HaiBunda

PARENTING

Aturan 80/20 dalam Pengasuhan Balita: Cara Menjaga Keseimbangan Emosi Orang Tua

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 13 Sep 2025 14:50 WIB
Ilustrasi Keluarga/Foto: Getty Images/Arisara_Tongdonnoi
Jakarta -

Bunda pasti pernah merasa kewalahan menghadapi tingkah laku balita yang bikin pusing. Kadang mereka lucu, tapi beberapa momen bisa bikin emosi orang tua naik turun.

Belum lagi ketika anak mulai menunjukkan sifat keras kepala atau tantrumnya di tempat umum. Rasanya, sabar itu seperti diuji tiap menitnya.

Tenang saja, Bunda, hal itu wajar dan banyak orang tua mengalami hal yang sama. Masa balita memang penuh dinamika, sekaligus sebagai kesempatan belajar bagi anak dan orang tua.


Sering kali orang tua bertanya-tanya, kapan harus memberikan batasan, dan kapan harus membiarkan anak untuk bereksplorasi? Jawaban itu ternyata bisa ditemukan lewat prinsip sederhana dalam aturan 80/20.

Lalu, seperti apa sebenarnya aturan 80/20 itu, dan bagaimana cara menerapkannya supaya Bunda tetap waras dan anak bisa belajar dengan maksimal?

Apa itu aturan 80/20 dalam pengasuhan balita?

Tingkah laku Si Kecil memang bisa bikin gemas sekaligus bikin kepala pening. Supaya momen bersama tetap asyik, perlu pendekatan yang tepat agar anak tetap bisa belajar dengan menyenangkan.

Namun, perlu strategi supaya orang tua tetap tenang menghadapi tantangan sehari-hari. Dengan begitu, anak pun bisa belajar dan berkembang dari setiap pengalaman mereka.

Dilansir dari Kidspot, seorang dokter anak dan pakar pengasuhan di Amerika Serikat, dr. Mike Milobsky, merekomendasikan aturan 80/20 sebagai panduan sederhana. Prinsip ini membantu orang tua mengetahui kapan harus bersikap tegas dan kapan cukup bersabar.

Dalam video TikTok terbarunya, dr. Mike menjelaskan secara gamblang maksud aturan ini.

"Aturan ini berarti 80 persen interaksi dengan balita sebaiknya netral atau positif, dan kita benar-benar hanya mendisiplinkan atau memberi batasan sekitar 20 persen saja. Satu dari lima," jelas dr. Mike Milobsky.

"Artinya, kita sebagai orang tua perlu menyesuaikan ekspektasi dan perilaku supaya bisa mencapai keseimbangan itu," tambahnya.

Cara menjaga keseimbangan emosi orang tua dengan aturan 80/20

Setelah mengenal apa itu aturan 80/20, Bunda bisa mulai menerapkannya untuk menjaga keseimbangan emosi dan interaksi positif dengan balita. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari Kidspot:

1. Bedakan mana situasi berbahaya dan yang tidak

Bunda bisa menilai apakah situasi yang terjadi benar-benar berisiko bagi anak atau tidak. Dengan membedakannya, orang tua bisa tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap hal-hal kecil.

"Dengan begitu, kita tidak merasa perlu terus-menerus mengoreksi, memberi batasan, atau mengubah perilaku mereka," ujar dr. Milobsky.

2. Gunakan pertanyaan reflektif saat emosi memuncak

Ketika Bunda merasa ingin bereaksi, cobalah berhenti sejenak dan tanyakan pada diri sendiri apakah reaksi itu benar-benar diperlukan. Dengan cara ini, emosi lebih terkontrol dan interaksi dengan anak tetap harmonis.

Langkah sederhana ini juga membantu orang tua menilai situasi secara lebih objektif. Anak pun bisa belajar bereksplorasi tanpa takut selalu ditegur atau dibatasi.

3. Atur lingkungan dan aktivitas anak

Memberikan ruang bagi anak untuk eksplorasi tanpa terlalu banyak larangan membuat mereka lebih bebas belajar dan bermain. Bunda bisa memilih tempat aman yang memungkinkan anak untuk bergerak mencoba hal-hal yang baru.

4. Temukan keseimbangan dalam memberikan batasan

Bunda bisa mulai dengan memberi anak kesempatan mencoba hal-hal kecil sendiri, sambil tetap mengamatinya. Cara ini membantu anak belajar mengambil keputusannya sekaligus merasakan konsekuensi dari tindakannya.

Anak dapat bereksplorasi dan belajar dari pengalamannya tanpa merasa selalu dibatasi. Keseimbangan seperti ini juga membuat interaksi sehari-hari mereka terasa lebih menyenangkan.

Dengan menerapkan prinsip 80/20, suasana di rumah jadi lebih nyaman dan interaksi dengan anak terasa lebih menyenangkan. Anak bisa belajar lebih banyak, orang tua tetap tenang, dan keluarga pun lebih bahagia.

"Rumahmu akan lebih bahagia. Kamu akan lebih bahagia. Anakmu juga akan lebih bahagia," kata dr. Mike Milobsky.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tips Menyikapi Anak yang Terpapar Konten & Berita Negatif di Media Sosial

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen

Mom's Life Amira Salsabila

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

Mom's Life Amira Salsabila

Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia

Mom's Life Annisa Karnesyia

Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

20 Kado Anniversary Pernikahan untuk Pasangan yang Bagus dan Berguna

Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah

5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen

USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK