HaiBunda

PARENTING

90 Contoh Majas Sarkasme dalam Kehidupan Sehari-hari dan Ciri-cirinya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 14 Jan 2026 18:50 WIB
Ilustrasi Majas Sarkasme dalam Kehidupan Sehari-hari/Foto: Getty Images/ijeab
Jakarta -

Bahasa Indonesia memiliki banyak gaya untuk menghasilkan tulisan atau biasa juga disebut dengan majas. Nah, dari sekian banyak jenisnya, kita kerap menjumpai majas sarkasme dalam kehidupan sehari hari.

Gaya tutur seperti ini bisa muncul saat berbincang di rumah, di sekolah, atau ketika sedang bersama teman. Sekilas terdengar biasa, tetapi maknanya bisa saja menusuk.

Dikutip dari Buku Ajar Pembelajaran Kritik Sastra karya Samsuddin, majas berasal dari kata trope dalam bahasa Yunani atau figure of speech dalam bahasa Inggris. Secara sederhana, majas dipahami sebagai bentuk kiasan yang menjadi penunjang bahasa.


Lalu, seperti apa ya bentuk ungkapan sarkasme yang sering didengar dalam kehidupan sehari-hari?

Apa itu majas sarkasme?

Majas sarkasme adalah gaya bahasa sindiran yang disampaikan secara paling kasar dan blak-blakan. Ungkapannya cenderung tajam dan kerap membuat lawan bicara merasa tersinggung, Bunda.

Dilansir dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) terbitan Bhuana Ilmu Populer, majas ini dikenal sebagai sindiran yang paling kasar. Artinya, kata-kata yang dipakai tidak lagi halus, melainkan langsung menusuk.

Lebih lanjut, dikutip dari buku Lengkap Majas dan 3000 Peribahasa karya Dwi Sunar Prasetyo, sarkasme dimaknai sebagai sindiran yang bisa berupa penghinaan. Tujuannya jelas, yakni menyinggung atau merendahkan pihak lain.

Meski terkadang dibungkus dengan lelucon, majas sarkasme tetap membawa nada kesal dan marah. Karena ungkapannya keras, gaya bahasa ini bisa meninggalkan rasa tidak nyaman bagi yang mendengarnya.

Ciri-ciri majas sarkasme

Majas sarkasme memiliki ciri-ciri khusus yang bisa dikenali dengan mudah, Bunda. Gaya bahasa ini biasanya disampaikan tanpa mempertimbangkan sopan santun.

Berikut ini beberapa ciri utama yang menunjukkan penggunaan majas sarkasme, seperti dikutip dari buku Majas dan Peribahasa karya Hadi Gunawan.

1. Sifatnya menyindir atau menyinggung

Pertama, majas sarkasme selalu membawa nada sindiran yang terasa jelas. Tujuannya bukan sekadar untuk bercanda, melainkan menyentil atau menyinggung perasaan orang lain.

2. Konotasi yang kasar atau keras

Pada ciri ini, pilihan katanya cenderung tajam dan tidak halus. Karena itu, kalimat sarkasme mudah terdengar menyakitkan meski diucapkan secara singkat.

3. Penyampaiannya blak-blakan

Dalam penyampaiannya, ungkapan sarkasme disampaikan secara langsung tanpa basa-basi. Pesannya jelas dan tidak berputar-putar, sehingga maknanya mudah ditangkap.

4. Dapat berupa penghinaan

Sering kali, sarkasme berubah menjadi bentuk ejekan. Kata-katanya bisa merendahkan atau mempermalukan orang lain.

5. Biasanya tidak ada sopan-santun

Pada akhirnya, gaya bahasa ini mengabaikan etika bertutur yang halus. Fokusnya lebih meluapkan emosi daripada menjaga perasaan lawan bicara.

90 Contoh majas sarkasme dalam kehidupan sehari-hari

Ilustrasi/Foto: Getty Images/Chinnapong

Setelah kita kenali ciri-cirinya, mungkin Bunda ingin tahu seperti apa bentuk majas sarkasme yang kerap muncul dalam keseharian.

Simak beberapa contohnya yang sudah dirangkum dari laman detikcom, buku Siap Hadapi Detik-detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia karya Amin Mustofa serta berbagai sumber lainnya.

  1. Luar biasa rajin, tugas belum selesai tapi main gim terus!
  2. Dasar anak tak tahu diri! Dari kecil kau kami rawat dan kami kasih makan, sekarang setelah dewasa dan sukses di rantau malah tak kau anggap lagi kami ini sebagai orang tuamu.
  3. Kamu memang jago, makan sambil tiduran itu bakat yang jarang dimiliki orang!
  4. Untuk apa kau letakkan tangan di sini? Bukannya membantu pekerjaan kita, justru tangga ini membuat semakin sempit. Campakkan saja tangga ini ke sana!
  5. Hebat sekali, tugas ini saja masih kamu buat jadi berantakan.
  6. Mengapa masih saja kamu melewati jalan ini? Apa kamu tak bisa melihat peringatan di ujung gang sana yang tertulis jalan ini tengah diperbaiki?
  7. Kamu itu berkepala batu ya? Sudah aku katakan jangan lagi meninggalkan dan mengabaikan tugas, tapi masih saja kamu lakukan terus-menerus.
  8. Biarkan saja dia bermimpi sebab itu saja yang ia bisa. Harta dan keahlian saja ia tak punya, bagaimana ia akan mewujudkan mimpinya?
  9. Dasar tidak tahu malu! Sudah tertangkap basah berbuat salah, masih terus berkilah di hadapan pimpinan.
  10. Mengerjakan soal seperti ini saja tidak bisa!
  11. Cepat kemari, dari tadi dipanggil masih saja kau asyik bermain di situ. Apa kau tak punya telinga?
  12. Buat apa kamu datang ke sini? Kami sudah tidak membutuhkan orang yang tak bisa apa-apa dan tak berguna sepertimu.
  13. Disuruh mengerjakan pekerjaan yang sangat mudah saja kau tidak bisa. Lalu, apa yang kau bisa?
  14. Aku tak peduli dengan air matanya, bahkan jika dia menangis darah sekalipun. Aku tak akan tertipu lagi dengan air matanya.
  15. Selamat! Kamu sudah berhasil mengacaukan semuanya. Pasti itu tujuan utamamu, bukan?
  16. Cempreng sekali suaramu, telingaku sampai sakit.
  17. Wah, kamu benar-benar murah hati, terutama pada dirimu sendiri.
  18. Keledai saja tidak akan jatuh di lubang yang sama, tapi kau malah lebih buruk dari keledai.
  19. Omonganmu terlalu inspiratif, sampai aku tak suka mendengarnya!
  20. Wah, kamu memang genius! Mengabaikan semua saran orang lain dan tetap berjalan di jalur yang salah.
  21. Luar biasa, setiap kali kita butuh bantuan, kamu selalu ada...untuk menghilang!
  22. Hebat banget, bukannya belajar, kamu malah jadi ahli scroll media sosial.
  23. Selamat! Akhirnya kamu berhasil juga, membuat semua orang kesal.
  24. Kamu pasti idola semua orang, suka janji tapi selalu ingkar!
  25. Ah, sia-sia sekali aku berbicara dengan orang sepertimu.
  26. Wah, kamu datang tepat waktu sekali! Kami sudah selesai makan malam dan sedang bersiap-siap untuk acara selanjutnya.
  27. Kamu memang mahir dalam berbicara! Berbincang tanpa henti meski tidak ada yang mendengarkan.
  28. Wah, senyummu benar-benar menawan! Seperti orang yang baru saja bangun tidur.
  29. Hati-hati, kamu memang terlalu jujur, tapi orang lain bisa terluka oleh kejujuranmu.
  30. Hebat banget, sudah siang belum bangun.
  31. Bagus, kamu datang dengan ide-ide yang sangat fresh...sudah dipakai semua orang sebelumnya.
  32. Manusia enggak tahu diri! Diberi hati malah minta jantung!
  33. Wah, nilai ulangannya nol, tapi percaya diri kamu setinggi gunung, ya!
  34. Wah, kamu benar-benar rajin belajar! Tugasnya sudah dikumpulkan tepat waktu... dua minggu setelah deadline!
  35. Wah, buat apa kuliah lagi, toh sudah pintar.
  36. Celaka benar kelakuanmu, manusia tak tahu diri!
  37. Jangan suka janji-janji kalau enggak bisa menepatinya!
  38. Keren, catatan di buku terlihat rapi... tapi isinya kosong melompong, lihat saja sendiri isinya.
  39. Oh, kamu lupa lagi? Memangnya otakmu hanya digunakan sebagai hiasan?
  40. Pintar sekali, ya! Enggak ada satu pun tugas yang kamu selesaikan, tapi kamu tetap percaya diri.
  41. Wah, kamu pasti sedang menguji kesabaran semua orang dengan kecepatanmu yang luar biasa.
  42. Wah, suaramu bagus kalau menyanyi, tapi lebih bagus lagi kamu diam!
  43. Luar biasa sekali, alat tulis lengkap, tapi tidak ada satu pun dipakai untuk belajar.
  44. Luar biasa! Kamu tidur sepanjang hari, kayaknya lagi sibuk jadi pahlawan di mimpi.
  45. Wah, pantas saja kamu gagal, kamu ini tidak punya keahlian.
  46. Kita memang teman, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya sama saya.
  47. Kalau ketidakcerdasan bisa diberi peringkat, kamu pasti sudah langganan di posisi teratas.
  48. Kamu benar-benar teliti, terutama dalam mencari kesalahan orang lain.
  49. Keren! Ide-ide cemerlangmu selalu berhasil membawa kita ke jalan buntu. Terima kasih atas inspirasinya!
  50. Tak selera aku mencicipi masakanmu ini, baunya saja sudah tak sedap apalagi rasanya.
  51. Kamu memang selalu perhatian, terutama pada hal-hal yang enggak penting.
  52. Rasa kopinya pahit sekali, apa di rumahmu enggak punya gula?
  53. Kamu rajin banget menunda pekerjaan, sampai guru lupa apa yang harus dikumpulkan.
  54. Orang-orang zaman sekarang hobi sekali memamerkan ketidakmampuannya sendiri.
  55. Kamu tak tahu diri, sudah menumpang di rumah orang tapi lupa berterima kasih!
  56. Wah, kamu sangat berbakat dalam menghindari tanggung jawab. Pasti ada penghargaan untuk itu!
  57. Gaya berpakaiannya keren banget, deh! Mirip orang habis bangun tidur.
  58. Kamu sungguh berbakat, terutama dalam membuat kesalahan yang sama berulang kali.
  59. Hebat, buku pelajaran tebal tapi isinya hanya coretan gambar kucing lucu.
  60. Wah, hebat! Kamu pasti akan jadi bintang di acara 'Bakat Terpendam' karena tidak pernah mengeluarkan bakat sama sekali!
  61. Ternyata kamu ahli banget ya, bisa menghabiskan satu jam untuk memilih pensil tapi PR tak tersentuh.
  62. Hebatnya, sambil main gadget, kamu bisa pura-pura serius menulis di buku.
  63. Keren banget gambarmu, kayak gambar anak TK.
  64. Ajaib, ide kreatifmu selalu muncul... hanya untuk membuat guru geleng-geleng kepala.
  65. Kamu memang ahli dalam memperhatikan detail, terutama detail yang enggak penting.
  66. Hebat banget! Enggak ada satu pun kerjaanmu yang benar. Pantas dapat penghargaan.
  67. Menarik, jam belajar malammu panjang... tapi pagi harinya masih jadi raja tidur.
  68. Kamu benar-benar ahli dalam membuat kekacauan! Jika ada lomba, kamu pasti juaranya.
  69. Tukang adu domba seperti kamu enggak layak punya teman!
  70. Luar biasa! Setiap kali kamu berjanji, kita bisa atur timer untuk menunggu ketidakpastian.
  71. Wah, lihat! Sekali lagi kamu datang dengan solusi yang sama sekali tidak relevan. Sangat inovatif!
  72. Wah, hebat banget! Datang terlambat setiap hari, pasti contoh karyawan teladan.
  73. Dasar anak pemalas, matahari sudah tinggi kau bahkan belum turun dari kasurmu.
  74. Bicaramu banyak sekali, padahal kamu tidak melakukan apa-apa.
  75. Pintar sekali, ya, nilai ulanganmu nol. Memang luar biasa usahamu!
  76. Terima kasih, kamu benar-benar membantu. Membuat semuanya jadi lebih kacau.
  77. Percuma saja sekolah tinggi, kepada orang tua saja dia tak tahu sopan santun!
  78. Kalau tidak tahu, ya berusaha untuk cara tahu, jangan hanya diam saja.
  79. Kamu itu kepala batu ya? Sudah kukatakan jangan ambil, ya jangan ambil!
  80. Hebat, bahkan dalam diam pun kamu berhasil membuat suasana jadi semakin rumit.
  81. Kamu benar-benar punya selera tinggi, terlihat dari pilihanmu yang selalu bikin orang geleng-geleng.
  82. Kamu memang ahli membaca situasi, selalu bicara tepat saat semua orang ingin diam.
  83. Luar biasa caramu menjaga rahasia, semua orang tahu sebelum kamu selesai bercerita.
  84. Kamu benar-benar tahu cara menarik perhatian, bahkan tanpa berusaha pun orang tak bisa mengabaikanmu.
  85. Terima kasih atas kontribusimu yang begitu terasa, karena sama sekali tidak ada.
  86. Ide-idemu benar-benar segar, seperti udara pengap di ruangan tertutup.
  87. Wah, gaya hidupmu memang sederhana, sederhana sekali sampai semua orang ikut kerepotan.
  88. Hebat sekali caramu memberi kesan, sekali muncul langsung meninggalkan jejak yang panjang.
  89. Mulutmu harimaumu yang siap menerkam dirimu!
  90. Kamu paling jago mengatur drama kelas, tapi tugas sendiri saja masih tertinggal di rumah.

Itulah berbagai contoh majas sarkasme dalam kehidupan sehari-hari beserta ciri-cirinya. Semoga penjelasan ini bisa memberi pemahaman baru, ya. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tak Pernah TK, Apakah Anak Tetap Bisa Daftar SD?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bukan Pangeran Charles, Ini Sosok yang Disebut sebagai Cinta Sejati Putri Diana

Mom's Life Asri Ediyati

Baru Dibaptis, Intip 5 Potret Juandeo Anak Bungsu Judika & Duma Riris

Parenting Nadhifa Fitrina

9 Makanan Ini Dapat Membantu Perkembangan Otak Anak, Bikin Cerdas & Fokus

Parenting Kinan

Semakin Banyak Orang Tua di Korea Berharap Punya Anak Perempuan, Alasannya...

Kehamilan Amrikh Palupi

Apa Itu One Month Notice Kerja? Aturan yang Harus Diketahui Karyawan saat Resign

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bukan Pangeran Charles, Ini Sosok yang Disebut sebagai Cinta Sejati Putri Diana

Baru Dibaptis, Intip 5 Potret Juandeo Anak Bungsu Judika & Duma Riris

Apa Itu One Month Notice Kerja? Aturan yang Harus Diketahui Karyawan saat Resign

9 Makanan Ini Dapat Membantu Perkembangan Otak Anak, Bikin Cerdas & Fokus

Semakin Banyak Orang Tua di Korea Berharap Punya Anak Perempuan, Alasannya...

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK