HaiBunda

PARENTING

19 Tanda Gerd pada Anak yang Tidak Boleh Dianggap Sepele

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 27 Jan 2026 16:50 WIB
Ilustrasi Tanda Gerd pada Anak yang Tidak Boleh Dianggap Sepele/Foto: Getty Images/Nuttawan Jayawan
Jakarta -

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi bisa juga dialami anak-anak, Bunda. Berkaitan dengan ini, adapun tanda GERD pada anak yang tidak boleh kita anggap sepele.

Dikutip dari laman Johns Hopkins Medicine, GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Pada bayi, GERD bisa terjadi sebagai bentuk komplikasi dari gumoh.

Pada anak, kondisi tersebut bisa muncul dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan orang dewasa. Karena itu, Bunda perlu lebih peka saat anak menunjukkan perubahan tertentu dalam kesehariannya.


Lalu, apa saja tanda GERD pada anak yang tidak boleh disepelekan? Simak penjelasannya berikut ini.

Tanda-tanda gerd pada anak yang tidak boleh dianggap sepele

Perlu kita ketahui bahwa anak-anak di bawah usia 12 tahun, tanda GERD kerap muncul dengan cara yang berbeda, Bunda.

Terdapat tanda-tanda GERD anak yang tidak boleh dianggap sepele, sebagaimana dilansir dari Johns Hopkins Medicine serta National Institutes of Health (NIH) melalui National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).

  1. Sering sendawa disertai naiknya cairan lambung
  2. Nafsu makan menurun atau menolak makan
  3. Keluhan nyeri atau tidak nyaman di area perut
  4. Mudah rewel atau gelisah saat waktu makan
  5. Kerap mengalami muntah berulang
  6. Cegukan yang muncul cukup sering
  7. Mudah tersedak saat makan atau minum
  8. Batuk yang muncul terus-menerus
  9. Napas berbunyi atau terdengar mengi
  10. Lebih mudah terserang pilek atau flu
  11. Infeksi telinga yang sering kambuh
  12. Timbul bunyi tidak biasa dari area dada
  13. Keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman di tenggorokan saat bangun pagi
  14. Muncul rasa asam atau pahit di mulut
  15. Napas berbau tidak sedap
  16. Lapisan pelindung gigi menipis atau mengalami kerusakan
  17. Perut terasa perih atau tidak nyaman
  18. Nyeri di bagian dada atau perut bagian atas
  19. Kesulitan atau rasa sakit saat menelan

Penyebab GERD pada anak

Setelah mengenali berbagai tandanya, wajar kalau Bunda ingin tahu apa sebenarnya penyebab GERD pada anak. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan cara kerja saluran pencernaan yang belum optimal.

Menilik dari Johns Hopkins Medicine, GERD sering terjadi akibat gangguan pada LES atau Lower Esophageal Sphincter bagian bawah. Otot ini berfungsi sebagai 'pintu' yang membuka saat makanan masuk ke lambung dan menutup supaya isi lambung tidak naik kembali.

Masalah muncul ketika LES terlalu sering atau terlalu lama mengendur, Bunda. Akibatnya, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan memicu keluhan seperti muntah atau rasa panas di dada.

Sebenarnya, refluks bisa dialami siapa saja, termasuk orang dewasa. Saat Bunda pernah bersendawa lalu muncul rasa asam di mulut, itu juga merupakan bentuk refluks yang terjadi sesekali.

Pada anak, kondisi ini bisa terasa ringan, misalnya hanya muncul rasa tidak nyaman di mulut atau dada dalam waktu singkat. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang, keluhan tersebut bisa menjadi tanda GERD.

Beda GERD dan GER

Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Shelyna Long

Banyak orang tua yang masih ingin tahu, apakah GER atau Gastroesophageal Reflux dan GERD merupakan kondisi yang sama? Meski keduanya terdengar mirip, kondisi ini memiliki perbedaan yang cukup jelas, Bunda.

GERD terjadi ketika asam lambung naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan keluhan tertentu. Sementara itu, GER hanya berupa makanan atau minuman yang kembali naik ke atas tanpa selalu menimbulkan rasa tidak nyaman.

GER cukup umum dialami oleh bayi, terutama di bawah usia dua tahun. Pada kondisi ini, bayi bisa muntah beberapa kali sehari tanpa disertai dengan gangguan yang serius.

Biasanya, GER akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak, Bunda. Bahkan, anak yang lebih besar dan remaja juga bisa mengalami GER sesekali, dan hal tersebut tidak selalu menandakan adanya GERD.

Pengobatan GERD pada anak

Setelah kita memahami tanda, penyebab, serta perbedaan GER dan GERD, kini saatnya membahas terkait pengobatan GERD pada anak.

Penanganannya bisa berbeda-beda, Bunda, tergantung usia anak, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan keluhan yang dialami. Simak penjelasan selengkapnya.

1. Perubahan pola makan dan gaya hidup

Langkah awal pengobatan GERD pada anak biasanya dimulai dari penyesuaian kebiasaan sehari-hari. Cara ini membantu untuk meredakan keluhan tanpa harus langsung menggunakan obat.

Pada bayi, Bunda disarankan untuk menggendong Si Kecil dalam posisi tegak selama sekitar 30 menit setelah menyusu. Jika menggunakan botol, pastikan dot selalu terisi susu, agar bayi tidak menelan terlalu banyak udara.

Bunda juga perlu rutin menyendawakan bayi, baik saat menyusu ASI maupun susu botol, ya. Sendawa yang teratur bisa mengurangi tekanan di lambung, terutama saat perut bayi dalam kondisi penuh.

Pada anak yang lebih besar, porsi jenis dan makanan menjadi hal yang utama. Makanan berlemak, gorengan, cokelat, serta buah dan jus yang asam sebaiknya dibatasi.

Porsi makan juga dianjurkan lebih kecil, tetapi bisa lebih sering dengan tambahan camilan yang sehat. Kalau anak memiliki berat badan berlebih, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengatur pola makan yang tepat.

Waktu makan malam pun juga perlu diperhatikan, yakni sebaiknya diberikan lebih awal. Idealnya, anak sudah selesai makan setidaknya tiga jam sebelum waktu tidur.

2. Obat-obatan

Jika perubahan pola makan belum cukup membantu, dokter biasanya akan merekomendasikan langkah lanjutan. Penanganan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, Bunda.

Obat-obatan bisa diberikan untuk mengurangi produksi asam lambung. Jenis dan dosisnya tentu saja akan ditentukan langsung oleh dokter sesuai dengan kebutuhan.

Itulah penjelasan mengenai berbagai tanda GERD pada anak yang tidak boleh dianggap sepele. Semoga informasinya bisa membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Pola Makan Ibu Hamil Berpengaruh pada Otak dan IQ Anak, Ini Penjelasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Rumah Budi Doremi di Desa, Tenang Dipenuhi Ornamen Kayu & Dikelilingi Pohon

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ungkapan Hati Istri Rizal 'Armada' saat Pertama Kali Kunjungi Makam Anak usai Keluar RS

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Daftar Pelajaran Anak TK yang Penting dari Membaca hingga Berhitung & Cara Mengajarkan di Rumah

Parenting Kinan

Anak Kurang Gizi Bisa Terjadi Tanpa Disadari, Ini Gejala Awalnya

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Demi Dongkrak Angka Kelahiran, Turki Perketat Aturan Operasi Caesar

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

[MALAM] 7 Ciri-ciri Herpes Kelamin Perempuan, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Potret Rumah Budi Doremi di Desa, Tenang Dipenuhi Ornamen Kayu & Dikelilingi Pohon

Daftar Pelajaran Anak TK yang Penting dari Membaca hingga Berhitung & Cara Mengajarkan di Rumah

Demi Dongkrak Angka Kelahiran, Turki Perketat Aturan Operasi Caesar

Ungkapan Hati Istri Rizal 'Armada' saat Pertama Kali Kunjungi Makam Anak usai Keluar RS

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK