HaiBunda

PARENTING

7 Tanda Rasa Malu Anak yang Perlu Jadi Perhatian Orang Tua, Waspadai Kecemasan

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 31 Jan 2026 14:20 WIB
Anak malu berlebihan/ Foto: Getty Images/JGalione

Rasa malu adalah emosi yang memengaruhi perasaan dan perilaku seseorang di sekitar orang lain. Rasa malu dapat berarti anak merasa tidak nyaman, minder, gugup, malu-malu, penakut, atau tidak percaya diri. Anak yang merasa malu terkadang merasakan sensasi fisik seperti pipi memerah atau merasa tidak bisa berkata-kata, gemetar, atau bahkan sesak napas.

Rasa malu adalah kebalikan dari merasa nyaman dengan diri sendiri di sekitar orang lain. Ketika seseorang merasa malu, mereka mungkin ragu untuk mengatakan atau melakukan sesuatu karena mereka merasa tidak yakin pada diri sendiri dan belum siap untuk diperhatikan, Bunda.

Seperti emosi lainnya, dilansir Nemours Teens Health, perasaan malu dapat bersifat ringan, sedang, atau intens. Hal ini tergantung pada situasi dan orangnya. Seorang anak yang biasanya atau sering merasa malu mungkin menganggap dirinya sebagai orang yang pemalu.


Orang yang pemalu mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk terbiasa dengan perubahan. Mereka mungkin lebih suka tetap dengan apa yang sudah familiar. Mereka biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan orang dan situasi baru.

Lalu, apa penyebab anak merasa malu?

Penyebab anak merasa malu

Mengutip dari laman Better Health, beberapa kemungkinan penyebab rasa malu, yang seringkali bekerja secara bersamaan, dapat meliputi:

  • Aspek kepribadian anak dapat ditentukan, setidaknya sebagian, oleh susunan genetik yang diwarisi individu.
  • Anak yang sensitif secara emosional dan mudah diintimidasi lebih cenderung tumbuh menjadi anak yang pemalu.
  • Anak-anak belajar dengan meniru panutan mereka yang paling berpengaruh, yaitu orang tua mereka. Orang tua yang pemalu mungkin 'mengajarkan' rasa malu kepada anak-anak mereka melalui contoh perilaku sehari-hari.
  • Anak-anak yang tidak merasa terikat secara aman dengan orang tua mereka atau yang mengalami pengasuhan yang tidak konsisten, mungkin cemas dan cenderung berperilaku pemalu. Orang tua yang terlalu protektif dapat mengajarkan anak-anak mereka untuk menjadi terhambat dan takut, terutama terhadap situasi baru.
  • Anak-anak yang telah terisolasi dari orang lain selama beberapa tahun pertama kehidupan mereka mungkin tidak memiliki keterampilan sosial yang memungkinkan interaksi yang mudah dengan orang asing.
  • Kritik keras. Anak-anak yang diejek atau diintimidasi oleh orang-orang penting dalam hidup mereka (orang tua, saudara kandung, dan anggota keluarga atau teman dekat lainnya) mungkin cenderung menjadi pemalu.
  • Ketakutan akan kegagalan. Anak-anak yang telah terlalu sering didorong melampaui kemampuan mereka (dan kemudian dibuat merasa buruk ketika mereka tidak 'memenuhi standar') mungkin memiliki ketakutan akan kegagalan yang проявляется sebagai rasa malu.

Tanda rasa malu pada anak harus segera diatasi

Memiliki rasa malu adalah perilaku yang wajar. Namun, ada tanda rasa malu anak yang perlu jadi perhatian orang tua sebab bisa saja mengarah kepada tanda-tanda kecemasan. Apa saja tanda-tanda yang perlu diperhatikan?

  1. Anak tidak mau pergi ke luar rumah. Anak tidak dapat pergi ke suatu tempat karena rasa malu mereka.
  2. Canggung dan cemas jika berada dalam situasi. Anak menunjukkan tanda-tanda kecemasan dalam situasi sosial seperti pesta atau sekolah.
  3. Punya teman tapi jumlahnya sedikit. Anak mengatakan mereka merasa kesepian tetapi tidak tahu bagaimana bergabung dengan anak-anak lain.
  4. Anak tak mau berpartisipasi dengan kegiatan di sekolah atau tempat lain. Partisipasi anak berkurang dalam kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat yang membutuhkan interaksi dengan orang lain, seperti olahraga, tari, drama, atau musik. Anak merasa mereka tidak dapat menjawab atau mengajukan pertanyaan di kelas.
  5. Keterampilan sosial anak tidak berkembang. Kesempatan berkurang untuk mengembangkan atau melatih keterampilan sosial.
  6. Anak tidak memiliki ketahanan atas dirinya. Kemampuan yang berkurang untuk mencapai potensi penuh karena takut dihakimi.
  7. Anak mengalami efek fisik karena merasa malu seperti tersipu, gagap, dan gemetar.

Kecemasan lebih dari sekadar rasa malu

Ini yang perlu kita ketahui, Bunda. Kecemasan itu tidak seperti rasa malu, adalah kondisi yang sering disertai gejala fisik dan biasanya menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman dan stres.

Dilansir Today's Parent, rasa malu adalah sifat kepribadian, sedangkan kecemasan sosial disertai dengan emosi negatif yang  berlebihan.

“Orang dengan kecemasan sosial mengalami rasa takut, kecemasan, stres, rasa malu, dan penghinaan setiap hari,” kata psikolog klinis di Palos Verdes, California, Jean Otto.

“Jumlah kecemasan yang dialami cukup untuk menimbulkan rasa sakit emosional yang hebat dan menyebabkan orang menghindari situasi, daripada menghadapinya dan mengalami rasa takut dan kecemasan.”

Jadi, waspadai gejala fisik atau emosional apa pun yang menyertai tanda-tanda luar rasa malu yang lebih umum pada anak. 

“Perhatikan keluhan fisik seperti sakit kepala atau sakit perut, terutama di saat-saat anak-anak mungkin merasa takut atau cemas,” kata Otto.

"Banyak anak jatuh sakit pada Minggu malam karena mereka cemas tentang pergi ke sekolah di pagi hari dan mengalami perasaan akan datangnya malapetaka atau ketakutan."

Sikap orang tua sangat penting

Orang tua sangat berpengaruh dalam kehidupan anak-anak mereka, mungkin jauh lebih berpengaruh daripada yang disadari orang tua. Ada pun sikap orang tua jika anak merasa malu meliputi:

  • Berhati-hatilah untuk tidak memberi label anak sebagai 'pemalu'. Anak-anak (dan orang dewasa) cenderung hidup sesuai dengan label yang diberikan orang lain kepada mereka.
  • Jangan biarkan orang lain memberi label anak sebagai pemalu juga.
  • Jangan pernah mengkritik atau mengejek anak ketika mereka pemalu. Bersikaplah suportif, empatik, dan pengertian.
  • Dorong anak untuk berbicara tentang alasan rasa malu mereka, apa yang mereka takuti?

Ceritakan kepada anak tentang pengalaman hidup ketika anak merasa malu dan bagaimana Bunda mengatasinya. Karena anak-anak kecil sering melihat orang tua mereka sebagai sosok yang sempurna, mengakui rasa malu dapat membuat anak merasa lebih baik dan mengurangi kecemasan mereka secara keseluruhan.

Demikian ulasan mengenai cara menghadapi anak-anak yang memiliki rasa malu berlebihan dan strategi menghadapinya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Orang Tua Wajib Tahu, Dampak Video Pendek & Cara Blokir Shorts di YouTube

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Inul Daratista Diopname Akibat ISK hingga Pingsan, Padahal Merasa Sudah Hidup Sehat

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Ciri Orang Sangat Narsis, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini Menurut Psikolog Harvard

Mom's Life Azhar Hanifah

Harga Hotel Dekat Konser BTS Naik Fantastis, Segini Kenaikannya

Mom's Life Amira Salsabila

7 Kalimat Sering Diucapkan Anak yang Dapat Pengaruhi Harga Dirinya, Perbaiki Segera!

Parenting Nadhifa Fitrina

14 Tren Cara Kreatif Mengumumkan Kehamilan di Tahun 2026

Kehamilan Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Inul Daratista Diopname Akibat ISK hingga Pingsan, Padahal Merasa Sudah Hidup Sehat

Ramai Sepekan: Kabar Duka Selebgram Lula Lahfah hingga Perceraian Boiyen yang Jadi Sorotan

Harga Hotel Dekat Konser BTS Naik Fantastis, Segini Kenaikannya

14 Tren Cara Kreatif Mengumumkan Kehamilan di Tahun 2026

Ciri Orang Sangat Narsis, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini Menurut Psikolog Harvard

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK