HaiBunda

PARENTING

Kronologi Penemuan Bilqis, Diculik & Dijual Rp80 Juta hingga Kembali ke Pangkuan Bunda

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 10 Nov 2025 14:09 WIB
Momen balita bernama Bilqis (4) digendong ayahnya saat disambut kedatangannya oleh warga di Makassar / dok. Istimewa
Jakarta -

Kasus penculikan anak baru-baru ini terjadi di Indonesia. Seorang balita bernama Bilqis menjadi korban penculikan, dan pelaku berhasil ditemukan di Sukoharjo.

Pelaku dengan jenis kelamin perempuan berinisial NH, diduga menjadi penadah dalam jaringan penculikan bocah asal Makassar tersebut. Ia ditangkap di perumahan kawasan Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, pada Kamis (6/11/2025) malam.

Hal ini dibenarkan juga oleh Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Zaenudin. Ia menjelaskan terkait kronologi penculikan tersebut.


“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus penculikan anak di Makassar. Jadi, kami Polres Sukoharjo hanya memback-up Polrestabes Makassar,” ujar Zaenudin, dikutip dari laman detikcom, Senin (10/11/2025).

Kronologi penculikan Bilqis

Dalam kasus itu, NH diketahui membeli korban yang masih berusia empat tahun. Korban sempat dilaporkan menghilang dari Taman Pakul Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025).

Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan korban di Kabupaten Merangin, Jambi, pada Sabtu (8/11/2025).

Pelaku diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebab, NH membeli korban dari pelaku utama SY seharga Rp5 juta. Kemudian, korban dijual kembali ke pelaku lain di Muara Labuh, Jambi, dengan harga Rp15 juta.

Setelah diselidiki, polisi menemukan bahwa korban berpindah tangan dari Sulawesi ke Jawa, hingga akhirnya ke Sumatra.

“Dia (NH) sebagai perantara TKP Makassar, lalu kembali ke asalnya di Kepuh. Jadi, setelah diculik dikasihkan ke orang Sukoharjo lalu dikasihkan ke orang lain lagi,” ungkapnya.

Kasus berlanjut hingga melibatkan pelaku yang berasal dari Jambi, Bunda. Selanjutnya, korban dijual kembali kepada salah satu kelompok suku di Jambi seharga Rp 80 juta.

"AS dan MA mengaku membeli korban dari NH sebesar Rp 30 juta dan menjual kembali kepada kelompok salah satu suku di Jambi seharga Rp80 juta. Keduanya telah mengaku memperjualkan 9 bayi dan 1 anak melalui TikTok dan WA," terangn Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro.

Diduga kasus TPPO

Bilqis awalnya ikut bersama sang ayah, Dimas, yang melatih tenis di Taman Pakul Sayang, Makassar. Saat itu, ia memilih bermain di area playground bersama anak lainnya yang lokasinya tidak jauh dari lapangan tenis. Namun, tak lama kemudian dia hilang.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kata Psikolog Saat Anak Melakukan Kekerasan, Apa yang Harus Dilakukan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Tanda ASI Minim Nutrisi yang Perlu Diwaspadai Ibu Menyusui

Menyusui Indah Ramadhani

3 Resep Kunyit untuk Mendukung Kesuburan, Bisa Dicoba saat Program Hamil

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Doa untuk Bayi Baru Lahir Perempuan yang Penuh Makna Lengkap dengan Arab, Latin & Artinya

Parenting Kinan

3 Tips Diet Sederhana untuk Mencegah Batu Ginjal Menurut Pakar

Mom's Life Arina Yulistara

Momen Felicya Angelista & Hito Caesar Pembaruan Janji Nikah saat Anniversary ke-5

Mom's Life Annisa Karnesyia & Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

310 Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Sansekerta Penuh Makna Baik, Termasuk Cerdas

Tak Pernah TK, Apakah Anak Tetap Bisa Daftar SD?

Respons Andre Taulany saat Anak Kuliah di Inggris Belajar Nyuci hingga Kehabisaan Uang

5 Doa untuk Bayi Baru Lahir Perempuan yang Penuh Makna Lengkap dengan Arab, Latin & Artinya

7 Tanda ASI Minim Nutrisi yang Perlu Diwaspadai Ibu Menyusui

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK