HaiBunda

PARENTING

Anak Pertama Perempuan Cenderung Jadi Anak Kesayangan Orang Tua, Ini Alasannya

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Minggu, 02 Mar 2025 04:30 WIB
Ilustrasi Anak Perempuan Pertama/Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Anak pertama kerap dijadikan sebagai contoh oleh adik-adiknya. Tidak hanya itu, penelitian bahkan mengungkap bahwa anak perempuan pertama cenderung jadi anak kesayangan kedua orang tuanya.

Anak pertama sering kali mendapat perhatian khusus dari orang tua karena dianggap sebagai penerus pertama dalam keluarga. Selain itu, anak pertama juga menjadi harapan besar bagi orang tua.

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin, telah menjelaskan tentang anak perempuan pertama yang cenderung jadi anak kesayangan kedua orang tuanya. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah menunjukkan kepada semua pihak bahwa pilih kasih pada anak tidak akan berakhir baik.


Penelitian anak perempuan pertama

Dikutip dari laman Business Insider, para peneliti dari Universitas Brigham Young menganalisis data lebih dari 19.000 peserta dalam 30 studi dan 14 basis data di seluruh Amerika Utara dan Eropa Barat.

Mereka meneliti bagaimana urutan kelahiran, jenis kelamin, tempramen, dan kepribadian, berperan dalam pilih kasih. Studi ini menemukan bahwa orang tua cenderung menyukai anak pertama, anak yang menyenangkan, dan anak perempuan.

Anak perempuan mungkin lebih disukai daripada anak laki-laki karena mereka lebih memiliki kontrol yang baik. Mereka juga mampu untuk duduk diam dan mengabaikan gangguan.

Selain itu, anak perempuan pertama secara alami bisa mengambil lebih banyak tanggung jawab dan meringankan beban rumah tangga.

"Orang tua secara alami dapat memberikan berbagai hal pada mereka," kata terapis yang berpraktik di California, Annie Wright.

Annie menambahkan bahwa ada banyak budaya mensosialisasikan anak perempuan untuk menjadi lebih ekspresif secara emosional, empati, dan komunikatif. Sikap ini yang mungkin lebih membuat mereka lebih disukai dan lebih mudah terikat dengan orang tua.

Konsekuensi menjadi anak kesayangan

Ketika menjadi anak kesayangan, ada 'sisi bayangan' yang harus dipenuhi seperti menyenangkan orang dan merasakan tekanan tanpa henti. Seiring waktu, hal ini akan menyebabkan rasa benci serta ketegangan antara saudara kandung, Bunda.

Tidak hanya itu, anak perempuan pertama yang diberi lebih banyak tugas ketika dewasa bisa merasa terlalu bertanggung jawab terhadap orang lain. Mentalitas ini pada akhirnya dapat menempatkan mereka pada posisi sebagai pengasuh dalam keluarga.

Annie mengungkapkan meski dengan banyaknya tekanan yang harus dihadapi oleh anak perempuan pertama, mereka bisa berjuang dengan ekspresi diri dan kemandirian di kemudian hari.

Sifat anak pertama

Menilik dari laman Med Psych Systems, ada beberapa sifat yang melekat pada anak pertama, Bunda. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya:

1. Protektif

Menjadi anak pertama membuat mereka diandalkan untuk menjaga dan membantu adik dalam berbagai hal. Kebiasaan ini akhirnya membuat anak pertama merasa selalu bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi keluarga.

"Anak pertama cenderung memiliki skor tinggi dalam hal kehati-hatian karena peran orang tua pengganti dalam keluarga dan tanggung jawab yang menyertainya," jelas dr. Catherine Salmon, profesor psikologi di University of Redlands, dikutip Med Psych Systems.

2. Perfeksionis

Di Indonesia sendiri cukup banyak orang tua yang memasang standar tinggi kepada anak pertama dalam segala hal. Alasannya tentu saja agar anak pertama bisa menjadi contoh baik untuk saudara-saudaranya.

Standar yang tinggi tersebut membuat anak pertama melekat dengan sifat perfeksionis atau ingin sempurna dalam segala hal yang dilakukan. Hal ini menjadi salah satu upaya anak pertama untuk berhasil mencapai standar tinggi yang diharapkan oleh orang tua.

3. Pintar Berkomunikasi

Anak pertama biasanya pintar berkomunikasi, mampu menyampaikan ide dan pendapat mereka dengan jelas. Untuk mendukung keterampilan ini, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak pertama untuk berbicara di depan umum, serta mengajarkan cara berkomunikasi yang efektif dan empati.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali Ciri Anak Keras Kepala dan Cara Mendidiknya agar Patuh & Lembut

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen

Mom's Life Amira Salsabila

Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

Mom's Life Amira Salsabila

Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan

Kehamilan Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek Sebelum Meninggal

Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

20 Kado Anniversary Pernikahan untuk Pasangan yang Bagus dan Berguna

Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK