PARENTING
Ini Kebiasaan Parenting yang Menghambat Anak Menjadi Mandiri Saat Dewasa Menurut Psikolog
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 19 Jan 2026 08:50 WIBMembesarkan Si Kecil bukanlah suatu hal yang mudah bukan, Bunda? Setiap harinya terasa seperti menghadapi ujian baru yang datang silih berganti.
Belum lagi kalau anak sedang rewel, lagi aktif-aktifnya, tak jarang Bunda bergegas membereskan mainannya sendiri, meski sebelumnya sudah meminta Si Kecil untuk melakukannya.
Di kesempatan lain, Bunda mungkin harus berhadapan dengan tantrum yang cukup menguras emosi. Dalam kondisi seperti itu, orang tua biasanya ingin segera menghentikannya supaya suasana bisa kembali tenang.
Psikolog anak sekaligus profesor dari Touro University New York, Daniel J. Moran, menyoroti pola ini pada banyak orang tua. Moran menilai orang tua sering kali terlalu berusaha membuat hidup anak berjalan mulus.
"Orang tua...bekerja lembur untuk membuat kehidupan anak-anak mereka lancar dan bahagia. Niatnya adalah cinta, tetapi hasilnya sering kali adalah ketergantungan," tutur Moran, menilik dari laman Health and Me.
Hal ini biasanya muncul saat orang tua berusaha menghilangkan rasa tidak nyaman dari hidup anak. Akibatnya, mereka jadi terbiasa bergantung dan sulit belajar mandiri.
Sejalan dengan hal tersebut, Moran pun membagikan kebiasaan parenting yang dapat menghambat anak menjadi mandiri saat dewasa. Lalu, kebiasaan apa saja itu, Bunda?
Kebiasaan yang bisa menghambat anak menjadi mandiri saat dewasa
Perlu kita pahami bahwa ketika orang tua melakukan segalanya untuk anak, mereka jadi tidak pernah tahu apakah dirinya mampu menghadapi suatu situasi. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa menghambat anak belajar mandiri:
1. Terlalu cepat turun tangan
Kebiasaan ini muncul saat orang tua langsung mengambil alih setiap masalah yang dihadapi anak. Anak pun terbiasa berpikir bahwa ia tidak perlu berusaha karena selalu ada yang menyelesaikan.
Misalnya saat mainannya berantakan, Bunda langsung membereskan sambil berkata, "Sudah, biar Bunda saja yang rapikan,". Lama-lama, anak jadi menunggu dan enggan untuk mencobanya sendiri.
Seiring berjalannya waktu, anak bisa menjadi kurang terlatih dalam menghadapi situasi yang sulit. Ia bisa tumbuh dengan rasa ragu pada kemampuannya sendiri.
2. Pujian yang terlalu berlebihan
Memberi pujian itu memang penting, apalagi saat anak berhasil melakukan suatu hal yang baru. Namun, jika setiap hal selalu dipuji, anak bisa kehilangan 'arti' dari usaha yang ia lakukan.
Anak jadi terbiasa mengejar pujian, bukan proses belajar. Seperti halnya saat anak menggambar asal-asalan lalu Bunda mengatakan, "Wah, gambarnya paling bagus sedunia," padahal belum ada usaha yang sungguh-sungguh dari mereka.
3. Jadwal yang padat
Banyak orang tua yang ingin anaknya belajar banyak hal sejak dini. Akhirnya, hampir setiap hari anak diisi dengan berbagai les dan kegiatan tanpa jeda.
Padahal, waktu kosong juga penting untuk anak lho, Bunda. Rasa bosan justru bisa melatih kemandirian, misalnya saat anak berkata, "Aku bosan" lalu Bunda menjawab, "Coba cari permainan sendiri di rumah, ya".
Ketika Bunda bisa memberi ruang seperti ini, anak akan belajar mengatur dirinya sendiri. Ia jadi terbiasa menemukan ide dan mengisi waktunya tanpa selalu bergantung pada arahan dari orang tua.
Apa yang harus dilakukan orang tua?
Psikolog Daniel J. Moran menekankan pentingnya memberi ruang bagi anak untuk belajar dari prosesnya. Anak perlu diberi kesempatan untuk 'berjuang dengan aman' supaya bisa tumbuh lebih percaya diri, Bunda.
Selain itu, orang tua juga bisa membiasakan anak menerima kesalahan sebagai bagian dari belajar. Moran menilai bahwa ketidaknyamanan justru penting dalam proses tumbuh kembang anak.
"Jika kita menginginkan generasi muda yang percaya diri dan cakap, kita harus membiarkan anak-anak berlatih menghadapi ketidaknyamanan," kata Moran.
Lebih dari itu, ia juga menegaskan kepada orang tua bahwa rasa percaya diri anak tidak lahir hanya dari pujian. Mereka perlu melalui proses mencoba, gagal, lalu bangkit kembali.
"Kepercayaan diri tidak datang dari pujian terus-menerus, tetapi datang dari ketekunan, pemecahan masalah, dan tujuan. Sedikit ketidaknyamanan hari ini bisa membantu anak menjadi lebih kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan," tegasnya.
Sependapat dengan hal ini, seorang psikolog klinis dan pemilik Best Life Behavioral Health, Dr. Samantha Whiten, menilai bahwa terlalu banyak membantu justru bisa membuat anak jadi bergantung.
"Melakukan segalanya untuk anak, padahal mereka sebenarnya mampu melakukannya sendiri, akan membuat mereka terbiasa bergantung pada orang tua. Anak jadi sulit merasa bangga dan percaya diri dengan kemampuan yang bisa ia kuasai sendiri," ujarnya.
Karena itu, Samantha Whiten merekomendasikan pendekatan bertahap untuk membangun kepercayaan diri anak. Orang tua bisa mencontohkan terlebih dahulu, lalu membiarkan anak untuk mencoba sambil diamati.
Itulah penjelasan mengenai kebiasaan parenting yang dapat menghambat anak menjadi mandiri saat dewasa menurut psikolog.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Lahir Oktober-Desember Disebut Lebih Cerdas, Ini Faktanya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Potret Rumah Tasya Farasya yang Direnovasi karena Banyak Alami Keretakan, Bikin Dompet Menyala
7 Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan di Atas Rata-rata saat Sendirian
5 Resep Tempe Tahu Bacem Sederhana dengan Bumbu Meresep, Praktis Dibuat di Rumah
Tawarkan Hunian Murah, Apartemen Ini Justru Larang Penghuninya Punya Kendaraan
10 Contoh Soal Matriks, Pembahasan, dan Kunci Jawabannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Rumah Tasya Farasya yang Direnovasi karena Banyak Alami Keretakan, Bikin Dompet Menyala
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
10 Contoh Soal Matriks, Pembahasan, dan Kunci Jawabannya
5 Resep Tempe Tahu Bacem Sederhana dengan Bumbu Meresep, Praktis Dibuat di Rumah
Tawarkan Hunian Murah, Apartemen Ini Justru Larang Penghuninya Punya Kendaraan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kursi Kantor Bikin Pegal? Begini Cara Upgrade Pakai Bantal Duduk dan Sandaran Kepala
-
Beautynesia
3 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Makan di Rumah
-
Female Daily
Wajah Masih Berminyak Padahal Rajin Skincare? Ini 5 Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pernikahan Aktris yang Menikah dengan Teman Ayahnya, Lebih Tua 40 Tahun
-
Mommies Daily
Kalau Boleh Mengulang Waktu, Ini yang Saya Ingin Ketahui Sebelum Menikah