parenting
7 Cara Hadapi Anak Susah Diatur Tanpa Bunda Perlu Marah-marah
HaiBunda
Rabu, 21 Jan 2026 09:30 WIB
Daftar Isi
Bunda perlu tahu bagaimana cara menghadapi anak yang susah diatur agar bisa menurut tanpa marah-marah. Hal ini penting terutama jika mereka mulai berperilaku tidak sopan saat berinteraksi. Seperti apa saja?
Perilaku tidak sopan pada anak termasuk di antaranya seperti memutar bola mata saat diajak bicara dan mengabaikan arahan orang tua. Lebih lanjut, perilaku yang lebih serius misalnya seperti berteriak, memanggil orang tua dengan julukan buruk, dan agresi.
Sebagian orang tua mungkin masih memaklumi perilaku tidak sopan anak, termasuk dengan pola pikir 'namanya juga anak-anak'. Namun, mengabaikannya begitu saja bisa membentuk kebiasaan buruk mereka hingga masa depan.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak dini, anak-anak perlu belajar bagaimana bersikap sopan agar mereka dapat memiliki hubungan sosial yang sehat dengan teman sebaya maupun orang dewasa lainnya.Â
Jadi, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk menangani sikap tidak sopan pada anak sejak dini sebelum menjadi lebih buruk nanti.
Penyebab anak berperilaku buruk dan susah diatur
Dikutip dari National Health Services (NHS) UK, ada beberapa hal yang dapat memengaruhi perilaku buruk anak:
1. Perubahan besar dalam hidup
Meski bagi orang tua tampak sederhana dan biasa saja, faktanya setiap perubahan dalam kehidupan anak bisa terasa sulit bagi mereka.Â
Misalnya seperti kelahiran adik, pindah rumah, pergantian pengasuh, mulai masuk sekolah, atau perubahan yang jauh lebih kecil sekalipun.
2. Orang tua sedang mengalami masa sulit
Anak-anak cepat menyadari jika orang tua sedang merasa sedih atau jika ada masalah dalam keluarga. Mereka mungkin berperilaku buruk saat orang tua sedang sulit dalam mengatasi suatu masalah.
Jika Bunda sedang menghadapi masalah, sebisa mungkin jangan menyalahkan anak jika mereka bereaksi dengan perilaku yang buruk. Bisa jadi mereka pun tengah merasakan efeknya.
3. Cara orang tua menangani perilaku anak sebelumnya
Terkadang anak bereaksi dengan cara tertentu karena melihat bagaimana Bunda menangani masalah di waktu sebelumnya. Sebagai contoh, Bunda pernah memberi anak permen agar tidak rewel saat di luar rumah. Tak heran jika mereka mungkin akan mengharapkan permen setiap kali diajak pergi.
4. Membutuhkan perhatian
Anak mungkin melihat tangisan, sikap tidak menurut atau tantrum sebagai cara untuk mendapatkan perhatian. Mereka juga mungkin akan terbangun di malam hari karena ingin dipeluk atau ditemani.Â
Jika memang demikian, cobalah memberi anak lebih banyak perhatian saat mereka berperilaku baik.
Bagaimana cara menghadapi anak yang susah diatur
Ilustrasi/Foto: Getty Images/pixs4u |
Nah, berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak susah diatur, Bunda:
1. Abaikan perilaku yang mencari perhatian
Dikutip dari Parents, mengabaikan sikap tidak sopan anak secara selektif dapat menjadi salah satu bentuk konsekuensi yang paling efektif.
Mengabaikan berarti menolak membiarkan sikap tidak sopan anak mengalihkan Bunda dari tugas yang sedang dilakukan.Â
Misalnya, Bunda meminta anak membersihkan kamarnya dan mereka merespons dengan memutar bola matanya, jangan terlibat dalam perdebatan panjang tentang sikap tidak sopan tersebut.
Setiap menit yang Bunda habiskan untuk marah-marah hanya akan memberi waktu tambahan bagi anak untuk menunda membersihkan kamar. Segera berikan peringatan tentang apa yang akan terjadi jika mereka tidak segera mulai melakukannya.
2. Temukan akar penyebabnya
Jika mengabaikan perilaku tidak berhasil, atau Bunda merasa ada hal lain yang sedang terjadi, cobalah untuk melihat lebih dalam.Â
Ingat, perilaku adalah bentuk komunikasi anak. Sikap tidak sopan pun bisa menjadi cara mereka menyampaikan bahwa ada sesuatu yang sedang dirasakan.
Maka dari itu, anak mungkin sedang membutuhkan bantuan untuk belajar cara mengelola rasa marah, menghadapi frustrasi, dan berkomunikasi secara efektif. Atau mungkin juga anak hanya sedang ingin punya lebih banyak waktu dan perhatian dari Bunda.
Coba luangkan setidaknya 15 menit setiap hari untuk kembali menguatkan bonding setelah anak pulang sekolah.
3. Jangan menyerah
Setelah Bunda memutuskan untuk melakukan sesuatu dalam menghadapi perilaku anak, teruskan dan jangan cepat menyerah.
Apa pun solusi yang dipilih, ini membutuhkan waktu dan proses untuk bisa dimengerti oleh anak. Jangan ragu untuk meminta bantuan dari  Ayah, teman, atau anggota keluarga lainnya.Â
4. Bersikap konsisten
Anak-anak membutuhkan konsistensi, terutama saat perilakunya sedang perlu diubah. Jika Bunda menanggapi perilaku anak dengan satu cara hari ini dan cara yang berbeda keesokan harinya, hal itu akan membuat mereka bingung.Â
Hal yang tak kalah penting, semua orang yang dekat dengan anak juga perlu menangani perilaku buruknya dengan cara yang sama.
5. Usahakan untuk tidak bereaksi berlebihan
Hal ini bisa menjadi sulit ya, Bunda? Saat anak melakukan hal yang menjengkelkan berulang kali, rasa marah dan frustrasi pasti akan menumpuk.
Tidak mungkin untuk tidak menunjukkan rasa kesal sama sekali, tetapi cobalah untuk tetap tenang. Segera beralihlah ke hal-hal lain yang bisa membuat Bunda merasa lebih tenang.
6. Minta anak mencoba lagi
Pilihan yang salah sebaiknya diikuti dengan pilihan yang benar. Jika Bunda ingin anak belajar bersikap sopan, beri mereka kesempatan untuk berlatih.
Misalnya, anak meminta diantar bermain ke rumah temannya tapi dengan nada sedikit tinggi. Sebelum Bunda merespons tentang bagaimana caranya berbicara dengan sopan, cukup katakan, 'bisa coba katakan lagi dengan cara yang lebih baik?'.
Hal ini membuat anak menyadari bahwa cara bicaranya salah, sehingga akan berupaya menggunakan kesempatan kedua ini dengan lebih baik.Â
Anak-anak masih dalam proses belajar, sehingga terkadang cara terbaik untuk menanggapi sikap tidak sopan adalah dengan tetap tenang dan mengingatkannya.
7. Beri mereka pelukan
Konsekuensi yang terlalu keras terhadap perilaku tidak sopan anak sering kali justru memperkeruh keadaan. Tunjukkan pada anak seperti apa perilaku yang sopan dan baik, salah satunya dengan merespons menggunakan pelukan atau bentuk kasih sayang lain.
Namun, ini tidak berarti Bunda tidak boleh menetapkan batasan atau membiarkan perilaku tersebut begitu saja lho, ya. Bunda tetap bisa menindaklanjuti respons ini dengan berdiskusi tentang pentingnya bersikap sopan.
Banyak anak akan lebih terbuka untuk mendengarkan orang tua, setelah mereka merasa yakin bahwa Bunda memberi mereka kasih sayang tanpa syarat.
Jangan lupa juga untuk memberi apresiasi saat anak sudah mau berubah menjadi lebih baik. Katakan sesuatu seperti, 'bagus sekali kamu sudah membereskan mainan ke dalam kotak saat Bunda minta'.
Itulah penjelasan tentang cara menghadapi anak yang susah diatur agar lebih menurut, tanpa Bunda perlu ikut marah-marah. Jangan ragu meminta bantuan profesional seperti psikolog anak jika memang diperlukan ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Terbukti Parenting Coach, 7 Kalimat Ampuh untuk Redakan Tantrum Si Kecil
Parenting
Apa Itu Tantrum? Simak 7 Cara Menghadapi Anak Saat Tantrum di Keramaian
Parenting
Perlunya Ruangan 'Sudut Tenang' bagi Anak yang Sering Tantrum
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi/Foto: Getty Images/pixs4u
Anak Enggak Sengaja Dengar Ortu Debat, Ini Dampaknya Menurut Psikolog
5 Ucapan Orang Tua yang Ternyata Bisa Bikin Anak Susah Diatur
Anak Susah Diatur? Begini 6 Cara Mendisiplinkannya dengan Tenang