PARENTING
Ketahui Porsi Makan Anak 1 Tahun, Jadwal Makan, dan Nutrisi yang Perlu Diperhatikan
Asri Ediyati | HaiBunda
Sabtu, 12 Jul 2025 23:30 WIBAnak di usia 1 tahun mulai beralih ke pola makan yang lebih mirip dengan pola makan orang tuanya. Pada usia ini, ASI memang masih menyediakan nutrisi penting dan perlindungan terhadap penyakit, tapi MPASI juga menjadi sumber nutrisi dan energi utama bagi anak.
Bicara tentang pemberian MPASI, mungkin Bunda ingin tahu seberapa banyak porsi makan anak 1 tahun. Pada umumnya, di usia ini, anak akan mengatur sendiri asupan makanannya berdasarkan apa yang dibutuhkan tubuhnya, jadi biarkan nafsu makannya menjadi panduan.
Akan tetapi, akan sangat membantu jika Bunda memiliki titik acuan. Selain itu, akan dibahas juga contoh jadwal makan, dan nutrisi yang perlu diperhatikan.
Hal ini mengingat balita memiliki perut yang kecil, jadi sajikan makanan yang mengandung banyak nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh sehat dan kuat. Menyajikan berbagai macam menu membantu anak mengembangkan selera untuk makanan sehat sejak dini.
Porsi makan anak 1 tahun yang tepat
Dikutip dari buku Resep Makanan Lokal Kementerian Kesehatan RI, porsi makan anak 1 tahun yaitu 3/4 - 1 mangkok ukuran 250 ml. Lalu, jika mengacu isi piringku, misalnya dalam satu porsi terdiri dari nasi (sumber karbohidrat) putih 5 sdm (sendok makan), bayam dan wortel (serat) 20 gram, hati ayam (sumber protein) 55 gram, garam 1/8 sdt (sendok teh), minyak 7,5 gram.
Lauk hewan diutamakan untuk usia 1 tahun. Lalu selain hati ayam, misalnya Bunda ingin lauk hewan yang lain, Bunda juga bisa memberikan ikan 60 gr, daging sapi 50 gr, telur 1 butir, atau ayam 60 gr.
Jadwal makan anak 1 tahun
Di usia 1 tahun, anak diberikan MPASI 3-4 kali dalam satu hari sesuai porsi makannya. Selain itu, diberikan selingan 1-2 kali dalam satu hari. Berikut ini, mengutip Solid Starts, contoh jadwal makan anak 1 tahun (menyesuaikan masing-masing):
- 06.30 Bangun tidur
- 07.00 Sarapan
- 09.00 Pemberian ASI
- 09.30 Tidur pagi
- 12.00 Makan siang
- 14.00 Pemberian ASI
- 14.30 Tidur siang
- 15.30 Pemberian makanan selingan
- 17.00 Makan malam
- 18.30 Pemberian ASI
- 19.00 Tidur malam
Aturan pemberian MPASI
Pada usia ini, anak yang telah berlatih mengunyah makanan padat selama beberapa bulan biasanya siap untuk makanan yang:
- Lunak dan dipotong kecil-kecil
- Lunak dan besar untuk mendorong latihan menggigit dan mencabik
- Diiris tipis atau diparut jika makanan tersebut membutuhkan banyak waktu untuk dikunyah, seperti daging yang dimasak
Pada usia ini, balita dapat memakan apa yang Bunda makan dengan sedikit modifikasi. Namun, anak mungkin terus memuntahkan makanan yang tidak dikunyah dengan saksama atau terasa lebih sulit untuk ditelan. Hal ini normal terjadi pada makanan seperti daging dan makanan yang berkulit seperti tomat.
Jika hal ini terjadi secara teratur, tawarkan makanan berbentuk stik untuk membantu anak lebih jauh "memetakan" mulut dan mengembangkan koordinasi mengunyah yang lebih baik.
Balita yang secara konsisten berlatih memakan berbagai bentuk, ukuran, dan tekstur makanan biasanya merupakan pemakan tingkat lanjut sekitar usia 18 bulan.
Namun, untuk meminimalkan risiko, Bunda harus mengubah makanan berisiko tinggi seperti popcorn, anggur utuh, tomat ceri utuh, dan kacang-kacangan hingga yakin dengan kemampuan anak untuk menggigit dengan ukuran yang tepat, tidak membuat mulutnya penuh, dan mengunyah dengan saksama.
Untuk makanan berisiko tinggi, salah satu cara terbaik untuk menjaga anak tetap aman adalah dengan mengajari anak cara makan makanan ini dengan aman. Hal ini termasuk mengajari anak untuk duduk saat makan, cara menggigit kecil, dan cara mengelola makanan ini di mulut, termasuk meludahkan makanan jika perlu.
Kandungan nutrisi penting dalam MPASI untuk bayi 1 tahun
Pada usia 1-2 tahun, balita membutuhkan berbagai macam makanan sehat. Bunda yang menentukan apa yang dimakan anak dari lima kelompok makanan. Kelima kelompok itu adalah makanan pokok, lauk hewani, sumber lemak sehat, buah dan sayur, serta kacang-kacangan.
Namun, dari kelima kelompok sumber nutrisi itu, ada nutrisi yang tak kalah penting yaitu zat besi. Dilansir KidsHealth, zat besi membentuk sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kadar zat besi yang rendah dapat memengaruhi pertumbuhan dan dapat menyebabkan masalah belajar dan perilaku serta anemia.
Setelah berusia 12 bulan, balita mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi dan mereka mungkin tidak mendapatkan cukup makanan kaya zat besi dalam makanan mereka.
Untuk membantu mencegah kekurangan zat besi, Bunda bisa batasi asupan susu anak hingga 480–720 mililiter sehari. Sertakan makanan kaya zat besi dalam makanan anak, seperti daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan makanan yang diperkaya zat besi.
5 Ide resep untuk memenuhi porsi makan anak 1 tahun
Ada beberapa ide resep masakan untuk anak 1 tahun yang dapat Bunda coba di rumah untuk memenuhi porsi makan anak 1 tahun. Berikut resepnya:
1. Puding makaroni
Bunda dapat mencoba membuat puding makaroni. Berikut resepnya seperti dikutip dari buku Resep MPASI Bayi Terfavorit karya Yully Herlina:
Bahan:
- 50 ml kaldu sapi
- 3 butir telur kuning ayam kampung
- 20 gram makaroni, rebus selama 20 menit
- 1 sdm keju parut
Cara membuat:
- Campur kaldu sapi dan telur dalam mangkuk tahan panas. Kocok hingga rata.
- Tambahkan makaroni, kukus selama 10 menit.
- Taburkan keju parut sebelum disajikan.
2. Bubur nasi daging cincang
Berikut resep bubur nasi daging cincang seperti dikutip dari buku 365++ Variasi Menu MPASI untuk Setahun karya Tanti Enggar & Rina Marwati:
Bahan:
- 2 sdm beras
- 2 sdm daging cincang tanpa lemak
- 300 ml air matang
- 40 gram kacang polong
Cara membuat:
- Masak beras dan air hingga mendidih, lalu masukkan daging cincang dan kacang polong.
- Masak semua bahan tersebut sambil diaduk-aduk sampai beras matang dan teksturnya lunak, angkat
- Sesuaikan tekstur dan tuang ke dalam mangkuk saji.
3. Pindang ikan
Bahan:
- 1 ekor ikan (bisa nila, mujair, patin, dll), potong 3 bagian
- 1 batang serai, memarkan
- 2 lbr daun salam
- 2 sdm kecap manis
Bumbu halus:
- 5 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 cm jahe
- 3 sdm minyak goreng untuk menumis
- 2 sdm air asam jawa
- 750 ml air2 cm kunyit
- 1/2 sdt ketumbar
- 1 sdt garam
Cara membuat:
- Tumis bumbu halus, daun salam, dan serai sampai harum.
- Masukkan ikan dan kecap manis. Aduk sebentar lalu tuangkan air.
- Tambahkan air asam jawa. Masak sampai bumbu meresap dan matang.
4. Nasi ayam kecap sayur
Bunda juga dapat memberikan nasi ayam kecap sayur untuk variasi menu makan Si Kecil. Berikut resepnya seperti dikutip dari buku Kemenkes RI, Buku Resep Makanan Lokal untuk Bayi, Balita, dan Ibu Hamil:
Bahan:
- 300 gr (3 centong) Nasi putih
- 120 gr (12 sdm) dada ayam filet, iris tipis
- 60 gr (6 butir) telur puyuh rebus
- 150 gr (2 buah besar) tahu putih, dipotong dadu
- 100 gr (10 sdm) pakcoy, potong 3 cm
- 40 gr (4 sdm) kecap manis
- 50 ml (5 sdm) air
- 20 gr (2 sdm) minyak
- 1 siung bawang putih, cincang halus
- 1/4 bawang bombai, iris batang daun bawang, potong-potong.
- Garam, gula, merica secukupnya
Cara membuat:
- Masukkan minyak ke dalam wajan. Tumis bawang putih hingga harum.
- Masukkan bawang bombai, aduk rata. Masukkan ayam, masak hingga berubah warna.
- Tambahkan tahu, telur puyuh rebus dan pakcoy, kecap manis, gula, garam, merica dan air. Aduk rata hingga matang.
- Masukkan daun bawang, aduk rata.
- Angkat dan sajikan.
5. Sup ikan patin
Bahan:
- 1 ekor kan patin, bersihkan, potong jadi 5 bagian, beri garam, lada, goreng, tiriskan
- 1 buah daun bawang, iris jadi 4
- 5 gram jahe, memarkan
- 1 siung bawang putih, memarkan
- 15 gram bawang bombai, iris besar
- 1 buah tomat, iris
- 1 sdm saus cabai kacang
- 1 sdt pepper spice soup Taiwan
- 1 sdt minyak wijen
- 5 gram garam
- 2 gram lada
- 1 sdm kecap manis
- 2 sdt jeruk nipis
- 1 buah cabai merah, iris
- 1 sdm mentega
- 4 tangkai daun ketumbar
- 1 liter air
Cara membuat:
- Tumis bumbu bersama mentega dan ikan, aduk sebentar.
- Tambahkan air, aduk perlahan, angkat.
- Sajikan dan taburkan daun ketumbar di atasnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Ternyata, ini Alasan Mengapa Bayi Memasukkan Benda ke Dalam Mulut
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Benarkah Kulit Kering pada Anak Bisa Sebabkan GTM? Ini Penjelasan Dokter
6 Tanda Anak belum Siap Makan Makanan Padat
7 Cara Menjaga Berat Badan Anak Usia 1 Tahun
Ingin Rambut Anak Lebat dan Sehat? Berikan 5 Makanan Ini
TERPOPULER
Intip 5 Momen Manis Isyana Sarasvati Bareng Suami Dokter Spesialis Kejiwaan
7 Ciri-ciri Ovulasi Tinggi dan Sedang dalam Masa Subur pada Perempuan
5 Potret Tingkah Dunia Anak Marcello Tahitoe saat Quality Time Bareng Sang Ayah
Jihan Fahira dan Primus Yustisio Lama Tak Tersorot, Intip Potretnya Bun
3 Resep Telur Dadar Padang yang Tebal dan Mengembang, Ini Cara Mudah Membuatnya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
8 Rekomendasi Yogurt untuk Ibu Hamil, Ketahui Risiko & Manfaatnya
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum Vitamin C, Cerahkan Wajah Kusam dan Bikin Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaTERBARU DARI HAIBUNDA
Intip 5 Momen Manis Isyana Sarasvati Bareng Suami Dokter Spesialis Kejiwaan
5 Potret Tingkah Dunia Anak Marcello Tahitoe saat Quality Time Bareng Sang Ayah
7 Ciri-ciri Ovulasi Tinggi dan Sedang dalam Masa Subur pada Perempuan
Jihan Fahira dan Primus Yustisio Lama Tak Tersorot, Intip Potretnya Bun
Waspada! Terlihat Aman, 5 Benda di Rumah yang Sering Jadi Penyebab Bayi Terluka
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Polisi Panggil Reza Arap Cs Minta Keterangan soal Kematian Lula Lahfah Besok
-
Beautynesia
7 Kebiasaan Kecil yang Memicu Kecemasan, Hindari!
-
Female Daily
The Face Palette Everyone Ends Up Using: Dior Universal Glow
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Aleena Putri Olla Ramlan Kini Sudah Remaja, Cantik Saingi Sang Mama
-
Mommies Daily
13 Kesalahan Komunikasi Pasangan Baru, Bisa Bikin Pernikahan Gagal!