PARENTING
Anak Sering Dibohongi Sejak Kecil, Cenderung Miliki 3 Sifat Ini saat Dewasa
Mutiara Putri | HaiBunda
Jumat, 25 Apr 2025 09:10 WIBKebiasaan orang tua yang suka berbohong pada anaknya mungkin terdengar sepele. Terlebih jika kebohongan itu disebutkan demi 'kebaikan' atau hanya untuk menenangkan Si Kecil sesaat.
Kalimat seperti 'Kalau kamu nakal, nanti kamu disuntik dokter' atau 'Kalau kamu begini terus, Bunda tinggal ya', adalah kalimat yang sering dipakai untuk mengancam atau menakut-nakuti anak. Tanpa disadari, kebiasaan ini akan meninggalkan jejak psikologis yang cukup mendalam bagi anak.
Kebiasaan Bunda membohongi anak sejak kecil ini juga akan membangun suatu sifat yang akan mereka miliki saat dewasa. Tidak hanya itu, kejujuran yang harusnya diajarkan sejak dini justru menjadi hal yang dianggap fleksibel atau tidak penting.
Sifat anak saat dewasa ketika sering dibohongi
Mengutip dari laman Psypost dan The Swaddle, ada beberapa sifat anak yang terlihat ketika dewasa saat mereka sering dibohongi. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya:
1. Suka melanggar aturan
Penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Experimental Child meneliti 379 orang dewasa Singapura dan meminta mereka untuk mengisi kuesioner secara online. Mereka juga diminta untuk mengingat kebohongan orang tua mereka saat kecil.
Saat menganalisis tanggapan mereka, para peneliti menemukan bahwa anak yang sering dibohongi saat kecil memiliki masalah adalah hal pelanggaran aturan serta perilaku yang mengganggu.
"Mengasuh anak dengan berbohong bisa menempatkan anak-anak pada risiko yang lebih besar untuk mengembangkan masalah seperti agresi, pelanggaran aturan, dan perilaku mengganggu," tulis para peneliti dalam jurnal tersebut.
2. Mengikis rasa kepercayaan anak
Penelitian yang dilakukan dengan bekerja sama dengan Universitas Toronto Kanada, Universitas California Amerika Serikat, San Diego, dan Universitas Normal Zhejiang China ini menemukan bahwa orang tua kerap mengatakan pada anak kejujuran adalah hal yang baik. Namun, ketika orang tua tidak melakukannya, mereka justru mengikis kepercayaan anak dan membuat anak memiliki sifat tidak jujur.
"Ketika orang tua memberi tahu anak-anak bahwa kejujuran adalah kebijakan terbaik namun menunjukkan ketidakjujuran dengan berbohong, perilaku seperti ini bisa mengirimkan pesan yang bertentangan pada anak," kata penulis utama sekaligus asisten profesor, Setoh Peipei.
"Ketidakjujuran orang tua pada akhirnya bisa mengikis kepercayaan dan mendorong ketidakjujuran pada anak-anak," sambungnya.
3. Anak menjadi pembohong
Anak-anak adalah peniru yang paling pandai, Bunda. Ketika mereka melihat Bunda dan Ayah yang sering berbohong di masa kecil, bukan hal yang tidak mungkin mereka akan menjadi orang dewasa yang juga suka berbohong.
Peipei mengungkapkan bahwa orang tua perlu mempertimbangkan perilaku suka berbohong ini. Ayah dan Bunda bisa mengakui perasaan anak sehingga mereka tumbuh menjadi apa yang diharapkan.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa mengasuh anak dengan berbohong adalah praktik yang berdampak negatif bagi anak-anak saat mereka besar nanti. Orang tua harus menyadari potensi ini dan mempertimbangkan alternatif berbohong seperti mengakui perasaan anak-anak, memberikan informasi sehingga anak-anak tahu apa yang diharapkan."
"Bunda juga bisa menawarkan pilihan dan memecahkan masalah bersama untuk mendapatkan perilaku yang baik dari anak-anak," sambung Peipei.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Cara Ajarkan Anak Laki-laki Menghargai Perempuan Sejak Dini
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
35 Quotes Parenting dari Tokoh Terkenal untuk Motivasi dalam Mendidik Anak
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang yang Pilih Matikan Musik saat Menyetir Mobil
Apa Itu Trimester Nol (0): Tren Baru dalam Persiapan Kehamilan
Terpopuler: Potret Tamara Bleszynski Hadiri Pernikahan Sang Putra
Mengenal Jintan Putih, Rempah Bermanfaat untuk Lancarkan ASI
Berapa Kalori Nasi Per Porsi? Bunda yang Sedang Diet Perlu Tahu
REKOMENDASI PRODUK
3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kebaya untuk Hari Kartini, Elegan dan Stylish
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet & Hemat Listrik di Bawah Rp2 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
Tim HaiBundaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Ummi Quary Berhasil Punya Rumah di Usia 24 Tahun, Kado Buat Diri Sendiri
Anak Ketahuan Berbohong? Ini Kalimat yang Perlu Diucapkan Orang Tua agar Mereka Mau Berkata Jujur
Mengenal Jintan Putih, Rempah Bermanfaat untuk Lancarkan ASI
Apa Itu Trimester Nol (0): Tren Baru dalam Persiapan Kehamilan
Suka 'Pursuit of Jade'? Ini 7 Drama China Historical Romantis yang Tak Kalah Seru
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Penjualan Tersebar hingga NTB, Pabrik Whip Pink di Jakpus Tak Punya Izin BPOM
-
Beautynesia
Sajikan Kisah Office Romance, Simak Poster Karakter Pemeran Utama Drakor Filing for Love
-
Female Daily
Nggak Perlu Bingung, Ini Cara Pilih Sunscreen yang Sesuai Kondisi Kulitmu!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tips Layering Stylish di Cuaca Panas, Ria Miranda Bongkar Rahasianya
-
Mommies Daily
Dari yang Serba Tradisi ke Serba Teknologi! Ini Perbedaan Cara Mengasuh Bayi dari Baby Boomers Hingga Gen Z