Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

17 Contoh Ceramah tentang Isra Miraj Singkat untuk Anak, Materi Kultum 2026 Penuh Makna

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Rabu, 14 Jan 2026 16:50 WIB

Ceramah Isra Miraj
Ceramah Isra Miraj/ Foto: Getty Images/wongmbatuloyo
Daftar Isi

Bulan Rajab 1447 H telah tiba, saat yang tepat bagi umat Islam untuk mengenang salah satu peristiwa penting, yaitu Isra Mi'raj. Peristiwa ini menjadi momen yang penuh makna karena menandai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke langit untuk menerima perintah salat.

Peringatan Isra Mi'raj biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah ceramah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini kepada anak-anak. Ceramah Isra Mi'raj perlu disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.

Bagi Bunda yang sedang mencari referensi teks ceramah singkat, berikut 17 contoh ceramah tentang Isra Mi'raj  yang bisa dibawakan saat acara memperingati Isra Mi'raj

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


12 Ceramah Isra Miraj Singkat untuk Anak TK, SD, SMP hingga SMA di Sekolah

Mengutip dari buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an, penerbit Mizan (2009), berikut ini 12 ceramah Isra Miraj singkat yang dapat dibawakan untuk anak TK, SD, SMP, hingga SMA di sekolah yang berisi pesan tentang keteladanan Rasulullah SAW.

1. Keajaiban Isra Mi'raj dan Kekuasaan Allah SWT

Assalamualaiakum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak dan Ibu serta teman-teman yang saya hormati, 

Marilah kita bersama-sama mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul pada hari ini untuk memperingati peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Peristiwa Isra Mi'raj merupakan kejadian luar biasa yang berada di luar kemampuan akal manusia. Meskipun sulit dipahami secara logika, sebagai umat Islam kita wajib meyakini kebenarannya dengan penuh keimanan.

Isra Mi'raj tidak hanya menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Perjalanan yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam tentu tidak dapat dibandingkan dengan kemampuan manusia saat ini. Jarak yang sangat jauh dan perjalanan ke langit merupakan hal yang mustahil bagi manusia, namun bagi Allah SWT tidak ada yang tidak mungkin.

Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu dapat terjadi atas kehendak dan kuasa Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 1, Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada hamba pilihan-Nya.

Dari peristiwa Isra Mi’raj, kita dapat mengambil banyak hikmah, salah satunya adalah pentingnya memperkuat iman dan keyakinan kepada Allah SWT. Janji-janji Allah SWT adalah benar, dan kita sebagai umat Islam wajib mempercayainya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian ceramah singkat tentang Isra Mi’raj yang dapat saya sampaikan. Apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penyampaian, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Hikmah Peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak dan Ibu guru serta teman-teman yang saya hormati,

Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul untuk memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

Pada tanggal 27 Rajab, umat Islam memperingati peristiwa Isra Mi’raj, yaitu perjalanan luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW. Isra berarti perjalanan di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi menuju langit hingga Sidratul Muntaha.

Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang menghadapi masa duka yang berat. Allah SWT kemudian menghibur beliau dengan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kasih sayang-Nya.

Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW ditemani Malaikat Jibril dan dibawa dari Makkah ke Yerusalem dengan kendaraan bernama Buraq. Di Masjidil Aqsha, beliau menjadi imam shalat bagi para nabi. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj ke langit, bertemu para nabi, hingga akhirnya menghadap Allah SWT.

Pada saat itulah Allah SWT mewajibkan shalat bagi umat Islam. Awalnya shalat diperintahkan sebanyak 50 kali, kemudian diringankan menjadi lima waktu sehari sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat-Nya.

Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang keimanan, ketaatan, dan pentingnya shalat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan ini, marilah kita meningkatkan iman dan takwa agar selalu mendapat ridha Allah SWT.

Demikian ceramah singkat yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Isra Mi'raj dan Pentingnya Shalat dalam Kehidupan

Hadirin yang saya muliakan,

Peristiwa Isra Mi'raj merupakan kejadian agung yang memiliki makna sangat mendalam bagi umat Islam. Kata Isra merujuk pada perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina.

Sementara itu, Mi'raj adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah SWT dari Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha, yaitu tempat tertinggi di langit ketujuh yang tidak dapat dijangkau oleh makhluk biasa.

Meskipun peristiwa Isra Mi'raj tidak kita alami secara langsung, sebagai umat Islam kita wajib meyakini kebenarannya. Dari peristiwa luas biasa inilah Allah SWT menurunkan perintah shalat sebagai kewajiban utama bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Pada awalnya, umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan shalat sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Jumlah tersebut tentu terasa berat, mengingat kemampuan dan tingkat keimanan setiap orang berbeda-beda.

Namun, berkat kasih sayang dan kemurahan Allah SWT, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu shalat dalam sehari semalam, dengan pahala yang tetap setara dengan 50 kali shalat.

Sayangnya, pada kenyataannya masih banyak di antara kita yang belum menjadikan shalat sebagai prioritas. Ketika adzan berkumandang, masih ada rasa malas dan menunda-nunda untuk segera melaksanakannya. Padahal, Nabi Muhammad SAW telah berjuang memohon keringanan demi umatnya.

Melalui peringatan Isra Mi'raj ini, marilah kita bersama-sama melakukan introspeksi diri, memperbaiki niat, dan meningkatkan kualitas salat kita. Jangan sampai usia kita terus bertambah, namun ibadah shalat kita justru berjalan tanpa kesungguhan dan kekhusyukan.

Demikian ceramah yang dapat saya sampaikan. Apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Isra Mi'raj sebagai Bukti Kebesaran Allah SWT

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul pada hari ini dalam keadaan sehat untuk bersama-sama memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026.

Selawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, para tabi’in, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang berbahagia, saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan sedikit tausiah pada peringatan Isra Mi’raj ini.

Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke langit hingga lapisan ketujuh.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas oleh akal manusia. Isra Mi’raj juga mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga keimanan dan selalu mengingat Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.

Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW dipertemukan dengan para nabi dan malaikat, serta menerima perintah langsung dari Allah SWT. Hal ini semakin menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah dan kebenaran risalah yang beliau sampaikan kepada umat manusia.

Oleh karena itu, peristiwa Isra Mi’raj hendaknya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga dipahami maknanya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita diajak untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dengan meningkatkan amal kebaikan, memperbanyak zikir, serta mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Sebagai penutup, marilah kita berdoa semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar mampu mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan meraih ridho-Nya dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5. Belajar Sabar dari Peristiwa Isra Mi'raj

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang saya muliakan serta teman-teman yang saya banggakan,

Marilah kita bersama-sama mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di... dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan pidato dengan tema “Kemudahan di Balik Kesulitan”, sebuah tema yang sangat selaras dengan peristiwa Isra Mi’raj.

Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Rasulullah SAW. Saat itu, beliau baru saja kehilangan dua sosok yang sangat dicintainya, yaitu pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah RA. Peristiwa ini dikenal sebagai tahun kesedihan bagi Rasulullah SAW.

Tidak hanya itu, ujian berat juga datang ketika Rasulullah SAW berdakwah ke Thaif. Alih-alih menerima ajaran Islam, penduduk Thaif justru menolak dan menyakiti beliau dengan lemparan batu. Namun, Rasulullah SAW menunjukkan akhlak yang luar biasa. Beliau tidak membalas perlakuan tersebut dengan kemarahan, melainkan mendoakan kebaikan bagi penduduk Thaif beserta keturunannya.

Di tengah kesulitan yang beliau hadapi, Allah SWT menghadiahkan peristiwa Isra Mi’raj sebagai bukti kasih sayang dan kekuasaan-Nya. Dalam perjalanan suci tersebut, Rasulullah SAW dipersiapkan untuk memasuki fase perjuangan dakwah berikutnya, hingga akhirnya kembali ke bumi dengan hati yang lebih kuat dan tenang.

Isra Mi’raj juga membawa pesan yang sangat penting bagi umat Islam, yaitu kewajiban melaksanakan shalat lima waktu. Pada awalnya, Allah SWT memerintahkan shalat sebanyak lima puluh waktu dalam sehari semalam. Namun, atas izin Allah SWT dan usaha Rasulullah SAW yang memohon keringanan, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu, tanpa mengurangi nilainya.

Dari peristiwa ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada kemudahan, serta pentingnya menjaga shalat sebagai bentuk ketaatan dan kedekatan kita kepada Allah SWT.

Semoga dengan meneladani kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kita dapat memperkuat iman, memperbaiki ibadah, dan meluruskan niat dalam menjalani kehidupan sehari-hari semata-mata karena Allah SWT.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Saya mohon maaf apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penyampaian.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

6. Makna Isra Mi'raj dalam Kehidupan Umat Islam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik sepanjang masa, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Yang kami hormati Bapak/Ibu Kepala Sekolah,
Yang kami muliakan Bapak/Ibu Guru serta seluruh staf sekolah,
Dan teman-teman yang saya banggakan.

Marilah kita bersama-sama memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT karena atas izin dan rahmat-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan guna memperingati salah satu hari besar Islam, yaitu Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui beliau, kita mengenal ajaran Islam yang menuntun manusia pada kebenaran serta membedakan antara yang hak dan yang batil. Semoga kita semua termasuk umat yang kelak mendapatkan syafaat beliau. Amin.

Hadirin yang berbahagia,

Kita saat ini berada di bulan Rajab, bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah Islam. Pada bulan inilah terjadi peristiwa luar biasa, yaitu perjalanan Isra dan Mi’raj yang dijalani oleh Rasulullah SAW atas kehendak Allah SWT.

Dalam peristiwa tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah yang sangat penting bagi umat Islam, yakni kewajiban menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Perintah ini diterima secara langsung oleh Rasulullah SAW dari Allah SWT sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian-Nya kepada umat manusia.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 103, yang artinya: Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.

Hadirin yang saya hormati,

Lebih dari sekadar kewajiban, salat memiliki tujuan yang sangat mulia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna shalat agar dapat melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan. Allah SWT berfirman bahwa shalat dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.

Bulan Rajab terus kita jumpai dari tahun ke tahun. Kita menyambutnya dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan peringatan Isra Mi’raj yang sering kali membahas tentang shalat. Namun, yang lebih penting dari sekadar peringatan adalah bagaimana kita benar-benar menghayati dan mengamalkan nilai-nilai shalat dalam kehidupan sehari-hari.

Jika shalat menuntut kekhusyukan, maka dalam setiap aktivitas kita pun harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Jika shalat mengajarkan kesucian dan kebersihan, maka dalam kehidupan kita juga harus menjunjung kejujuran, menjauhi kebohongan, serta tidak melakukan perbuatan zalim.

Masih banyak hikmah salat yang dapat kita pelajari dan renungkan bersama. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan, petunjuk, dan pertolongan agar mampu mengamalkan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Saya mohon maaf apabila terdapat kekeliruan dalam tutur kata. Terima kasih atas perhatian hadirin sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Hikmah Isra Mi'raj dalam Perjalanan Kenabian Rasulullah SAW

Melansir dari buku Kisah Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW, penerbit A-Empat (2021), berikut contoh teks ceramah untuk memperingati Isra Mi'raj.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak dan Ibu guru yang saya hormati serta teman-teman yang saya sayangi, pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan ceramah singkat dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, dengan mengambil hikmah dari salah satu peristiwa penting dalam perjalanan kenabian beliau.

Peristiwa Isra Mi'raj terjadi pada sekitar tahun kesepuluh atau kesebelas masa kenabian Rasulullah SAW. Pada masa itu, beliau sedang berada dalam kondisi yang sangat berat karena baru saja ditinggalkan oleh dua sosok tercinta, yaitu pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah RA. Di balik kesedihan yang mendalam tersebut, Allah SWT menghadirkan Isra Mi’raj sebagai bentuk penghiburan sekaligus sebagai bagian dari rencana besar-Nya.

Isra Mi’raj menjadi peristiwa yang sangat istimewa karena pada saat itulah Allah SWT untuk pertama kalinya menetapkan kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam dalam sehari semalam.

Kisah perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dijelaskan dalam Al-Qur’an, di antaranya pada Surah Al-Isra ayat 1, yang menerangkan bagaimana Allah SWT memperjalankan Rasulullah SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha untuk diperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya.

Selain itu, peristiwa ini juga dijelaskan dalam Surah An-Najm ayat 13 sampai 18, yang menggambarkan bagaimana Nabi Muhammad SAW menyaksikan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang sangat agung, termasuk saat berada di Sidratul Muntaha.

Peringatan Isra Mi’raj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab setiap tahunnya mengingatkan kita bahwa peristiwa ini bukan sekadar kisah sejarah, tetapi mengandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam.

Pelajaran pertama yang dapat kita ambil adalah tentang pentingnya ibadah salat. Dalam peristiwa Isra Mi’raj, Allah SWT menyampaikan perintah salat secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara Malaikat Jibril. Hal ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan salat dalam Islam.

Salat merupakan ibadah utama setelah syahadat dalam rukun Islam. Oleh karena itu, bagi kita yang belum melaksanakan salat secara konsisten, peringatan Isra Mi’raj ini hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah, agar ke depannya kita juga mampu menjalankan ibadah-ibadah sunnah dengan lebih baik.

Pelajaran kedua, peristiwa Isra Mi’raj mungkin sulit diterima oleh akal manusia karena terjadi hanya dalam satu malam. Namun, sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa segala sesuatu dapat terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Peristiwa ini mengajarkan kita untuk memiliki iman yang kuat dan keyakinan penuh terhadap kebesaran Allah SWT.

Pelajaran ketiga, Isra Mi’raj juga merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada Rasulullah SAW yang sedang berada dalam kesedihan. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa di balik setiap ujian dan kesulitan, Allah SWT selalu menyiapkan pertolongan dan hikmah yang besar. Oleh karena itu, ketika kita menghadapi masalah dalam kehidupan, hendaknya kita tidak larut dalam kesedihan, tetapi tetap berprasangka baik kepada Allah SWT.

Demikian ceramah singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat memberikan manfaat serta menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Terima kasih atas perhatian yang telah diberikan. Apabila terdapat tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan, saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

8. Memaknai Isra Mi'raj dalam Kehidupan Sehari-hari

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang saya muliakan,

Pada hari yang penuh berkah ini, kita dapat berkumpul bersama untuk memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yaitu perjalanan luar biasa yang Allah SWT perjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem, kemudian dilanjutkan hingga ke langit yang tertinggi.

Peristiwa Isra Mi’raj memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam karena mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi umat manusia. Perjalanan ini bukan sekadar kisah sejarah, melainkan bukti nyata kebesaran Allah SWT yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Isra Mi’raj juga menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang menerima amanah besar untuk menyampaikan wahyu dan membimbing umat manusia menuju jalan yang lurus. Kejadian ini menunjukkan keteguhan iman serta ketulusan pengabdian Rasulullah SAW kepada Allah SWT dalam menjalankan tugas kenabiannya.

Selain itu, peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan, serta bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT selalu mengandung hikmah. Melalui peristiwa ini, Allah SWT menguatkan hati Rasulullah SAW agar tetap teguh dalam berdakwah dan menghadapi berbagai tantangan.

Oleh karena itu, marilah kita menjadikan peringatan Isra Mi’raj ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT. Kita diajak untuk meneladani Rasulullah SAW dengan memperbanyak amal kebaikan, memperkuat zikir, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, marilah kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan petunjuk dan keridhaan-Nya, sehingga kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

9. Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Langit Ketujuh

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wasshalatu wassalamu ‘ala sayyidina Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Hadirin yang saya hormati,

Isra Mi’raj merupakan dua peristiwa berbeda yang terjadi pada malam hari. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem. Sementara Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsha menuju langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha.

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW diperjalankan dengan Buraq dan menerima perintah langsung dari Allah SWT berupa kewajiban shalat lima waktu sehari semalam, yaitu Zuhur empat rakaat, Asar empat rakaat, Maghrib tiga rakaat, Isya empat rakaat, dan Subuh dua rakaat, sehingga totalnya 17 rakaat.

Salah satu hikmah utama dari peristiwa Isra Mi’raj adalah diwajibkannya shalat bagi setiap Muslim yang telah baligh. Shalat merupakan kewajiban yang telah ditentukan waktunya, sebagaimana firman Allah SWT:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

"Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berdzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin." (QS. An-Nisa : 103).

Selain itu, Rasulullah SAW juga diperlihatkan gambaran surga dan neraka sebagai balasan atas amal perbuatan manusia di dunia. Orang yang beriman dan beramal saleh akan memperoleh derajat yang tinggi, sedangkan orang yang ingkar akan mendapatkan siksa.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:

إِنَّهُۥ مَن يَأْتِ رَبَّهُۥ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُۥ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ

وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلْعُلَىٰ

Sebagai penutup, Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita tentang kewajiban shalat lima waktu serta keyakinan akan balasan Allah SWT atas setiap perbuatan manusia. Semoga peringatan ini menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa menjaga shalat dan meningkatkan keimanan.

Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

10. Shalat sebagai Pesan Utama Isra Mi'raj

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Atas rahmat-Nya, kita dapat berkumpul pada hari ini untuk memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Yang terhormat Bapak/Ibu Kepala Sekolah,
Bapak/Ibu Guru serta seluruh karyawan,
Dan teman-teman yang saya banggakan.

Hadirin yang berbahagia,

Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang penuh hikmah. Salah satu pelajaran terpenting dari peristiwa ini adalah kewajiban shalat. Rasulullah SAW diperjalankan hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat, yang awalnya berjumlah lima puluh waktu, kemudian diringankan oleh Allah SWT menjadi lima waktu sehari semalam.

Hal ini menunjukkan bahwa shalat adalah ibadah yang sangat istimewa dan menjadi tiang agama. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda Islam berusaha memperbaiki kualitas shalat kita, mulai dari wudhu, niat, gerakan, hingga bacaan, agar dilakukan dengan benar dan penuh kekhusyukan.

Sebagai pelajar, masa muda adalah waktu terbaik untuk belajar dan membiasakan diri dalam kebaikan. Jika kita mengalami kesulitan dalam beribadah maupun dalam kehidupan, jangan ragu untuk bertanya kepada guru, orang tua, atau orang-orang yang lebih memahami. Allah SWT telah menegaskan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan pertolongan-Nya akan selalu datang tepat pada waktunya.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini sebagai momentum untuk memperbaiki ibadah, memperindah akhlak, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Demikian pidato singkat yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

11. Meneladani Sikap Rasulullah Melalui Peristiwa Isra Miraj

Assalamu'alaiakum warahmatullahi wabarakatuh

اِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِىاللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَلَهُ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِىَّ بَعْدَهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَهُ.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :
يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّاقَدَّ مَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوْا اللهَ اِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
(الحشر: 18)

Hadirin rahimakumullah,

Segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat hadir dalam keadaan sehat. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa risalah Islam yang mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya iman.

Isra berarti perjalanan malam, sedangkan Mi’raj bermakna naik ke tempat yang tinggi. Menurut istilah, Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan naik ke hadirat Allah SWT.

Allah SWT menjelaskan peristiwa ini dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi setelah Rasulullah SAW mengalami masa duka mendalam dengan wafatnya Abu Thalib dan Khadijah RA. Melalui peristiwa ini, Allah SWT menghibur dan memuliakan Rasulullah SAW serta menguatkan hatinya dalam menjalankan dakwah.

Dalam perjalanan Isra, Rasulullah SAW diperjalankan dengan Buraq menuju Masjidil Aqsa, singgah di beberapa tempat bersejarah, dan melaksanakan shalat di setiap persinggahan. Di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW menjadi imam bagi para nabi terdahulu, kemudian melanjutkan perjalanan Mi’raj menembus tujuh lapis langit dan bertemu para nabi, hingga akhirnya sampai di Sidratul Muntaha.

Pada peristiwa Mi’raj inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat, yang awalnya berjumlah lima puluh waktu, kemudian diringankan oleh Allah SWT menjadi lima waktu sehari semalam, dengan pahala yang tetap bernilai lima puluh waktu.

Peristiwa Isra Mi’raj juga menjadi ujian keimanan bagi umat Islam. Banyak orang meragukan dan mengejek Rasulullah SAW, namun Abu Bakar RA membenarkan sepenuhnya peristiwa tersebut tanpa ragu, sehingga beliau mendapat gelar As-Shiddiq.

Dari Isra Mi’raj, kita dapat mengambil banyak hikmah, di antaranya: menguatkan iman Rasulullah SAW, menunjukkan kebesaran Allah SWT, menguji keimanan umat, serta menetapkan shalat sebagai ibadah utama dan tiang agama.

Semoga dengan memahami peristiwa Isra Mi’raj, kita semakin meningkatkan keimanan, menjaga shalat, dan memperbaiki amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

12. Makna Isra Mi'raj bagi Pelajar Muslim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT. Selawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik bagi umat Islam.

Hadirin dan teman-teman yang saya hormati,

Pada kesempatan ini, kita memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang Allah berikan kepada Rasulullah SAW, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha, lalu dilanjutkan hingga ke langit. Peristiwa ini terjadi hanya dalam satu malam dan tidak bisa dijelaskan dengan akal manusia, sehingga hanya dapat diyakini dengan iman.

Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kita untuk percaya kepada hal-hal gaib dan semakin yakin akan kebesaran Allah SWT. Dari peristiwa inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa shalat adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam.

Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan. Dengan shalat, kita belajar disiplin, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta membentuk akhlak yang baik. Orang yang menjaga shalat dengan sungguh-sungguh akan terhindar dari perbuatan buruk dan lebih tenang dalam menjalani kehidupan.

Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini sebagai pengingat untuk memperbaiki shalat kita, baik dari segi waktu, gerakan, maupun kekhusyukannya. Semoga kita semua menjadi anak-anak yang taat beribadah, berakhlak mulia, dan dicintai Allah SWT.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5 Contoh Teks Pidato untuk Ceramah Isra Miraj Lengkap Beserta Dalil dan Ayatnya

Di bawah ini kumpulan contoh teks pidato untuk ceramah tentang Isra Mi'raj lengkap dengan dalil dan ayatnya.

1. Hikmah dan Pentingnya Salat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat, rahmat, dan petunjuk-Nya sehingga kita bisa berkumpul di majelis yang mulia ini. Selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikutnya, semoga kelak kita mendapat syafaat beliau di Hari Akhir.

Hadirin yang saya hormati,

Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW. Meskipun waktu terjadinya sering menjadi perdebatan, mayoritas meyakini perjalanan ini terjadi pada malam 27 Rajab, tahun ke-12 kenabian beliau. Dalam Al-Qur’an, peristiwa ini disebutkan pada surat An-Najm ayat 13–15, yang menjelaskan perjalanan Nabi hingga Sidratul Muntaha, dekat surga.

وَلَقَدۡ رَءَاهُ نَزۡلَةً أُخۡرَىٰ. عِندَ سِدۡرَةِ ٱلۡمُنتَهَىٰ. عِندَهَا جَنَّةُ ٱلۡمَأۡوَىٰٓ

Artinya: Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.

Peristiwa Isra Mi’raj juga menjadi momen penting karena di situlah Allah SWT memerintahkan salat lima waktu bagi umat Islam. Shalat adalah ibadah yang sangat istimewa dan wajib, namun masih banyak dari kita yang terkadang lalai atau tidak menunaikannya tepat waktu. Oleh karena itu, mari kita mulai memperbaiki kualitas shalat kita, baik yang wajib maupun yang sunnah, dengan niat yang tulus.

Jika kita membiasakan diri, shalat akan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan menumbuhkan kedekatan kita dengan Allah SWT. Semoga melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita semakin mencintai Rasulullah SAW dan lebih giat dalam beribadah.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf bila ada salah kata, dan terima kasih atas perhatian hadirin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Isra Mi'raj dan Hikmah Salat Lima Waktu

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, nikmat, dan petunjuk-Nya sehingga kita bisa berkumpul di majelis ini. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Hadirin yang berbahagia,

Isra Mi’raj adalah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha di langit yang ghaib. Allah SWT memperlihatkan kebesaran-Nya dan menurunkan perintah shalat lima waktu bagi umat Islam. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

"Maha suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)

Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam surat Ad-Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."

Salat yang benar membawa ketenangan bagi diri sendiri dan mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-Ankabut: 45). Rasulullah SAW juga mengingatkan:

"Akan datang suatu masa, banyak yang melakukan shalat, padahal mereka tidak benar-benar shalat." (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan shalat, penting untuk memperhatikan kualitas, bukan sekadar kuantitas. Mulai dari wudhu yang benar, niat yang ikhlas, gerakan, bacaan, hingga khusyuk di dalamnya.

Mari kita jadikan bulan Rajab ini dan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk memperbaiki ibadah, meningkatkan iman, dan meneladani Rasulullah SAW. Semoga shalat kita menjadi ibadah yang membawa keberkahan bagi diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

3. Menguatkan Iman dan Akhlak melalui Isra Mi'raj

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua.

Hadirin yang saya hormati,

Alhamdulillah, hingga saat ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama, menjaga tali persaudaraan, dan saling berbagi kebaikan. Semoga kehadiran kita di majelis ini menjadi momen untuk meningkatkan rasa syukur dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadi cahaya penuntun bagi kita dalam kegelapan dan penyejuk hati yang dahaga.

Dalam peringatan Isra Mi’raj ini, mari kita renungkan betapa besar kekuasaan Allah SWT. Perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan kemudian ke langit, menjadi bukti nyata kebesaran-Nya serta momentum yang harus kita hargai.

Sebagai bentuk syukur, kita dianjurkan untuk merenungi pesan yang dibawa Nabi Muhammad SAW, terutama perintah shalat lima waktu. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis:

"Salat itu adalah tiang agama. Barang siapa yang menunaikan salat maka telah menguatkan agama. Dan barang siapa yang meninggalkan salat maka telah merobohkan agama."

Dengan shalat, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menumbuhkan ketakwaan dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain ibadah, ketakwaan juga tercermin dalam cara kita memperlakukan orang lain. Semakin baik amal ibadah kita, semakin mulia sikap dan perilaku kita terhadap sesama.

Semoga peringatan Isra Mi’raj ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu meningkatkan iman, taqwa, dan amal baik dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah SWT meridhoi segala usaha kita.

Demikian pidato singkat ini. Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan, dan terima kasih atas perhatian hadirin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Wahyu Nabi Muhammad SAW dalam Peristiwa Isra Mi'raj

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat dan kesempatan untuk berkumpul di majelis ini. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan syafaat beliau di Yaumul Akhir.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Isra Mi’raj adalah mukjizat luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW. Secara bahasa, Isra berarti perjalanan, sedangkan Mi’raj berarti naik. Secara istilah, Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa pada malam hari, kemudian naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima wahyu shalat lima waktu.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيٓ أَسْرَى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dalam Mi’raj, Nabi Muhammad SAW melihat Jibril di Sidratul Muntaha dan diberi perintah shalat lima waktu (QS. An-Najm 13–18):

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ (١٣) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى(١٤) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ (١٥) اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ (١٦) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى (١٧) لَقَدْ رَاٰى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى

Artinya: “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril dalam wujud aslinya di Sidratul Muntaha, dekat surga tempat tinggal. Pandangannya tidak berpaling dan beliau melihat sebagian tanda-tanda kebesaran Tuhannya yang paling besar.”

Awalnya, Nabi diperintahkan shalat 50 waktu sehari, namun setelah berdiskusi dengan Nabi Musa AS dan meminta keringanan, akhirnya diwajibkan lima waktu sehari.

Hadirin sekalian,

Peristiwa Isra Mi’raj sering terdengar luar biasa dan sulit diterima akal. Namun, sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita wajib meyakini mukjizat ini dan menjalaninya melalui ibadah shalat lima waktu. Shalat adalah perintah langsung dari Allah SWT dan menjadi kewajiban utama umat Islam.

Mari jadikan peringatan Isra Mi’raj ini sebagai pengingat untuk menunaikan shalat dengan khusyu’ dan memperkuat iman kita. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam melaksanakan ibadah-Nya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

5. Mukjizat Nabi Muhammad SAW dan Pentingnya Shalat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan kesempatan kepada kita untuk berkumpul di majelis yang mulia ini. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat syafaat beliau di Hari Akhir.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Isra Mi’raj adalah mukjizat yang dialami Nabi Muhammad SAW. Secara bahasa, Isra berarti perjalanan malam, sedangkan Mi’raj berarti naik. Secara istilah, peristiwa ini adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 1:

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dalam Mi’raj, Nabi Muhammad SAW bertemu Jibril di Sidratul Muntaha dan diberikan perintah shalat. Sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Najm ayat 13–18:

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril dalam wujud aslinya di Sidratul Muntaha, dekat surga tempat tinggal. Pandangannya tidak berpaling dan beliau melihat sebagian tanda-tanda kebesaran Tuhannya yang paling besar."

Awalnya shalat diwajibkan 50 waktu sehari, tetapi setelah berdiskusi dengan Nabi Musa AS, Allah SWT meringankan menjadi lima waktu sehari.

Hadirin sekalian,

Isra Mi’raj memang peristiwa luar biasa yang sulit dijangkau akal manusia. Namun sebagai umat Islam, kita wajib meyakini mukjizat ini dan mengamalkannya melalui shalat lima waktu. Shalat adalah kewajiban utama, ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah dan memperkuat iman.

Mari jadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai pengingat untuk menunaikan shalat dengan khusyu’, menjaga kualitas ibadah kita, dan meneladani Rasulullah SAW. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam setiap ibadah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikian kumpulan teks ceramah tentang Isra Mi'raj yang bisa dijadikan referensi dalam acara memperingati Isra Mi'raj di sekolah untuk TK, SD, SMP, hingga SMA. Semoga bermanfaat!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda