PARENTING
7 Penyebab Bayi Sering Geleng-geleng Kepala, Perlukah Khawatir?
Annisya Asri Diarta | HaiBunda
Minggu, 30 Jun 2024 13:05 WIBMelihat perkembangan bayi tentunya momen paling menyenangkan bagi orang tua. Namun di tengah perkembangannya, Bunda beberapa kali melihat bayi sedang geleng-geleng kepala.
Bayi yang sering menggeleng-gelengkan kepala menjadi perhatian khusus bagi orang tua baru. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran dan tanda tanya.
Bunda tentunya bertanya-tanya apakah gejala yang dialami bayi merupakan hal yang normal. Tindakan ini, meski tampak aneh atau mengkhawatirkan, sebenarnya cukup umum terjadi pada bayi.
Menggeleng-gelengkan kepala merupakan salah satu gerakan yang sering dilakukan oleh bayi. Sebagian besar dari gerakan ini adalah bagian dari proses eksplorasi dan belajar mengontrol otot-otot leher mereka.
Bayi yang sedang tumbuh dan berkembang suka mencoba gerakan baru untuk merasakan dan memahami tubuh mereka sendiri. Sering kali, menggeleng-gelengkan kepala termasuk tanda bahwa bayi sedang belajar dan menikmati kemampuan barunya.
Namun, ada baiknya memahami alasan di balik perilaku ini agar Bunda dapat mengambil tindakan yang tepat dan tidak perlu khawatir secara berlebihan.
Penyebab bayi suka menggelengkan kepala
Menilik dari laman Healthline, terdapat penyebab bayi suka menggelengkan kepala. Simak selengkapnya, Bunda.
1. Menunjukkan keterampilan motorik bayi
Naluri protektif pada orang tua merupakan hal yang wajar. Tentunya, bayi yang baru lahir masih sangat sensitif dan tidak mampu melindungi diri sendiri.
Namun, bukan berarti bayi tidak bisa bergerak sendiri. Pada akhir bulan pertama kehidupannya, bayi sudah memiliki kemampuan untuk menggerakkan kepalanya dari sisi ke sisi. Gerakan ini sering terjadi ketika bayi mulai berbaring miring.
Menginjak bulan kedua, bayi mulai menggelengkan kepala disertai dengan ekspresi kegembiraan dan bentuk interaksi lainnya. Bayi yang berkembang dengan baik akan menunjukkan kemampuan menggelengkan kepala ketika memberi tanda "ya" atau "tidak" pada tahun pertama kehidupannya.
Alhasil, Bunda tak perlu khawatir jika gerakan bayi mungkin tampak lebih terhentak. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan kontrol otot bayi selama beberapa minggu pertama.
2. Menggelengkan kepala saat menyusui
Momen pertama bayi menggelengkan kepala ketika menyusui dari Bunda. Gerakan ini awalnya terjadi karena usaha bayi untuk menyusu. Ketika bayi mulai terbiasa menyusu, mereka mulai menunjukkan kegembiraannya dengan menggetarkan kepalanya.
Walaupun bayi sudah mampu menguatkan otot lehernya dan bisa menggerakkan kepala dari sisi ke sisi saat menyusu, tetapi Bunda tetap perlu menopang kepalanya sekitar tiga bulan pertama. Terkadang Bunda juga menemukan bahwa waktu menyusui menjadi lebih efektif dengan menenangkan refleks bayi baru lahir, sehingga bayi bisa menyusu lebih mudah.
3. Bayi menggelengkan kepala kala bermain
Menginjak bulan kedua, perkembangan bayi mulai menggelengkan kepala saat bermain. Bahkan, terkadang mereka bisa menggerakkan kepala saat berbaring tengkurap atau telentang. Bunda juga akan mengamati bahwa frekuensi menggelengkan kepala meningkat saat bayi merasa bersemangat.
Seiring pertumbuhannya, bayi akan mulai memperhatikan perilaku orang lain dan mencoba berinteraksi dengan mereka. Jika ada anak lain di rumah, bayi akan meniru perilaku mereka melalui gerakan kepala dan tangan.
4. Bayi mulai bereksperimen
Sekitar usia 4 atau 5 bulan bayi senang mengeksplorasi sejauh mana mereka bergerak, beberapa bayi akan mulai menggelengkan kepala, sehingga menyebabkan seluruh tubuh mereka bergoyang.
Walaupun gerakan mengayun ini tampak mengkhawatirkan, sebagian besar bayi hal ini dianggap normal. Bahkan, sering kali ini adalah tahap awal bagi bayi untuk belajar duduk sendiri.
Pada usia sekitar 4 hingga 5 bulan, bayi mulai mengayun dan gemetar. Biasanya memiliki durasi tidak lebih dari 15 menit, mereka melakukan gerakan ini saat mereka merasa senang dan bersemangat. Hal lain yang sering membuat orang tua khawatir adalah kebiasaan bayi membenturkan kepala.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebiasaan ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dan biasanya dimulai sekitar usia 6 bulan.
Selama benturannya tidak keras dan bayi tampak bahagia, sebagian besar dokter anak tidak menganggap perilaku ini mengkhawatirkan. Kebiasaan membenturkan kepala ini biasanya berhenti pada usia 2 tahun.
5. Bayi menenangkan diri
Beberapa bayi merasa tenang dengan menggerakkan kepala mereka dari sisi ke sisi. Saat merasa terlalu terstimulasi, cemas, atau sedang mencoba untuk tidur bayi melakukan hal tersebut sebagai usaha menenangkan diri
Perilaku ini tentunya tidak berbahaya dan membantu bayi mengatasi rasa cemasnya dalam situasi yang baru, Bunda.
6. Bayi mendengarkan suara
Biasanya bayi akan mengarahkan kepalanya ke arah suara yang dikenal atau menarik, seperti suara keras atau suara orang tua.
Jika ada lebih dari satu orang berbicara atau ada beberapa suara yang bersaing di ruangan, bayi akan menggerakkan kepalanya ke depan dan belakang dan mencoba mengikuti suara tersebut. Gerakan kepala bayi akan berhenti ketika lingkungan mulai tenang.
7. Bayi mulai berkomunikasi
Sebelum bayi bisa berbicara, mereka bisa memahami kata-kata dengan baik. Alhasil, mereka mulai mengerti sebagian dari apa yang orang tua atau pengasuh katakan kepada mereka sekitar usia enam bulan.
Bayi bisa menggunakan gerakan menggelengkan kepala sebagai cara untuk berkomunikasi. Ketika menginjak usia satu tahun, sebagian besar bayi menggelengkan kepala sebagai tanda penolakan atau rasa frustrasi.
Hal yang harus diwaspadai saat bayi sering geleng-geleng kepala
Dilansir dari Healthline, Bunda perlu khawatir ketika bayi sering geleng-geleng kepala dan disertai dengan gejala berikut ini:
- Tidak berinteraksi dengan Bunda, Ayah atau saudara lainnya
- Tidak menunjukkan gerakan mata yang normal
- Menunjukkan adanya benjolan atau bintik-bintik botak karena sering membenturkan kepala
- Mengalami gemetar yang meningkat saat merasa cemas
- Menunjukkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri
- Gagal mencapai tonggak perkembangan yang diharapkan menurut saran dokter
- Tidak merespons suara Bunda atau suara lainnya
- Melanjutkan perilaku ini setelah melewati usia 2 tahun
Jika Bunda mengamati salah satu dari tanda-tanda ini pada bayi, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan bantuan yang tepat.
Demikian ulasan tentang bayi sering geleng-geleng kepala. Semoga bermanfaat untuk antisipasi kesehatan Si Kecil, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Unik Bun! Ini Karakter Anak Berdasarkan Zodiak, Mulai dari Aquarius Hingga Capricorn
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pahami Tanda Bahaya Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Angkat Kepala Sendiri
Ini Alasan ASI Bisa Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil
Bolehkah Bayi 3 Bulan Minum Air Putih?
5 Kriteria Makanan untuk Perkembangan Bayi 6-12 Bulan
TERPOPULER
9 Kebiasaan Tak Terduga Orang Tua yang Bisa Membentuk Anak Jadi Baik Hati Menurut Psikolog
Persiapan Nikah, Jennifer Coppen dan Justin Hubner Unggah Foto Berlatar Biru
Glaukoma pada Ibu Hamil, Seberapa Bahaya dan Bagaimana Penanganannya?
7 Ide Makeup Bridesmaid ala Artis Indonesia, Simpel dan Memesona
Bolehkah Bayi Cegukan Diberi ASI? Ketahui Aturan Pemberian & Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Terungkap! Ini Alasan Brooklyn Putuskan Hubungan dengan Victoria dan David Beckham
9 Kebiasaan Tak Terduga Orang Tua yang Bisa Membentuk Anak Jadi Baik Hati Menurut Psikolog
Bolehkah Bayi Cegukan Diberi ASI? Ketahui Aturan Pemberian & Cara Mengatasinya
Glaukoma pada Ibu Hamil, Seberapa Bahaya dan Bagaimana Penanganannya?
5 Fakta Menarik Nam Ji Hyun Bintang Drakor 'To My Beloved Thief', Ternyata Lulusan Psikologi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sesumbar Eva Manurung Kini Jadi Kenyataan saat Virgoun Nikahi Inara Rusli
-
Beautynesia
Profil Martina Ayu Pratiwi, Atlet Perempuan yang Borong Medali SEA Games 2025
-
Female Daily
Tampil Anggun dengan Adat Jawa, Intip Penampilan Patricia Schuldtz saat Menikah!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Kisah Wanita yang Melahirkan Anak Kembar di Usia 52, Punya Trik Sendiri
-
Mommies Daily
Review Buku Broken Strings Karya Aurélie Moeremans: Berbagai Pelajaran Berharga untuk Orang Tua dan Pandangan Penting dari Psikolog