PARENTING
Ramai Kasus IDAI, Mulai dari Aksi Pita Hitam hingga Doa Bersama Selama 3 Hari
Mutiara Putri | HaiBunda
Senin, 05 May 2025 19:00 WIBKasus yang melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah ramai diperbincangkan, Bunda. IDAI bahkan membuat kegiatan doa bersama selama tiga hari berturut-turut.
Aksi pita hitam juga menggema di media sosial dan memicu rasa kecewa dari banyaknya dokter spesialis anak. Hal ini diduga bermula karena adanya mutasi atau pemindahan dokter yang dilakukan secara sepihak oleh Kementerian Kesehatan.
Mutasi ini ternyata sudah dilakukan secara mendadak sejak akhir tahun 2024 lalu, Bunda. Atas adanya kasus ini, IDAI disebut sedang berdiskusi dan akan mengambil langkah hukum.
Fakta kasus IDAI
Melansir dari berbagai sumber, ada beberapa fakta tentang kasus IDAI ini yang perlu Bunda pahami. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya:
1. Kronologi awal
Ramai mutasi secara sepihak ini diawali dengan adanya mutasi untuk ketua IDAI, dr. Piprim B. Yanuarso. Kebijakan ini tercantum dalam edaran yang diteken langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes RI Lanjutan, dr. Azhar Jaya.
Sebelumnya, dr. Piprim diketahui berpraktik sekaligus mengajar di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ia kemudian dimutasi secara sepihak ke RS Fatmawati.
Melansir dari laman detikcom, keputusan mutasi ini diduga berkaitan dengan wewenang kolegium yang akan dialihkan ke Kemenkes RI.
"Saya meyakini keputusan tersebut tidak lepas dari sikap organisasi IDAI yang menolak pengambilalihan kolegium oleh Kemenkes, IDAI merupakan organisasi profesi paling solid kolegiumnya, kolegium ilmu kesehatan anak indonesia KIKAI, tetap milik organisasi profesi," demikian anggapan viral yang beredar dan dinarasikan 'Kebijakan Paradoks Kemenkes RI', seperti dilihat detikcom.
2. Ketua IDAI Sumut dipecat
Merespon mutasi dr. Piprim, para teman sejawat pun berkomentar, Bunda. Salah satunya yang turut mengungkapkan pendapatnya adalah dr. Rizky Adriansyah, spesialis anak konsultan kardiologi anak.
Dalam video yang diunggah dr. Piprim melalui Instagram IDAI beberapa waktu lalu, diungkap bahwa dr. Rizky menulis pendapatnya tentang mutasi mendadak yang tengah terjadi. Diduga dampak dari postingan tersebut, dr. Rizky diberhentikan secara sepihak dari posisinya saat ini.
"IDAI berduka. Baru saja kami mendengar berita yang sangat mengagetkan kami semua, yaitu diberhentikannya sepihak secara mendadak, teman sejawat kami, dr. Rizky Adriansyah, spesialis anak konsultan, konsultan kardiologi anak, dan tidak boleh berpraktik di Rumah Sakit Adam Malik," ungkapnya mengutip dari Instagram @idai_ig.
"Hal ini erat diduga kaitannya dengan tulisan beliau yang mengomentari mutasi mendadak yang dilakukan kepada diri saya dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ke Rumah Sakit Fatmawati," ujarnya.
Dokter Rizky sendiri merupakan Ketua IDAI cabang Sumatera Utara, sekaligus ketua UKK Kardiologi anak yang pengalaman dan kemampuannya tidak diragukan.
"Dokter Rizky Ardiansyah yang pada hari ini diberhentikan sepihak adalah Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang Sumatera Utara sekaligus beliau adalah ketua UKK Kardiologi Anak yang skill dan intervnsi pengobatan kardiologi anak atau pengobatan jantung anak tidak lagi diragukan," tutur dr. Piprim.
3. Aksi pita hitam
Buntut dari masalah ini, per 2 Mei 2025, IDAI menyerukan Aksi Pita Hitam sebagai bentuk keprihatinan atas masalah yang menimpa rekan-rekan sejawatnya. Aksi ini rencananya akan dilaksanakan selama satu bulan hingga 2 Juni 2025 mendatang.
"Sejak Desember 2024, telah terjadi tindakan intimidasi dan kesewenang-wenangan terhadap IDAI, yaitu Sekretarius Umum PP IDAI dan Ketua UKK Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, berupa mutasi sepihak tanpa alasan jelas. Kemudian mutasi sepihak pada dr. Piprim (Ketua Umum PP IDAI), disusul dengan pemberhentian Ketua IDAI Cabang Sumur yaitu dr. Rizky Ardiansyah," jelas Instagram @idai_ig.
"Tindakan ini diyakini sebagai akibat dari ketidaksepahaman dengan Kemenkes dalam hal independensi kolegium. Tindakan ini melukai hak asasi manusia dan juga merugikan masyarakat, terutama pasien-pasien jantung, tumbuh kembang, dan hermatologi-onkologi," sambung pihak IDAI.
4. Doa bersama selama 3 hari
IDAI juga mengadakan doa bersama selama tiga hari berturut-turut mulai dari Senin-Rabu, 5-7 Mei 2025. Doa bersama ini merupakan salah satu cara IDAI menyuarakan pendapat mereka untuk mendapatkan jalan keluar.
"Doa bersama ini adalah suara nurani. Kami memohon keadilan dan keberanian dari seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung perjuangan, menjaga independensi ilmu kedokteran."
"Kami tidak akan diam. Demi anak-anak Indonesia, demi masa depan yang sehat dan berkeadaban," lanjut IDAI.
5. Dokter anak ikut menyuarakan pendapatnya
Atas adanya kasus ini, tidak sedikit dokter anak yang turut menyuarakan pendapat dan dukungannya untuk IDAI. Salah satunya adalah dr. Kanya Ayu SpA atau yang lebih dikenal dengan Momdoc.
"Karena tugas kami adalah melakukan pelayanan sebaik-baiknya untuk kemasyalahatan umat manusia, terbebas dari konflik kepentingan apapun dan manapun. Bismillah, saya bersama @idai_ig," tuturnya dalam akun Instagram @momdoc.id.
Tidak hanya dr. Kanya, dr. Lucky SpA juga turut mengungkapkan dukungannya untuk IDAI. Ia pun merasa apapun keputusannya, yang akan menjadi korban adalah anak-anak.
"Anak-anak yang seharusnya mendapat layanan terbaik dari dokter-dokter terbaik tapi justru menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan mereka. Kami hanya ingin satu hal, jangan ganggu hak anak untuk hidup sehat," ujarnya melalui akun @dr.lucky.sp.a.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Leher & Ketiak Si Kecil Gelap, Bun? Waspada Tanda Diabetes!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Viral Anak Alami Bocor Lambung Diduga Akibat Chiki Ngebul, IDAI Beri Penjelasan
Waspada Gagal Ginjal Akut, Ini 7 Tanda Bahaya pada Anak Menurut IDAI
5 Rekomendasi IDAI Terkait PTM di Indonesia, Orang Tua Punya Hak Memilih
PTM Terbatas dengan 100 Persen Siswa telah Diizinkan, Ini Rekomendasi IDAI Bun
TERPOPULER
Apakah THR Wajib Dizakati? Ini Hukumnya dalam Islam
Momen BCL Masak Rendang 7 Kg Jelang Lebaran, Habiskan Waktu hingga 6 Jam
Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal
Resep Bomdong Bibimbap, Makanan Viral Baru yang Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie
Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya
REKOMENDASI PRODUK
5 Obat Anti Mabuk Perjalanan untuk Anak agar Nyaman & Bebas Mual
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bakso Kemasan Enak dan Terjangkau, Daging Sapi Berkualitas!
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh Selama Libur Lebaran
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Android TV Box Terbaik & Terjangkau untuk Streaming dan Gaming 2026
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Tas Brand Lokal untuk Ibu & Mertua di Bawah Rp500 Ribu, Bagus Semua!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Alasan Warga Singapura Menolak Memiliki Anak di Tengah Krisis Kesuburan
Apakah THR Wajib Dizakati? Ini Hukumnya dalam Islam
Mengenal Gerakan Antivax, dari Sejarah hingga Dampaknya pada Kasus Campak
Resep Bomdong Bibimbap, Makanan Viral Baru yang Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie
Cerita Remaja yang Hanya Bisa Makan Makanan Serba Kuning dan Kering
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Cara Benar Pakai Bantal Leher agar Tidak Pegal Selama Perjalanan Mudik
-
Beautynesia
6 Cara Ampuh Agar Badan Tetap Wangi Seharian di Hari Raya
-
Female Daily
The Golden Scents Appreciation Night, Momen Scarlett untuk Rayakan dan Perkenalkan Parfum Barunya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Kristin Cabot Curhat ke Oprah Soal Tuduhan Selingkuh di Konser Coldplay
-
Mommies Daily
Bukan Sekadar Film Anak, Ini 8 Pelajaran Parenting dari Pelangi di Mars