PARENTING
BAB Pertama Bayi, Ternyata Bisa Jadi Gambaran Kesehatan Si Kecil di Masa Depan
Indah Ramadhani | HaiBunda
Minggu, 01 Feb 2026 15:20 WIBTahukah Bunda, BAB atau feses pertama bayi yang disebut mekonium ternyata menyimpan banyak informasi tentang kondisi usus Si Kecil? Para ahli kini menemukan bahwa mikrobioma atau kumpulan bakteri baik di saluran cerna bayi sejak awal kehidupan, berperan penting dalam membentuk daya tahan tubuhnya.
Meski bukan penentu mutlak, kesehatan usus di 1.000 hari pertama kehidupan-sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun, diketahui sangat memengaruhi risiko alergi, infeksi, hingga gangguan metabolisme di kemudian hari.
Ahli patologi dari Rumah Sakit Queen di London menjelaskan bahwa periode ini adalah masa emas pembentukan sistem imun, termasuk sistem pencernaan. Salah satu cara menilai proses tersebut adalah dengan melihat perkembangan mikrobioma dalam feses bayi, termasuk pada BAB pertamanya.
Melansir dari laman BBC, paparan mikrobioma setelah lahir merupakan tanda yang baik, Bunda. Sejak saat itu, tubuh akan membentuk sistem kekebalan yang membantu melindungi anak dari patogen berbahaya dan menjadi antibiotik alami untuk membunuh bakteri jahat.
Bagaimana proses mikrobioma hidup di usus bayi?
Mikrobioma adalah kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan. Bakteri ini bertugas membantu mencerna makanan, melindungi tubuh dari kuman berbahaya, serta melatih sistem kekebalan tubuh.
Saat masih di dalam kandungan, usus bayi relatif minim paparan mikroba. Setelah lahir, barulah bayi mulai terpapar bakteri dari ibu dan lingkungan sekitar. Paparan inilah yang membantu membangun "tentara alami" dalam tubuh si kecil.
Penelitian menunjukkan, semakin seimbang mikrobioma usus bayi di awal kehidupan, semakin baik pula perkembangan sistem imunnya.
Menurut dosen senior spesialis mikrobioma di Universitas New South Wales, Steven Leach, alam mempunyai cara khusus untuk menghidupkan mikrobioma usus pada bayi yang baru lahir, serta bukan tanpa alasan mengapa bayi dilahirkan dengan kepala menghadap bawah.
Proses kelahiran seperti ini akan membuat kepala bayi mendorong keluar isi usus sang ibu. Maka dari itu, kotoran sering menempel di wajah bayi yang lahir dengan normal. Hal ini membuat bakteri baik dari usus ibu pindah ke tubuh anak.
Penelitian Field mengungkap bahwa bakteri baik yang terdapat di usus mampu melindungi bayi dari infeksi virus saat mereka beranjak dewasa. Pernyataan ini disimpulkan setelah mereka menganalisis kotoran 600 bayi di hari keempat, ketujuh, ke-21, saat enam bulan, dan satu tahun kehidupannya.
Apa saja mikrobioma yang terdapat dalam usus bayi?
Studi di tahun 2019 menemukan bahwa pada minggu pertama kelahiran, biasanya ditemukan tiga bakteri baik, yaitu Bifidobacterium longum (B. longum), Bifidobacterium breve (B. breve), dan Enterococcus faecalis (E .faecalis).
Bayi yang lahir melalui vagina, cenderung memiliki bakteri B. longum ataupun B. breve di saluran pencernaan mereka. Sementara bayi yang melalui operasi caesar, cenderung didominasi oleh bakteri E. faecalis.
Terdapat sedikit perbedaan paparan bakteri antara bayi yang lahir secara normal dan yang melalui operasi caesar. Bayi yang lahir melalui operasi caesar cenderung memiliki paparan bakteri dari saluran pencernaan ibu yang lebih sedikit karena tidak melalui jalan lahir.
Maka dari itu, mereka umumnya lebih banyak terpapar bakteri dari lingkungan rumah sakit, seperti E. faecalis. Bakteri ini bersifat oportunistik dan dapat menimbulkan infeksi apabila sistem kekebalan tubuh bayi belum terbentuk dengan baik.
Manfaat dari bakteri usus terhadap kesehatan anak
Menurut dosen spesialis mikroba di Universitas Sydney, Archita Mishra, bakteri yang terbentuk dalam enam hingga 12 bulan pertama kehidupan bayi bertanggung jawab atas risiko alergi, respons tubuh terhadap vaksin, serta fungsi penghalang usus yang melindungi tubuh dari zat berbahaya.
Penelitian lain menunjukkan bahwa bayi yang memiliki lebih banyak B. longum cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi saluran pernapasan dalam dua tahun pertama kehidupannya. Ini dikarenakan bakteri tersebut berperan untuk melindungi kesehatan pernapasan bayi yang lahir secara normal.
B. longum juga membantu mengolah gula dalam ASI, yang tidak dapat dicerna oleh enzim bayi, menjadi asam lemak rantai pendek (SCFA). Senyawa ini dipercaya berperan penting dalam mengatur sistem kekebalan tubuh, sehingga mampu membantu bayi dalam melawan infeksi.
Berbeda dengan usus orang dewasa, usus bayi yang baru lahir masih mengandung oksigen (aerobik). Nah, Bifidobacterium akan menggunakan oksigen secara cepat, membuat usus menjadi anaerobik, menurunkan pH, dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya.
Rekayasa mikrobioma terhadap bayi yang lahir melalui operasi caesar
Menilik dari laman Science, ilmuwan mikrobioma dari Universitas Helsinki, Willem de Vos, mempublikasi sebuah metode rekayasa yang membuat bayi lahir dengan operasi caesar tetap mendapatkan paparan bakteri baik, seperti bayi yang didapat oleh bayi lahir secara normal.
Metode ini dikenal sebagai transplantasi mikrobioma. Melalui metode ini, bayi yang lahir melalui operasi caesar diberikan paparan mikrobioma ibu secara terkontrol. Sebelum itu, sampel feses ibu tentunya diperiksa dahulu agar memastikan tidak ada patogen berbahaya.
Selanjutnya, de Vos menganalisis mikrobioma pada usus bayi dengan mengurutkan materi genetik dalam feses mereka. Ia menemukan bahwa dalam tiga minggu, mikrobiota bayi yang menjalani perawatan tersebut mulai menyerupai mikrobioma bayi yang lahir normal.
Bayi yang menjalani perawatan tersebut diketahui lebih sedikit terpapar bakteri patogen, termasuk Enterococcus faecium dan Salmonella enterica. Selama masa penelitian ini, de Vos juga mengaku bahwa tidak ditemukan efek samping berbahaya pada bayi-bayi tersebut.
Nah, demikian informasi mengenai hubungan feses pertama bayi dengan kesehatannya, Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan tentang manfaat dan dampak mikrobioma pada usus bayi untuk kesehatan mereka di masa depan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyebab BAB Berlendir pada Bayi, Bunda Perlu Tahu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Frekuensi BAB Normal Bayi Usia 0-6 Bulan, Berapa Kali Sehari?
6 Warna Feses Bayi dan Tanda Bahayanya, Putih Segera Bawa ke Dokter
10 Jenis BAB Bayi
Perlu Tahu Nih, Soal Warna dan Bentuk Feses Bayi
TERPOPULER
9 Jenis Pernikahan Terlarang dalam Islam
7 Nama Bayi Ini Kini Mulai Ditinggalkan di 2026
Potret 2 Anak Bunga Zainal yang Berprestasi, Si Sulung Raih Best Delegate di Harvard World Model UN
3 Resep Ayam Kukus Pedas, Praktis, dan Lezat
Kisah Ibu Mendadak Melahirkan usai Tertawa Terbahak-bahak saat Nonton Acara Ini...
REKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
8 Rekomendasi Yogurt untuk Ibu Hamil, Ketahui Risiko & Manfaatnya
Natasha ArdiahTERBARU DARI HAIBUNDA
Ingrid Kansil & Suami Kunjungi Sang Putri Kuliah S2 di Inggris, Tinggal di Apartemen Kecil
JIS Sport Festival 2026, Hadirkan Ragam Olahraga hingga Ruang Berbagi Impian Anak
3 Resep Ayam Kukus Pedas, Praktis, dan Lezat
Potret 2 Anak Bunga Zainal yang Berprestasi, Si Sulung Raih Best Delegate di Harvard World Model UN
7 Nama Bayi Ini Kini Mulai Ditinggalkan di 2026
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Andre Taulany Sedih Boiyen Cerai, Penelusuran ke Warung Sate Milik Rully
-
Beautynesia
Kebiasaan Malam Hari yang Bikin Kulit Glowing dan Sehat
-
Female Daily
5 Inspirasi dari IKEA untuk Rayakan Berbagai Momen Perayaan, Mulai dari Rumah!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sabun Batang atau Sabun Cair? Ini Perbedaan, Kelebihan, dan Kekurangannya
-
Mommies Daily
Jenis Investasi yang Cocok untuk Pasangan Baru Menikah, Ini Tipsnya dari Pakar Finansial