PARENTING
Bayi yang Diberi Antibiotik Sejak Lahir Ternyata Respon Vaksinnya Lebih Rendah, Ini Kata Studi
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Minggu, 30 Nov 2025 19:30 WIBKalau bayi yang baru lahir sudah diberi antibiotik aman tidak ya, Bunda? Banyak yang juga ingin tahu apakah ada dampak jangka panjang nantinya.
Pertanyaan seperti ini kerap muncul karena orang tua ingin memastikan tumbuh kembang anaknya dapat berjalan optimal. Kekhawatiran mengenai hal ini juga wajar, apalagi kalau menyangkut soal kesehatan jangka panjang Si Kecil.
Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi yang diberi antibiotik sejak lahir memiliki respons imun yang lebih rendah terhadap vaksin. Kondisi ini diduga terjadi akibat perubahan pada mikrobioma usus Si Kecil, Bunda.
Menilik dari laman The Guardian, studi yang dilakukan di Australia melacak 191 bayi sehat sejak mereka lahir. Penelitian itu menunjukkan bahwa bayi yang menerima antibiotik dalam beberapa minggu awal kelahiran memiliki tingkat antibodi lebih rendah terhadap beberapa vaksin.
Dari keseluruhan bayi tersebut, 111 bayi diketahui terpapar antibiotik di masa awal kehidupannya. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Pemberian antibiotik sejak lahir bisa turunkan jumlah bakteri baik pada bayi
Studi yang dimuat dalam jurnal Nature meneliti kondisi mikrobioma bayi saat mereka menerima vaksinasi rutin pertama pada usia enam minggu.
Para peneliti menemukan bahwa bayi yang mendapatkan antibiotik sejak lahir memiliki jumlah bakteri usus bermanfaat yang lebih sedikit, khususnya Bifidobacterium atau jenis bakteri probiotik yang ditemukan di pada bayi yang baru lahir.
Lebih lanjut, berkurangnya jumlah Bifidobacterium ini ternyata berkaitan langsung dengan rendahnya antibodi bayi terhadap beberapa bagian vaksin pneumokokus atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PVC).
Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin pneumokokus diberikan kepada bayi atau anak yang berisiko tinggi terkena infeksi kuman pneumokokus. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dengan angka tertinggi pada anak usia kurang dari 5 tahun.
Kembali pada Bifidobacterium, seorang direktur di South Australian Health and Medical Research Institute, Prof. David Lynn, menyampaikan bahwa bakteri ini umumnya terdapat pada usus bayi yang sehat.
Ia juga mengatakan bahwa bakteri tersebut bisa memberikan 'tenaga ekstra' pada sistem imun Si Kecil. Menurutnya, antibiotik bisa mengganggu pertumbuhan normal Bifidobacteria dan memungkinkan bakteri lain berkembang di usus bayi, Bunda.
"Yang kami anggap paling penting adalah komposisi mikrobioma di sekitar waktu vaksinasi. Antibiotik dapat mengganggu kolonisasi normal Bifidobacteria dan memungkinkan jenis bakteri lain untuk berkolonisasi di usus," ujarnya.
Studi ungkap meski ada penurunan respons vaksin, bayi tetap terlindungi
Meski terdapat sedikit penurunan, Si Kecil yang menerima antibiotik tetap menunjukkan respons yang cukup baik terhadap vaksin. Sebagian besar bayi berada di atas ambang batas perlindungan, sehingga tetap terlindungi dari berbagai infeksi, Bunda.
Prof. David Lynn menyampaikan bahwa penurunan ini tidak terjadi secara signifikan. Jadi, walaupun ada perubahan, respons terhadap imunnya tetap baik dan mampu melindungi Si Kecil.
"Hal yang tampaknya terjadi adalah respons antibodi berkurang sedikit pada bayi yang diberi antibiotik secara langsung," jelasnya.
Itulah ulasan seputar bayi yang diberi antibiotik sejak lahir bisa berpengaruh terhadap respons vaksinnya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
9 Tanda Bayi sedang Kelelahan, Mulai dari Rewel Hingga Menolak Menyusu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Tepat Pemberian Antibiotik pada Anak: Awas Jangan Sembarang, Bun!
7 Antibiotik Alami Untuk Atasi Masalah Kesehatan Anak
Konsumsi Antibiotik Saat Bayi Bisa Timbulkan Alergi di Kemudian Hari
Penyakit pada Anak yang Seperti Ini Nggak Perlu Antibiotik
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi
Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam
Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tak Cuma dari Buah, Ini 7 Jenis Sayuran Mengandung Vitamin C untuk Anak
Orang dengan Tulisan Tangan Rapi Cenderung Punya Kebiasaan Produktif Menurut Psikologi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Jahit untuk Pemula yang Bagus & Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Vitamin E untuk Promil Beserta Manfaatnya
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Nasal Aspirator yang Aman Digunakan untuk Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Rekomendasi Alat Rajut Otomatis yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Rambut, Menutrisi dari Akar hingga Cegah Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi
Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tak Cuma dari Buah, Ini 7 Jenis Sayuran Mengandung Vitamin C untuk Anak
Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam
Women's Active Living Festival 2026, Ada Lebih dari 20 Kelas Wellness & Lifestyle untuk Perempuan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ranjang Pasien Elektrik di Rumah, Beneran Bikin Rawat Lansia Lebih Mudah?
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Terbuka hingga Dewasa, Menurut Pakar Pengasuhan
-
Female Daily
Fresh Flawless dan Natural, Intip Makeup Athina di Prosesi Mitoni Anak Pertamanya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Intip Rumah Mewah Pevita Pearce, Konsep Open Space dengan Pink Powder Room
-
Mommies Daily
7 Gaya Bercinta Favorit Pasangan Setelah 10 Tahun Menikah