sign up SIGN UP search


parenting

Saksikan Hujan Meteor di Indonesia Malam Ini Bersama Si Kecil yuk Bun

Tim HaiBunda   |   Haibunda Sabtu, 30 Jul 2022 11:40 WIB
Apakah tanggal 27 Juni Hujan Meteor? Beredar informasi, akan terjadi hujan meteor Bootid pada tanggal 27 Juni 2022. Berikut ulasan selengkapnya. Saksikan Hujan Meteor di Indonesia Mulai Malam Ini, Ajak Si Kecil ya Bun/Foto: Getty Images/iStockphoto/Allexxandar
Jakarta -

Selama tiga hari, mulai Jumat (29/07/2022) malam, rangkaian hujan meteor terjadi di Indonesia. Malam tadi, warga Indonesia bahkan bisa melihat sampai 16 meteor per jam lho.

Wah ini tentu bisa menjadi momen mengasyikkan menghabiskan waktu dengan Si Kecil ya. Bunda bisa mengajaknya menyaksikan hujan meteor yang merupakan peristiwa alam yang luar biasa.

Peneliti Utama bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyebut itu terkait dengan fenomena hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids.


Thomas mengatakan dua hujan meteor ini terjadi di langit selatan sehingga cocok diamati dari Indonesia.

Ada beberapa waktu yang cocok untuk menikmatinya. Pertama, warga Indonesia dapat mengamati hujan meteor Delta Aquariids pada Jumat hingga Sabtu (29/7 - 30/7) mulai pukul 23.00 WIB di ufuk timur.

Sementara itu, puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB di langit selatan. Menurutnya, hujan meteor Delta-Aquariids tergolong hujan meteor yang agak kuat.

"Ada 16 meteor per jamnya. Tapi, untuk melihat hujan meteor ini persyaratannya kondisi cuaca harus cerah, medan pandang ke langit selatan tidak terhalang oleh gedung dan pohon, juga jauh dari polusi cahaya," ujarnya,melalui keterangan tertulis, Jumat (8/7).

Ia menyebut sumber meteori itu daru debu-debu komet 96P/Machholz diduga menjadi sumber hujan meteor ini," jawabnya.

Waktu kedua yang tepat untuk menikmati hujan meteor Alpha-Capricornids yakni pada Sabtu hingga Minggu (30/7 - 31/7) mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur.

"Namun waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit," ungkapnya, dikutip dari situs BRIN.

"Hujan meteor ini berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT yang berpapasan dengan bumi," imbuhnya.

Daya tarik meteor
Thomas menjelaskan hujan meteor adalah fenomena astronomi tahunan yang terjadi ketika sejumlah meteor tampak meluncur silih berganti dari titik tertentu di langit. Meteor tampak seperti bintang jatuh atau bintang berpindah.

Meteor merupakan batuan atau debu antar-planet yang memasuki atmosfer lalu terbakar karena gesekan atmosfer.

Gabungan dua hujan meteor di langit selatan menjadi daya tarik bagi pengamat langit di Indonesia. Diharapkan, kondisi kemarau dan tanpa gangguan cahaya bulan membuat pengamatan hujan meteor lebih menarik.

Ia menyarankan untuk memilih lokasi pengamatan yang minim gangguan cahaya lampu serta medan pandang ke langit selatan yang tidak terhalang pohon atau bangunan.

Selain itu, katanya, pengamatan meteor lebih baik tanpa alat, karena mata mempunyai medan pandang yang lebih luas.

"Berbahayakah hujan meteor ini? Sama sekali tidak berbahaya. Debu-debu sisa komet habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km," pungkas Thomas.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

(pri/pri)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!