersebut bisa menimbulkan trauma pada gigi. Pada akhirnya dapat menyebabkan tepi gigi yang lemah terkelupas atau bahkan patah.
6. Menggemeretakkan gigi
Kebiasaan menggemeretakkan gigi akan membuat gigi anak mudah rusak. Meskipun kebiasaan ini muncul karena berbagai alasan termasuk stres dan kecemasan, tetapi umumnya lebih mungkin disebabkan oleh gigitan yang tidak normal atau gigi tonggos.
Dokter gigi mungkin menyarankan penggunaan pelindung mulut untuk menghindari kebiasaan ini. Bila Bunda memerhatikan anak mengatupkan atau menggemeretakkan gigi di siang hari, coba minta ia untuk memposisikan ujung lidah di antara gigi untuk melatih otot rahang agar rileks, dan membiarkan otot rahang rileks di malam hari dengan menempelkan waslap hangat di pipi atau di depan daun telinga.
7. Tidur tengkurap
Ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa tidur tengkurap dapat mengubah pertumbuhan wajah dan keselarasan gigi. Sebagai orang tua, hal tersebut tentu dapat dicegah dengan memastikan mereka memiliki tempat tidur yang nyaman dengan kasur dan bantal yang mendukung.
Setelah membaca penyebab gigi anak menjadi berantakan, tidak ada kata terlambat, Bunda dapat mencegahnya segera dimulai dari sekarang. Yuk, tumbuhkan kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan dan estetika gigi anak!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(aci/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini, Penting Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ketahui Kondisi Gigi Tonggos pada Anak, Ini Risikonya Menurut Dokter
Penyebab Gigi Anak Menghitam dan Cara Merawatnya agar Tak Semakin Parah
Kapan Anak Mulai Dibawa ke Dokter Gigi?
7 Tips Mencegah Karies Gigi pada Anak, Jangan Terlambat Bunda
TERPOPULER
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Mengenal Fenomena Office Air Theory, Wajah Kusam Berada Lama di Kantor
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Beruang atau Pegunungan yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
5 Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pakai Bikini Hasil Rancangan Sendiri
-
Mommies Daily
MD New Parents 101: Rekomendasi Sampo dan Sabun Bayi hingga Balita, Ada yang Punya Kandungan Ceramide dan Prebiotik!