PARENTING
Ketahui Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-6 Bulan agar Tak Terlewat
Kinan | HaiBunda
Rabu, 30 Jul 2025 23:30 WIBJadwal imunisasi anak usia 0 hingga 6 bulan penting untuk dipenuhi dengan tepat. Hal ini terutama guna mengoptimalkan daya tahan tubuh Si Kecil.
Ya, imunisasi merupakan langkah pencegahan spesifik untuk mencegah penyakit menular pada bayi dan juga balita. Efektivitas imunisasi akan lebih maksimal jika dilakukan secara bertahap dan lengkap.
Selain itu, Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyebutkan bahwa dalam waktu 4-6 pekan setelah imunisasi akan timbul antibodi untuk mencegah penularan penyakit. Diharapkan anak pun jadi lebih kuat dan tidak mudah tertular infeksi serta terkena sakit berat.
Manfaat imunisasi untuk kesehatan anak
Dikutip dari buku Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi Ketujuh Tahun 2024 yang disusun oleh Satgas Imunisasi IDAI, penyakit infeksi seperti polio, campak, dan difteri dapat dicegah dengan imunisasi.
IDAI juga menyebutkan bahwa imunisasi merangsang kekebalan spesifik di dalam tubuh bayi dan anak, sehingga mampu melawan penyakit-penyakit yang berbahaya, mencegah sakit berat, cacat dan kematian.
Jadwal imunisasi anak usia 0-6 Bulan
Menurut rekomendasi IDAI terbaru yang dirilis pada tahun 2024 dalam laman resminya, berikut ulasan tentang jadwal imunisasi anak usia 0-6 bulan:
1. Bayi baru lahir
Bayi baru lahir (usia kurang dari 24 jam) perlu mendapatkan imunisasi Hepatitis B (HB-1). Pemberian didahului penyuntikan vitamin K minimal 30 menit.
Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram, imunisasi hepatitis B sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali Bunda HBsAg positif dan bayi bugar berikan imunisasi HB segera setelah lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.
2. Bayi usia 0-1 bulan
Jadwal imunisasi berikutnya untuk bayi usia 0-1 bulan yakni Polio 0 dan BCG. Vaksin BCG sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan.
3. Bayi usia 2-4 bulan
Di usia 2 bulan, imunisasi yang perlu diberikan yakni: DPT-HiB 1, Polio 1, Hepatitis B-2, Rotavirus 1, PCV 1.
Nantinya di usia 3 bulan imunisasi yang perlu diberikan yakni: DPT-HiB 2, Polio 2, Hepatitis B-3. Lalu untuk bayi usia 4 bulan diberikan imunisasi yakni: DPT-HiB 3, Polio 3 (IPV atau polio suntik), Hepatitis B-4 dan Rotavirus 2.
4. Bayi usia 6 bulan
Nah, kemudian di usia 6 bulan, bayi perlu diberikan imunisasi PCV 3, Rotavirus 3 (pentavalen) dan Influenza 1.
Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4 sampai 10 minggu, harus selesai pada umur 32 minggu.
Sementara itu, vaksin influenza diberikan mulai umur 6 bulan, diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama 1 dosis.
Apa saja jenis vaksin yang diberikan pada usia 0-6 bulan?
Selain jadwal imunisasi, hal lain yang perlu juga dipahami oleh orang tua adalah masing-masing jenis vaksin dan manfaatnya bagi kesehatan anak. Berikut ulasan lengkapnya, Bunda:
1. Hepatitis B
Hepatitis B adalah infeksi serius akibat virus yang berpotensi menyebabkan kerusakan hati yang parah, termasuk peningkatan risiko penyakit hati kronis dan kematian. Anak-anak di bawah usia 5 tahun mungkin tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi apa pun.
Akan tetapi, anak-anak yang berusia lebih dari 5 tahun mungkin mengalami gejala seperti kelelahan, penyakit kuning, mual, dan muntah.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar semua bayi menerima vaksinasi hepatitis B untuk membantu mencegah infeksi.
2. Polio
Vaksin polio sangat penting untuk didapat oleh bayi, karena penyakit ini berpotensi menimbulkan kelumpuhan.
3. BCG
Imunisasi BCG (Bacille Calmette Guerin) dilakukan untuk melindungi bayi dari penyakit tuberkulosis (TB). Hal ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Selain menghindari penyakit tuberkulosis, vaksin BCG juga dapat mencegah terjadinya radang otak (meningitis) akibat dari komplikasi TB.
4. DPT
DPT merupakan singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Bisa diberikan pada bayi berusia 2-4 bulan dengan jeda pemberian 1 bulan.
Difteri sendiri merupakan penyakit akibat infeksi bakteri, yang dapat menyerang semua usia dan mengakibatkan sesak napas bahkan kematian. Batuk rejan atau pertusis dikenal sebagai penyakit 'batuk 100 hari', merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
Tetanus adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini menghasilkan neurotoksin yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan kejang otot.
5. PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)
PCV alias pneumokokus adalah gangguan paru-paru taraf sedang hingga berat yang sulit ditanggulangi jika terlanjur menginfeksi. Vaksin PCV diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan dengan booster pada usia 12-15 bulan.
6. Rotavirus
Virus Rotavirus menyerang sistem pencernaan dan berisiko dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Untuk mencegah hal ini terjadi, vaksin ini pun termasuk dalam tahapan imunisasi bayi baru lahir hingga usia 6 bulan.
7. Influenza
Vaksin influenza disuntikkan mulai usia 6 bulan. Untuk suntikan pertama pada usia 6 bulan, berikan 2 dosis vaksin dengan interval 4 minggu. Selanjutnya pengulangan setiap tahun satu kali menggunakan vaksin yang tersedia.
Tips meningkatkan imun bayi
Selain dengan memenuhi jadwal imunisasi secara bertahap dan lengkap, sebisa mungkin upayakan untuk memberikan ASI eksklusif untuk bayi.
Mulai usia 6 bulan, penuhi kebutuhan nutrisinya dengan makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi lengkap dan seimbang. Jaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar bayi.
Pastikan untuk selalu rutin mencatat jadwal pemberian vaksin dan berkonsultasi dengan dokter jika memang ragu. Penuhi hak Si Kecil untuk tumbuh sehat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Catat, Bun! Ini 7 Tips Mudah Mengajarkan Anak TK Menulis
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Benarkah Penggunaan Baby Walker Aman untuk Anak Belajar Jalan?
Bolehkah Bayi 3 Bulan Minum Air Putih?
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Speaker Karaoke Portable 80W: Cukup Kuat Buat Acara Outdoor?
-
Beautynesia
Trueve Luncurkan Acne Soothe Series, Solusi Baru Atasi Jerawat dengan Teknologi AI
-
Female Daily
no na Tampil Memukau di Head In The Clouds 2026, Intip Fashion Colorful Mereka
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Foto: Pesona Nicole Rossi 'Asmara Gen Z', Ini Rahasia Cantiknya
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love