PARENTING
Benarkah Bayi Mengerti Arti Pelukan Bunda?
Mutiara Putri | HaiBunda
Jumat, 19 Jul 2024 04:00 WIBBunda dan Ayah termasuk orang tua yang senang memberikan pelukan pada Si Kecil? Benarkah pelukan ini sudah bisa dimengerti oleh bayi, ya?
Pelukan merupakan sentuhan erat yang terjadi dua arah antara orang tua dn anak. Dengan memeluk, Si Kecil akan merasa aman, dihargai, serta diakui.
Hal ini turut diungkapkan oleh seorang psikolog anak, remaja, dan keluarga, Sani Budianti, S.Psi, Psi. Ia menyebut pelukan ini bisa diberikan dalam berbagai momen istimewa.
"Dekapan yang erat memberikan rasa aman. Tentunya manfaatnya memberikan rasa secure, anak merasa dihargai, diakui keberadaannya. Dan biasanya pelukan atau dekapan hangat ini diberikan sebelum tidur, ketika bangun pagi, atau sebelum bepergian jauh, serta ketika anak sedang bersedih. Biasanya dekapan itu membuat mereka bisa merasa jauh lebih tenang," paparnya pada HaiBunda baru-baru ini.
Bayi bisa merasakan pelukan Bunda
Tidak hanya diberikan kepada anak yang sudah berusia besar, nyatanya Bunda dan Ayah juga perlu memberikan pelukan ini kepada bayi. Ketika memeluknya, bayi pun dapat memahami maknanya.
Menurut Sani, ketika Bunda dan Ayah memeluk bayi, Si Kecil akan merasa nyaman. Tidak hanya itu, mereka juga akan membangun kepercayaan dengan kedua orang tuanya.
"Jadi, sebenarnya dari kecil, dari bayi, boleh banget dipeluk, didekap, dan anak merasakan secure. Munculnya security feeling, rasa aman dari seorang bayi, dan juga terbangunnya trust, kepercayaan. Rasa percaya kepada orang tua. Jadi, sejak dini, silakan (bayi) diberikan pelukan," paparnya.
Tips memberikan pelukan untuk anak
Dalam kesempatan yang sama, Psikolog Sani turut memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan jika Bunda ingin memberikan pelukan pada Si Kecil. Berikut ini Bubun bagikan deretannya:
1. Perhatikan emosi anak
Ketika anak beranjak besar, biasanya mereka akan menolak untuk dipeluk. Karena itu, carilah momen yang tepat dan perhatikan emosi anak.
"Kalau anaknya semakin besar, makin tidak mau (dipeluk). Mungkin cara tekniknya juga dicari momennya. Dicari mood-nya, jangan anak lagi tidak mau dipeluk, jadinya dia marah," tutur Sani.
2. Buat pelukan menjadi kebiasaan
Selanjutnya, Sani menyarankan agar membuat pelukan ini menjadi sebuah kebiasaan yang dibangun dalam keluarga. Caranya pun bisa dimulai dengan mengajarkan anak saling memeluk saudaranya.
"Bangun kebiasaan (memeluk). Kalau dibangun kebiasaan, orang tua juga saling bisa berpelukan di depan anak, orang tua ke anak juga bisa berpelukan," ujar Sani.
"Jadi sebenarnya ini bisa jadi kebiasaan yang baik. Kadang-kadang adik-adik juga bisa saling berpelukan. Apalagi kalau ada momen-momen penting," imbuhnya.
3. Pilih momen tertentu
Pilihlah momen terbaik untuk membangun kebiasaan berpelukan di antara keluarga, Bunda. Beberapa momen yang bisa dipilih seperti sebelum tidur, perayaan ulang tahun, ketika anak tantrum, dan sebagainya.
"Misalnya mungkin ada waktu-waktu yang dipilih, ya. Bangun tidur atau sebelum tidur, sebelum bepergian atau momen-momen penting seperti ulang tahun dan terutama untuk anak yang tantrum," ujarnya.
"Selesai anak tantrum, orang tua boleh mendekat memeluk anak untuk memberikan rasa hangat dan ketenangan supaya anak tidak emotionally high. Biasanya kalau anak yang tantrum atau punya temper tantrum, biasanya dipeluk supaya merasakan ketenangan," tambah Sani.
Demikian informasi tentang bayi yang mengerti arti pelukan dari orang tuanya. Semoga dapat memberikan manfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Manfaat Pelukan untuk Anak, Bisa Membangun Ikatan Batin Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Speaker Karaoke Portable 80W: Cukup Kuat Buat Acara Outdoor?
-
Beautynesia
Trueve Luncurkan Acne Soothe Series, Solusi Baru Atasi Jerawat dengan Teknologi AI
-
Female Daily
no na Tampil Memukau di Head In The Clouds 2026, Intip Fashion Colorful Mereka
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Foto: Pesona Nicole Rossi 'Asmara Gen Z', Ini Rahasia Cantiknya
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love