PARENTING
3 Kata-kata Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Menurut Pakar Harvard
Mutiara Putri | HaiBunda
Sabtu, 28 Dec 2024 18:20 WIBKecerdasan tidak hanya dinilai dari nilai akademik, Bunda. Sebagai orang tua, terkadang Bunda dan Ayah melupakan kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ).
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, menjadi cerdas secara emosional berarti selaras antara emosi diri dan emosi orang lain. Jika cerdas secara emosional, anak akan mampu mengidentifikasi, mengelola, bahkan mengantisipasi perasaan diri atau orang lain.
Istilah ini diciptakan oleh psikolog bernama Daniel Goleman, PhD. Konsep ini tertuang langsung dalam bukunya yang terbit pada 1995, Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ.
"Sederhana dan jelas, kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk merasakan, memahami, dan mengelola emosi," ujar salah seorang yang juga menggali konsep ini, Psikolog Grace Tworek, PsyD, dikutip dari Cleveland Clinic.
"EQ mengacu pada cara anda mengelola emosi sendiri dan memahami bagaimana emosi tersebut dirasakan oleh orang lain," sambungnya.
Kecerdasan emosional penting untuk dimiliki anak karena bisa membantu mereka tetap tenang meski berada di bawah tekanan. Tidak hanya itu, mereka juga bisa mengelola momen canggung dengan baik dan berhubungan dengan siapapun yang mereka temui.
Semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki anak, maka semakin baik mereka dalam memahami perasaannya sendiri dan perasaan orang-orang yang ada di sekitarnya. Hal ini akan membantu mereka berhubungan dengan orang lain dengan lebih baik, lebih berempati, dan tetap rendah hati bahkan di tengah masa-masa sulit.
Kata yang meningkatkan kecerdasan emosional
Sebagai peneliti EQ lulusan Harvard sekaligus Bunda tiga anak, Dr. Jenny Woo mengungkapkan bahwa ada beberapa kalimat yang bisa diucapkan orang tua untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak. Melansir dari laman CNBC Make It, berikut ini deretannya:
1. "Bagaimana kamu menggambarkan perasaan ini?"
Ketika anak-anak mengamuk, sering kali hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki bahasa dan keterampilan untuk mengekspresikan diri. Bunda bisa membantu mereka mengembangkan literasi emosional agar lebih memahami dan mengelola perasaan mereka.
Seorang anak mungkin mengatakan mereka sedang sedih, padahal sebenarnya mereka merasa kesepian, malu atau disalahpahami. Dengan membekali anak dengan lebih spesifik kata-kata seperti frustrasi, kecewa, atau gugup, Bunda akan memberdayakan mereka untuk mengenali dan mengartikulasikan emosinya.
Bunda bisa memasukkan kosakata emosional ke dalam rutinitas sehari-hari mereka untuk meningkatkan kesadaran diri dan kesadaran sosial anak-anak dengan cara yang berbeda. Misalnya saja sebagai berikut:
- Saat mendengarkan atau menyanyikan sebuah lagu, gambarkan perasaan yang ditimbulkan oleh lagu tersebut dalam diri Bunda.
- Saat menonton TV bersama, bicarakan tentang kemungkinan emosi yang dirasakan karakter dan bagaimana perasaan Bunda dalam situasi yang sama.
- Menjelang akhir hari, berbincanglah tentang emosi yang dialami hari itu.
2. "Bunda tidak dalam kondisi terbaik hari ini, dan itu tidak masalah"
Sebagai orang tua, Bunda sering kali merasa tertekan untuk tetap tenang dan menyembunyikan emosi tersebut. Namun, hal ini bisa menjadi standar yang tidak realistis bagi anak.
Ironisnya, semakin Bunda menekan emosi, semakin besar kemungkinan komentar atau perilaku pemicu ledakan amaran.
Bunda harus memberikan contoh ekspresi emosi yang sehat dengan membagikan perasaan dalam cara yang dapat dipahami oleh anak. Ini tidak berarti membebani mereka dengan masalah Bunda, namun menunjukkan bahwa merasakan berbagai emosi dan mendiskusikannya secara terbuka adalah hal yang wajar.
Misalnya ketika Bunda marah karena kewalahan, alih-alih menyembunyikan rasa bersalah dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa, Bunda bisa menggunakannya sebagai momen pembelajaran untuk mengatakan emosi yang sulit.
Ketika Bunda secara terbuka mengatasi emosi diri sendiri, Bunda menunjukkan kepada Si Kecil bahwa memiliki emosi yang kuat adalah hal yang wajar dan sangat penting membicarakan perasaan tersebut.
3. "Emosimu nyata dan valid"
Bunda harus menjaga perasaan anak dengan mengaturnya bersama mereka. Hindari meremehkan masalah emosional mereka dengan kata-kata seperti, 'Itu bukan masalah yang besar'. Bagi anak, perasaan adalah hal yang sangat nyata.
Penting untuk mengakui emosi anak dan memberikan contoh ekspresinya. Hal ini akan mengingatkan mereka bahwa meskipun mereka tidak selalu dapat mengontrol apa yang terjadi dalam dirinya, mereka memiliki kekuatan untuk mengatur cara mereka merespons situasi yang menyakitkan dan memicu kecemasan.
Demikian informasi tentang kata-kata yang bisa meningkatkan kecerdasan emosional anak, Bunda. Semoga bisa memberikan manfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Tips Menumbuhkan Empati pada Anak Melalui Permainan dan Cerita
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Hal yang Bukan Tanggung Jawab Anak, Salah Satunya Pelampiasan Emosi
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Ini 7 Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Pintar
Potret Anak Kedua Rizki DA dan Istri Hersa Rahayu yang Baru Lahir
Ikan Nila Hitam jadi Ancaman di Negara Tetangga RI, Ini Bahayanya
Manfaat Merendam Kaki di Air Garam, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Lebih Relaks?
8 Kalimat Sederhana yang Bisa Bikin Komunikasi Orang Tua dan Anak Lebih Baik
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ini 7 Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Pintar
Potret Anak Kedua Rizki DA dan Istri Hersa Rahayu yang Baru Lahir
Manfaat Merendam Kaki di Air Garam, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Lebih Relaks?
Ikan Nila Hitam jadi Ancaman di Negara Tetangga RI, Ini Bahayanya
3 Cara Membuat Bumbu Pepes Tahu Spesial yang Enak dan Gurih Bikin Ketagihan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ruang Tamu Terasa Kosong? Lemari Buffet Gaya Industrial Ini Bikin Beda
-
Beautynesia
3 Kalimat 'Biasa' yang Bisa Memicu Orang Bermental Lemah Tersakiti
-
Female Daily
Self-Care Makin Lengkap, EVER House Darmawangsa Hadirkan Beauty hingga Wellness dalam Satu Destinasi
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pesona Song Hyo Kye Cantik Effortless, Berbalut Gaun Kristal di Paris
-
Mommies Daily
Mau Mulai Dating Lagi setelah Jadi Single Parent? 7 Hal Ini Sebaiknya Dipersiapkan Dulu