PARENTING
7 Cara Bangun Kesiapan Anak Hadapi Transisi TK ke SD
Kinan | HaiBunda
Rabu, 29 Oct 2025 14:10 WIBKetika Si Kecil naik jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka akan menghadapi masa transisi yang kadang tidak mudah. Adakah cara untuk membangun kesiapan anak hadapi masa transisi ini?
Ya, meski terlihat biasa saja bagi orang dewasa, tapi nyatanya hal ini mungkin membuat anak-anak kesulitan.
Mereka tak hanya perlu beradaptasi dengan suasana sekolah yang baru, tapi juga berlatih meningkatkan keterampilan sosial, emosional, dan kemandirian.
Pentingnya peran orang tua dalam masa transisi anak
Dalam memasuki jenjang pendidikan baru, hal yang paling sering diutamakan biasanya berupa kesiapan kognitif.
Sebagian besar upaya intervensi yang dilakukan berfokus pada keterampilan kognitif dan kemampuan regulasi diri anak. Padahal, aspek sosial dan emosional juga tak kalah penting bagi masa transisi anak ke sekolah baru.
Padahal dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Encyclopedia of Early Childhood Development, kualitas bonding antara orang tua dan anak, sangat berkaitan dengan kemampuan adaptasi awal anak di sekolah.
Para peneliti dari University of California, Amerika Serikat, juga menemukan bahwa dampaknya bahkan berpengaruh dalam jangka panjang.
Hubungan yang 'hangat' antara orang tua dan anak, misalnya orang tua tanggap terhadap pertanyaan dan emosi anak, mampu memberikan struktur serta batasan yang seimbang, cenderung memiliki anak yang lebih berhasil pada tahun-tahun awal sekolah dan mampu berinteraksi dengan baik dengan teman sebayanya.
Cara membangun kesiapan anak hadapi transisi sekolah
Tak sedikit anak mengalami kesulitan saat menghadapi transisi, yang sering kali menjadi pemicu munculnya berbagai perilaku negatif.
Mulai dari merengek atau menunda-nunda, hingga yang mengkhawatirkan seperti tantrum dan muncul ledakan emosi.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak menghadapi masa transisi sekolah ini dengan lebih mudah. Berikut ulasannya, Bunda:
1. Ciptakan rutinitas baru
Bunda bisa memulainya dengan rutinitas waktu tidur dan kegiatan di pagi hari. Struktur yang dapat diprediksi bisa menenangkan dan membantu anak untuk 'menyiapkan diri'.
"Jika seorang anak tidak mau berpindah aktivitas karena mereka menyukai konsistensi dan rutinitas, maka mulailah dengan membangun konsistensi, rutinitas, dan struktur baru dalam proses transisi itu sendiri," ungkap neuropsikolog klinis, Michael Rosenthal, PhD, dikutip dari Child Mind Institute.
2. Berikan gambaran tentang aktivitas baru
Selain rutinitas, gambaran tentang sekolah dan aktivitas di tempat baru juga bisa membantu anak menjalani kegiatannya.
Sebagai contoh, Rosenthal menyarankan untuk orang tua melakukan role-play untuk melatih perpindahan dari satu aktivitas ke aktivitas lain, serta agar anak turut merasa terlibat dalam prosesnya.
Kemudian di pagi hari saat bersiap sekolah, berikan perkiraan waktu dan penjelasan tentang apa yang akan terjadi disertai hitung mundur.
Misalnya: dalam 20 menit, lalu 10 menit, kemudian 5 menit lagi waktunya menyelesaikan sarapan dan berangkat ke sekolah. Hal ini membantu anak mempersiapkan diri secara emosional terhadap suatu kegiatan.
3. Gunakan musik
Terutama bagi anak-anak yang lebih kecil, lagu dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk membantu menjalankan rutinitas dan mempermudah transisi.
Bunda bisa menggunakan lagu tentang sekolah baru, tentang rutinitas mandi atau sarapan, tentang menyikat gigi, atau lagu-lagu lainnya dari berbagai situasi.
4. Gunakan isyarat visual
Beberapa anak mungkin lebih terbantu dengan isyarat visual. Misalnya dengan menggunakan ilustrasi atau bagan bergambar yang menjelaskan tentang sekolah dan kegiatan baru.
5. Terapkan apresiasi dan konsekuensi yang sesuai
Psikolog klinis, Matthew Rouse, PhD, menjelaskan bahwa apresiasi dan penghargaan dapat menjadi alat yang efektif untuk berbagai kondisi. Misalnya berupa stiker, camilan, atau sistem poin yang dapat ditukar dengan hadiah nyata.
Ketika anak sudah terbiasa melakukan transisi dengan baik, sistem tersebut dapat secara bertahap dikurangi.
"Jika masa transisi tidak berjalan lancar, orang tua sebaiknya tidak terlalu fokus pada perilaku negatif anak agar situasi tidak memburuk," ujar psikolog klinis, David Anderson, PhD.
Abaikan selama mereka masih berusaha melakukan transisi atau setidaknya menunjukkan upaya untuk melakukannya.
Namun jika perilaku anak benar-benar berlebihan, misalnya sampai mencelakai orang lain, gunakan konsekuensi yang sesuai agar mereka memahami bahwa perilaku tersebut tidak dapat diterima.
6. Latih sosialisasi
Anak mungkin akan menemukan perbedaan tentang hubungan berteman di jenjang SD. Bunda pun perlu memberikan teladan dalam hubungan sosial, termasuk seperti mengambil giliran, berbagi, dan sopan santun.
Bunda juga dapat melatih keterampilan percakapan dengan anak dengan memberi contoh dalam mengajukan pertanyaan, menunjukkan minat, dan menjaga kontak mata.
7. Ajak anak ikut menyiapkan perlengkapan
Anak berpotensi menjadi lebih semangat belajar di tempat baru jika turut dilibatkan dalam proses persiapannya. Mintalah anak mencoba seragam dan sepatunya sebelum hari pertama sekolah, dengan tujuan untuk memastikan semuanya pas.
Libatkan juga anak saat memilih tas sekolah, sepatu, kotak bekal, dan botol minumnya. Dengan begitu, anak merasa bahwa masa transisi ke jenjang yang lebih tinggi ini juga menyenangkan.
Dikutip dari Raising Children, jangan lupa pastikan nama anak sudah tertera dengan jelas di semua pakaian dan perlengkapan lainnya seperti kotak bekal, botol minuman, dan tas sekolah, agar tidak tertukar dengan teman.
Itulah ulasan tentang cara-cara yang dapat dilakukan untuk membangun kesiapan anak hadapi transisi TK ke SD. Jika perlu, Bunda dapat berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog untuk mengetahui kesiapan Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Cara Mengatasi Rasa Bersalah Orang Tua pada Si Kecil Menurut Ahli
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Fungsi POMG, Tugas dan Perbedaannya dengan Komite Sekolah
Cerita Sabai Morscheck Pilih Sekolah Buat Anak, Sudah Daftar Sejak Masih Hamil
Risiko Tersembunyi bila Si Kecil Sekolah Terlalu Dini, ADHD dan Gangguan Mental
Merencanakan Pendidikan Anak Sebaiknya sejak Si Kecil Lahir, Simak Alasannya Bun
TERPOPULER
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kenalan degan Convers All Strar Classic Trainer, Sneakers Retro yang Mudah di Padukan
-
Beautynesia
5 Kebiasaan yang Membantu Mengurangi Stres Sehari-hari
-
Female Daily
Bobbi Brown Hadirkan Vitamin Enriched Face Base+, Formula Baru dengan 5x Vitamin dan 24H Makeup Priming
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Fuji Berkebaya Hitam di Malaysia, Pose Gandeng Rakin Khan Curi Atensi
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love