Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kenali Executive Function untuk Mengembangkan Kecerdasan Anak Versi Harvard University

Kinan   |   HaiBunda

Senin, 19 Jan 2026 17:10 WIB

Permainan Sederhana di Rumah untuk Latih Fokus Anak Usia 3 Tahun
Ilustrasi/Foto: Getty Images/GOLFX
Daftar Isi

Pernahkah Bunda mendengar tentang executive function atau fungsi eksekutif dalam pola pikir anak? Hal ini merupakan fondasi penting dalam perkembangan dan kecerdasan anak, lho.

Fungsi ini berperan besar dalam kemampuan berpikir, mengelola emosi, serta mengatur perilaku sehari-hari. 

Selain itu, keterampilan tentang executive function juga membantu anak untuk fokus, mengikuti aturan, merencanakan tindakan, dan menyesuaikan diri dengan berbagai situasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Karena fungsi eksekutif pada otak anak belum sepenuhnya berkembang, peran orang tua menjadi sangat penting terutama di tahun-tahun awal kehidupannya. 

Apa itu fungsi eksekutif?

Executive function atau fungsi eksekutif tidak merujuk pada satu kemampuan tunggal, Bunda. Hal ini merupakan serangkaian komponen keterampilan untuk seseorang agar mampu mengendalikan impuls, mengingat, merencanakan dan mencapai tujuan.

Masing-masing keterampilan ini berkembang dengan kecepatan yang berbeda pada tiap anak. Keterampilan fungsi eksekutif dapat sangat didukung sejak masa kanak-kanak, atau justru terhambat. Semua bergantung pada dukungan dan faktor stres yang ada dari lingkungan.

Fungsi eksekutif pada anak

Serupa seperti tonggak perkembangan lain, terdapat variasi tertentu dalam waktu pencapaian fungsi eksekutif pada setiap anak. Sebagian anak mungkin mengalami tantangan atau keterlambatan yang lebih besar dari teman seusia lainnya. 

Dikutip dari Harvard Medical School, contoh masalah pada fungsi eksekutif misalnya sulit mengendalikan impuls, tantrum, dan ketidakmampuan mengatur emosi secara mandiri.

Tantangan yang lebih terlihat adalah dalam hal pengorganisasian tugas sekolah, manajemen waktu, dan mengingat instruksi.

Pada anak remaja, kesulitan dengan fungsi eksekutif sering kali membuat mereka jadi sulit mandiri dan tidak mampu membuat rencana untuk masa depan.

Mengapa hal ini menjadi penting bagi anak?

Menurut Center on the Developing Child dari Harvard University, gen manusia memiliki blueprint untuk mempelajari tentang fungsi eksekutif secara alamiah. Namun, keterampilan tersebut tetap perlu dikembangkan melalui dukungan, stimulasi, dan pengalaman.

Orang tua dapat membangun dasar bagi anak untuk belajar dan mempraktikkan keterampilan ini dari waktu ke waktu dengan menetapkan rutinitas.

Selain itu, bisa juga dengan memberikan permainan yang menstimulasi imajinasi dan bermain peran. Anak pun perlu diperkenalkan untuk mampu mengikuti aturan dan mengendalikan impuls.

Teknik-teknik ini dikenal sebagai 'scaffolding'. Dengan begitu, diharapkan keterampilan fungsi eksekutif anak dapat terasah sampai mereka mampu melakukannya secara mandiri.

Keterampilan ini biasanya berkembang paling pesat pada usia 3–5 tahun, kemudian diikuti lonjakan perkembangan lainnya pada masa remaja dan awal dewasa.

Aktivitas fungsi eksekutif untuk anak usia 3–5 tahun

Keterampilan pengaturan diri anak berkembang dengan sangat cepat pada usia prasekolah, sehingga penting untuk menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan masing-masing anak.

Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk bantu meningkatkan keterampilan executive function anak:

1. Bermain imajinatif

Dalam permainan imajinatif, anak-anak mengembangkan kemampuan untuk memandu tindakan mereka saat memainkan peran. Mereka juga menyimpan ide-ide yang kompleks dalam pikiran dan menyesuaikan tindakan mereka agar sesuai dengan aturan tersebut.

Meski terlihat sederhana, dalam permainan ini anak juga belajar menahan impuls atau tindakan yang tidak sesuai dengan peran.

Selain bermain permainan peran, hal ini juga bisa dilatih dengan membaca buku dan memberi kesempatan kepada anak untuk menciptakan permainan mereka sendiri.

2. Bercerita

Pada usia prasekolah, anak biasanya mulai senang bercerita, seperti tentang rangkaian peristiwa. Namun wajar jika ceritanya masih belum memiliki struktur yang besar dan terarah.

Dengan latihan, anak-anak akan mampu mengembangkan alur cerita yang lebih kompleks seiring waktu. 

3. Lebih aktif secara fisik

Permainan fisik dan musik juga turut mendukung fungsi eksekutif karena anak harus bergerak mengikuti ritme tertentu, bahkan terkadang menyelaraskan lirik lagu dan gerakannya. 

Semua kegiatan ini berkontribusi pada kontrol inhibisi dan memori kerja. Jangan lupa ganti jenis lagu yang digunakan saat anak bermain gerak, supaya minat anak tetap terjaga seiring berkembangnya keterampilan eksekutif mereka.

Tanpa musik, Bunda juga bisa memberikan lebih banyak kesempatan bagi anak untuk menguji kemampuan fisiknya. Termasuk bermain memanjat, melompat, papan keseimbangan, jungkat-jungkit, dan lain sebagainya.

4. Yoga

Selain aktivitas fisik yang banyak bergerak, jenis aktivitas lain yang sifatnya lebih tenang seperti yoga juga sangat bermanfaat, Bunda. 

Kegaitan ini mengharuskan anak mengurangi rangsangan dan memusatkan perhatian, seperti menggunakan papan keseimbangan atau melakukan yoga dengan latihan napas bertempo lambat.

5. Memutar musik dan bermain freeze dance

Putar musik dan minta anak menari dengan sangat cepat, lalu sangat lambat. Permainan freeze dance juga bisa dilakukan, jadi ketika musik berhenti maka anak harus menahan gerakan dan mengalihkan perhatian mereka ke gambar untuk meniru bentuk yang ditampilkan.

6. Bermain puzzle

Puzzle yang tingkat kesulitannya semakin meningkat dapat bermanfaat bagi executive function anak. Kegiatan ini melatih memori kerja visual dan keterampilan perencanaan pada otak anak.

7. Memasak

Memasak juga merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan, sekaligus bermanfaat untuk otak anak lho, Bunda. 

Saat memasak, anak melatih kontrol inhibisi ketika menunggu instruksi. Mereka juga mengasah memori kerja saat menyimpan arahan yang kompleks dalam pikiran, serta melatih fokus saat mengukur dan menghitung takaran bahan masakan.

Itulah penjelasan tentang apa itu executive function atau fungsi eksekutif, serta cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan stimulasinya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda