PARENTING
5 Ciri Orang Tua Akan Punya Hubungan Tidak Sehat dengan Anak Remajanya
Kinan | HaiBunda
Jumat, 07 Mar 2025 04:30 WIBSetiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk sampai usia remaja. Namun dalam upaya mencapai hal tersebut, sering kali orang tua terjebak dalam pola asuh keliru, yang bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak. Seperti apa saja ciri-ciri orang tua yang akan memiliki hubungan tidak sehat dengan anak remajanya?
Dikutip dari Huffington Post, penting untuk orang tua pahami tentang istilah gradual release. Menurut Psikolog Meredith Sjoberg, ini adalah frasa yang digunakan para pakar dan psikolog untuk menggambarkan langkah-langkah kecil yang diambil orang tua dalam melepas dan menumbuhkan kemandirian anak-anak remaja.
Namun seringnya yang terjadi justru penerapan helicopter parenting, di mana orang tua terlalu terlibat dalam setiap aspek kehidupan anak, termasuk keputusan-keputusan yang seharusnya bisa mereka ambil sendiri.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Youth, ditemukan bahwa pola asuh helikopter selama masa remaja dan dewasa awal dapat menghilangkan waktu belajar bagi anak.
"Padahal ini merupakan kesempatan penting bagi anak-anak untuk terlibat dalam perilaku dan masa transisi menuju kedewasaan," demikian kesimpulan para peneliti dalam studi tersebut.
Ciri-ciri pola asuh orang tua yang tak sehat pada anak remaja
Lalu seperti apa saja ciri-ciri pola asuh orang tua terhadap anak remaja, yang berpotensi memberikan dampak buruk di kemudian hari? Berikut tanda-tanda seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Selalu mengingatkan anak tentang tenggat waktu
Memasuki usia remaja, anak seharusnya mulai belajar untuk mengelola waktu dengan baik. Mereka bisa menggunakan alat bantu seperti agenda atau aplikasi kalender untuk mengingatkan tentang deadline atau tenggat waktu.
Orang tua yang terlalu sering mengingatkan anak tentang tenggat waktu sebenarnya justru menghalangi mereka untuk merasakan konsekuensi dari kesalahan. Hal ini berujung pada hambatan perkembangan kemandirian dan mengelola tanggung jawab.
Meskipun terkadang orang tua merasa harus membantu, Psikolog Crystal Sandiford mengingatkan bahwa ini tak sepenuhnya diperlukan.
"Anak yang terlihat kesulitan soal mengatur waktu di rumah, sering kali dapat menyelesaikan tugas tepat waktu di sekolah tanpa bantuan orang tua. Ini menunjukkan bahwa orang tua kadang-kadang terlalu terbiasa mengingatkan anak, sehingga menghalangi mereka untuk belajar dari pengalaman dan memperbaiki diri," ungkap Sandiford.
2. Berkomunikasi atas nama anak dengan guru
Biasanya orang tua ingin memastikan anak mendapatkan hasil terbaik di sekolah atau dalam interaksi sosial. Namun jika orang tua terlibat secara berlebihan dalam komunikasi dengan guru atau orang dewasa lainnya, ini justru membuat anak jadi ketergantungan dan tidak mandiri.
Hal tersebut juga menunjukkan kurangnya kepercayaan orang tua pada kemampuan anak untuk mengambil keputusan sendiri. Anak-anak remaja seharusnya mulai belajar untuk mengelola urusan mereka sendiri dengan bimbingan yang minimal dari orang tua.
3. Segera menyelesaikan masalah anak
Orang tua sering kali merasa khawatir dan cemas saat melihat anak terlibat dalam masalah. Terlebih jika setelah diamati, masalah tersebut bisa dengan mudah diselesaikan oleh orang tua.
Dalam buku How to Raise an Adult, Julie Lythcott-Haims menceritakan tentang seorang mahasiswa yang menghubungi ibundanya untuk meminta bantuan karena tidak tahu bagaimana cara membawa kotak-kotak besar ke kamarnya di asrama.
Alih-alih membiarkan anaknya mencari solusi, sang Bunda langsung menghubungi petugas asrama untuk mengurusnya.
Padahal jika ibundanya tersebut memberi kesempatan kepada anaknya untuk mengatasi masalah itu sendiri, ia akan belajar keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah yang sangat penting dalam kehidupan dewasa kelak.
"Membiarkan anak menyelesaikan masalah secara mandiri justru membantu mereka menjadi lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan kehidupan," pesan Psikolog Meredith Sjoberg.
4. Terlalu ikut campur dalam tugas akademik anak
Pada usia yang lebih muda, misalnya di jenjang TK atau SD, wajar jika orang tua terlibat dalam membantu anak-anak dengan pekerjaan rumah atau memandu mereka dalam memilih kegiatan akademik.
Namun saat anak sudah beranjak remaja, orang tua seharusnya mulai memberikan mereka lebih banyak kebebasan dalam membuat keputusan terkait pendidikan.
Bukannya langsung mencarikan solusi tentang topik atau tugas secara detail, orang tua dapat mengarahkan anak untuk mencari bantuan dari teman, guru, atau pusat bimbingan di sekolah.
Terlibat dalam pilihan akademik anak secara berlebihan, baik dalam memilih mata pelajaran atau topik tugas, bisa membuat anak merasa bahwa mereka tidak mampu membuat keputusan sendiri.
5. Kurang mendisiplinkan anak sejak dini
Menurut Psikoterapis Sharron Frederick, anak-anak yang kurang atau tidak dibiasakan untuk disiplin rentan tumbuh dengan tidak memahami batasan.
"Anak-anak melihat dari orang tua untuk menentukan batasan-batasan yang ada dan konsekuensi yang dapat terjadi jika melanggar batasan-batasan tersebut," ungkap Frederick, seperti dikutip dari Healthline.
Meskipun niat orang tua umumnya baik dalam membantu anak, keterlibatan yang berlebihan dapat menghambat perkembangan kemandirian anak.
Dalam jangka panjang, hal ini bahkan dapat menghambat proses belajar anak untuk jadi individu tangguh dan siap menghadapi tantangan kehidupan dewasa.
Jadi, pastikan Bunda memberikan ruang bagi anak remaja untuk membuat keputusan, belajar dari kesalahan, dan mengelola tanggung jawab sendiri. Dengan begitu, Bunda dapat menciptakan hubungan yang lebih sehat dan mendukung perkembangan anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tips Persiapan Puasa untuk Anak agar Tetap Sehat & Semangat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Waspada, Ini Tanda Red Flag pada Anak Remaja yang Terlihat dari Bahasa Tubuhnya Menurut Pakar
9 Kesalahan Orang Tua pada Anak Remaja, Tanpa Disadari Membuat Anak jadi Nakal
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
6 Zodiak Dikenal Paling Humble, Pantang Bicara Sombong
5 Potret Outfit Aisha Anak Selebgram Miskah Shafa Curi Perhatian Netizen, Bikin Gemas!
Suami Bule Setia Temani Anggun Syuting di Gunung Kidul, Rela Panas-panasan & Digigit Nyamuk
Penyebab Bukaan Melahirkan 1 hingga Lengkap Berjarak Lama seperti Alyssa Daguise
10 Rekomendasi Tanaman Hias Artifisial yang Cocok Percantik & Segarkan Rumah
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kipas Angin Air Cooler Terbaik untuk Cuaca Panas Terik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Susu Stainless Steel Terbaik Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
15 Rekomendasi Merek Vitamin Ibu Hamil Trimester 1, Anti Lemas & Bikin Bayi Cerdas
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Panci Listrik Serbaguna yang Bagus, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Zodiak Dikenal Paling Humble, Pantang Bicara Sombong
5 Potret Outfit Aisha Anak Selebgram Miskah Shafa Curi Perhatian Netizen, Bikin Gemas!
10 Rekomendasi Tanaman Hias Artifisial yang Cocok Percantik & Segarkan Rumah
9 Resep Menu MPASI 9 Bulan Berkuah untuk Anak yang Susah Makan
Penyebab Bukaan Melahirkan 1 hingga Lengkap Berjarak Lama seperti Alyssa Daguise
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Story: Nikmatnya Soto Brokot Kikil, Sate Kikil yang Lembut Bikin Nagih
-
Beautynesia
5 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Cengkeh di Pagi Hari
-
Female Daily
Tampil Iconic sebagai Seong Huiju, Lirik 5 Outfit IU di ‘Perfect Crown’!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Risa Dewi, Ibu Alyssa Daguise Setia Dampingi Kelahiran Cucu Pertama
-
Mommies Daily
15 Psikolog Keluarga di Jakarta dan Tempat Praktiknya untuk Mengatasi Konflik Keluarga