PARENTING
9 Tanda Orang Tua Terlalu Keras kepada Anak Menurut Psikolog
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Rabu, 29 Oct 2025 20:50 WIBWajar saja jika Bunda ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berhasil. Namun, tanpa disadari, ada beberapa tanda orang tua terlalu keras kepada anak yang sering muncul dalam keseharian.
Terlalu banyak menuntut kesempurnaan atau terlalu cepat menegur kesalahan anak bisa membuat mereka merasa tertekan. Anak yang selalu dikontrol kadang kehilangan rasa percaya diri dan semangat belajarnya.
Lebih lanjut, gaya pengasuhan yang terlalu keras bisa bikin anak takut untuk mengungkapkan perasaan atau pendapatnya. Mereka cenderung menahan diri agar tidak membuat orang tua marah atau kecewa.
Banyak orang tua yang percaya bahwa bersikap tegas adalah cara paling efektif untuk mengubah perilaku anak. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, ini justru bisa membuat anak merasa tertekan dan perlahan menjauh dari orang tuanya.
Lalu, apa saja tanda orang tua terlalu keras kepada anak? Simak, yuk!
Tanda orang tua terlalu keras kepada anak menurut psikolog
Berikut ini tanda orang tua terlalu keras kepada anak menurut seorang psikolog sekaligus pendiri dari Parenting Pathfinders, Michelle Felder, menilik dari Parents.
1. Nada bicara selalu kasar
Bunda mungkin pernah menggunakan nada bicara yang keras ketika menegur anak. Nada yang kasar ini bisa bikin anak merasa takut dan cemas saat berinteraksi.
Anak bisa mulai menarik diri atau enggan untuk berbicara terbuka dengan Bunda. Hal ini tentunya bisa mengurangi komunikasi dan kedekatan emosional antara anak dan orang tua.
2. Sering berteriak atau mengancam
Bunda kerap mengekspresikan kemarahan dengan berteriak saat anak berperilaku buruk. Ancaman atau teriakan bisa membuat anak merasa tertekan dan merasa tidak aman saat berada di rumah.
Perilaku ini bisa membuat anak menutup diri atau menunjukkan perilaku pemberontakan. Anak bisa sulit mengontrol emosinya sendiri ketika selalu dihadapkan pada kemarahan orang tua.
3. Anak mulai menarik diri dari aktivitas yang disukai
Ketika terlalu ditekan, anak bisa kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya mereka nikmati. Mereka mulai menghindari kegiatan yang dulunya membuat mereka senang.
"Anak Anda mulai menarik diri dari aktivitas yang pernah mereka nikmati," kata Michelle.
Hal ini bisa jadi pertanda bahwa anak merasa stres dan kurang nyaman berada dalam lingkungan rumah.
4. Kekhawatiran berlebihan terhadap aturan
Orang tua kerap merasa cemas jika tidak ada aturan yang ketat dan khawatir anak akan kehilangan kontrolnya. Kekhawatiran inilah bisa membuat rumah terasa kaku dan selalu ada tekanan.
"Anda khawatir jika tidak ada aturan tertentu, anak Anda akan meledak emosinya atau tidak menghormati wewenang Anda," ujarnya.
Anak bisa merasa terbebani dan takut mengambil inisiatifnya sendiri. Mereka cenderung mengikuti aturan karena takut, bukan karena memahami alasan di baliknya.
5. Tidak mempertimbangkan perspektif anak
Tak jarang, orang tua terlalu fokus pada kepatuhan tanpa mendengarkan pendapat atau perasaan anak. Karena ini, anak bisa merasa diabaikan dan kurang dihargai.
Saat pendapat mereka tidak dipertimbangkan, anak menjadi kurang percaya diri dalam mengungkapkan dirinya. Dalam hal ini, Bunda bisa mulai belajar mendengarkan anak supaya mereka merasa didengar dan dihargai.
6. Terlalu banyak aturan
Tak sedikit orang tua yang menetapkan banyak aturan untuk hampir semua hal, mulai dari waktu makan hingga waktu mandi. Terlalu banyaknya aturan bisa membuat anak merasa terbebani lho, Bunda.
Mereka tidak punya ruang untuk belajar dengan mandiri. Lama-kelamaan, anak cenderung mengikuti perintah tanpa memahami sebab-akibatnya.
7. Terus-menerus menunjukkan kesalahan anak
Orang tua kerap menekankan kesalahan anak tanpa memberikan apresiasi atas hal yang positif. Anak bisa merasa tidak pernah cukup baik di mata orang tuanya.
Hal ini tentu dapat menurunkan rasa percaya diri anak dan membuat mereka takut untuk mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, Bunda perlu menyeimbangkannya dengan pujian supaya anak tetap termotivasi.
8. Cinta dan pujian hanya diberikan saat anak berperilaku baik
Anak hanya menerima cinta dan perhatian orang tua saat mereka berperilaku baik. Mereka merasa bahwa kasih sayang diberikan hanya karena mereka patuh saja, bukan karena dicintai apa adanya.
Kebiasaan ini bisa membuat anak takut gagal dan selalu berusaha menyenangkan orang tuanya. Lebih lanjut, anak juga akan sulit mengembangkan rasa percaya dirinya, Bunda.
9. Tanda fisik stres pada anak
Anak biasanya menunjukkan stresnya lewat gejala fisik seperti sakit kepala, sakit perut, atau perubahan nafsu makan. Hal ini merupakan cara tubuh mereka memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
"Anak Anda menunjukkan tanda-tanda fisik stres seperti sering sakit kepala, sakit perut, atau perubahan nafsu makan," tutur Michelle.
Perubahan fisik seperti ini bisa menandakan bahwa anak merasa terbebani atau cemas. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya memperhatikan tanda-tanda ini ya agar bisa memberikan dukungan yang tepat.
Dampak orang tua terlalu keras pada anak
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan orang tua yang terlalu keras atau suka mengontrol berisiko lebih sulit mengatur dirinya sendiri. Mereka cenderung kesulitan dalam mengendalikan emosi dan mengambil keputusannya secara madiri.
"Anak-anak mendapat manfaat dari orang tua yang mengajari mereka strategi yang efektif dan memberi bimbingan untuk belajar membuat keputusan," kata seorang direktur klinis dan neuropsikolog di LifeStance Health, Northborough, Massachusetts, Erica Kalkut, PhD.
"Sebaliknya, anak-anak yang orang tuanya ketat dan menerapkan aturan untuk mengendalikan perilaku mereka gagal membangun pengetahuan tentang mengapa dan bagaimana mereka dapat membuat keputusan yang tepat untuk diri mereka sendiri," tambahnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Mulai Usia Berapa Bayi Disebut Balita? Ini Penjelasannya, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
15 Kesalahan Terbesar Orang Tua dalam Mendidik Anak Menurut Psikolog
Menarik, Ini Alasan Kebanyakan Orang Lebih Suka Gendong Bayi dengan Tangan Kiri
7 Cara Mengatasi Mental Breakdown Saat Menjadi Orang Tua
5 Gaya Pola Asuh Generasi Milenial, Apakah Bunda Juga Menerapkannya?
TERPOPULER
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
35 Pantun Penutup Acara Lengkap dari Kegiatan Resmi, Lamaran, Perpisahan hingga Lucu
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
35 Pantun Penutup Acara Lengkap dari Kegiatan Resmi, Lamaran, Perpisahan hingga Lucu
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Catokan Curl Titanium: Beneran Bisa Hasilkan Korean Wave?
-
Beautynesia
Profil dan Pekerjaan Mazaki Ahmad, Pria yang Resmi Menikahi Dea Annisa
-
Female Daily
Ini 4 Tips Memaksimalkan Setiap Sudut Rumah yang Bisa Kamu Tiru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Tarte Cosmetics Resmi Hadir di Indonesia, Membawa Makeup Best Seller
-
Mommies Daily
Saat Anak Mulai Remaja dan Punya Dunianya Sendiri, Ini 12 Hal yang Diam-diam Dirindukan Orang Tua