PARENTING
7 Pengalaman Masa Kecil yang Membentuk Sifat Egois Anak Menurut Studi
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Rabu, 04 Feb 2026 16:50 WIBKetika kita bertemu anak yang selalu mementingkan diri sendiri, suka mengambil keuntungan, dan lupa memperhatikan orang lain, Bunda mungkin ingin tahu kenapa mereka bisa bersikap seperti itu.
Sebenarnya, sifat 'egois' ini jarang muncul begitu saja, lho. Studi menunjukkan bahwa banyak pengalaman di masa kecil yang bisa membentuk cara anak dalam memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.
Perilaku ini juga dipengaruhi oleh seberapa besar empati yang anak rasakan terhadap orang lain. Dari pengalaman sehari-hari, anak belajar apakah aturan itu berlaku untuk semua orang atau hanya untuk diri mereka sendiri.
Melihat hal ini bukan berarti kita sebagai orang tua membenarkan sifat egois mereka, ya. Namun dengan mengenali latar belakangnya, kita bisa membimbing anak dengan lebih tepat.
Berkaitan dengan hal ini, studi menyebutkan bahwa ada beberapa pengalaman masa kecil yang bisa membuat anak cenderung memiliki sifat egois.
Pengalaman masa kecil yang membentuk sifat egois anak menurut studi
Mari kita lihat bersama tentang pengalaman masa kecil yang bisa membentuk sifat egois pada anak, seperti dilansir dari laman VegOut:
1. Pengasuhan yang tidak konsisten
Si Kecil sebenarnya sangat bergantung pada kepekaan kita untuk belajar bahwa hidup itu aman dan orang lain bisa dipercaya. Lewat perhatian yang tulus, mereka akan paham kalau keluarga adalah tempat yang tepat untuk tumbuh.
Namun, kalau kasih sayang datangnya tidak konsisten, kadang hangat, kadang dingin, anak pun bisa bingung dan merasa cemas. Hal inilah yang membuat mereka merasa tidak aman karena emosinya tak pasti.
Akibatnya, saat dewasa nanti, mereka cenderung jadi pribadi yang protektif dan suka mengontrol keadaan. Mereka lebih fokus memprioritaskan kebutuhannya sendiri karena merasa tidak ada yang bisa diandalkan.
2. Terlalu dimanjakan alias semua keinginannya dipenuhi
Orang tua yang selalu menuruti semua keinginan anak tanpa pernah bilang 'tidak' memang biasanya memiliki niat yang baik. Namun, di sisi lain sebuah studi menunjukkan bahwa cara ini bisa membuat anak merasa berhak mendapatkan segalanya.
Anak yang tumbuh tanpa batasan biasanya berpikir kalau semua orang itu harus mengikuti kemauannya. Ketika anak-anak tidak pernah menunggu atau berbagi kepada orang lain, mereka belajar bahwa hidup ini hanya untuk melayani mereka saja.
Akibatnya, anak jadi kurang terbiasa menghadapi kenyataan bahwa tidak semua hal itu bisa didapat secara instan, Bunda.
3. Menjadi "anak emas" dalam keluarga
Ketika satu anak diberi perlakuan istimewa dan kerap dipuji secara berlebihan dibandingkan saudara-saudaranya, mereka bisa memiliki pandangan bahwa dirinya lebih penting dari orang lain.
Meski terlihat percaya diri, anak yang terlalu diistimewakan sebenarnya punya mental yang rapuh dan sulit untuk menghadapi kegagalan, Bunda.
Lebih dari itu, studi tentang Golden Child Syndrome menyebutkan bahwa anak bisa merasa tertekan untuk selalu tampil sempurna. Akibatnya, mereka jadi terlalu fokus pada diri sendiri dan kurang 'peka' terhadap perasaan orang lain.
4. Kurangnya perhatian dari orang tua
Berbeda dengan kekerasan fisik, kurangnya perhatian emosional berarti tidak adanya kehadiran Bunda untuk mendengarkan atau mengakui perasaan anak.
Saat Si Kecil bercerita tapi tidak ada yang menanggapinya dengan tulus, anak akan merasa bahwa emosi mereka tidak dianggap penting. Anak-anak yang tumbuh dengan kondisi ini sering merasa hampa dan sulit untuk memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan.
Saat dewasa nanti, mereka pun cenderung menutup diri karena tidak terbiasa menghadapi situasi yang melibatkan perasaannya, Bunda.
5. Cinta bersyarat dari orang tua
Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta bersyarat akan merasa hanya disayang jika mereka berprestasi atau berbuat baik saja. Namun, saat mereka melakukan kesalahan, perhatian dari orang tua bisa tiba-tiba hilang begitu saja.
Hal ini tanpa sadar mengajarkan Si Kecil untuk selalu mengejar pengakuan dari orang lain. Anak pun bisa berpikir, "Apa yang bisa orang lain berikan untukku?", karena begitulah cara mereka merasakan kasih sayang selama ini.
6. Trauma dan kekerasan masa kecil
Lingkungan rumah yang ditandai dengan kekerasan atau tidak stabil membuat anak selalu merasa dalam bahaya dan harus waspada. Saat dewasa nanti, anak yang pernah mengalami trauma ini mungkin saja menjadi sangat posesif terhadap uang, waktu, atau perhatian.
Mereka biasanya menyimpan semuanya untuk diri sendiri karena takut akan kekurangan, tanpa memikirkan orang lain di sekitarnya, Bunda.
7. Kurangnya empati dari orang tua
Empati sebenarnya bukan sifat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa diajarkan oleh orang tua. Anak yang sering diajak melihat sudut pandang orang lain dan belajar berbagi biasanya tumbuh jadi pribadi yang lebih peduli dan tidak egois.
Kalau anak jarang melihat contoh kebaikan di rumah, mereka pun akan kehilangan kesempatan belajarnya dalam memahami perasaan orang lain. Maka dari itu, anak cenderung lebih mementingkan dirinya sendiri.
Itulah ulasan mengenai pengalaman masa kecil yang bisa membentuk sifat egois pada anak menurut studi. Semoga penjelasannya bisa memberi wawasan baru, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Tanpa Disadari, Anak yang Kurang Menarik Bisa Kurang Diperhatikan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Tidak Mandiri Menurut Psikolog
5 Cara Mengajarkan Empati pada Anak Sejak Usia 1 Tahun
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
9 Resep MPASI untuk Anak 8 Bulan Penambah Berat Badan Bayi
Deretan Artis yang Hamil Anak Kelima di Usia 30 Tahunan
7 Pengalaman Masa Kecil yang Membentuk Sifat Egois Anak Menurut Studi
Alasan Mengapa Kehamilan Mengubah Persahabatan dan Cara Mempertahankannya
Blue Matcha, Minuman Viral yang Bisa Turunkan Tekanan Darah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Sosok Usha Vance, Istri Wapres sekaligus Ibu Hamil yang Torehkan Sejarah di Pemerintahan AS
Reuni Haru 'Meteor Garden', Jerry Yan & Vic Chou Hadiri Peresmian Patung Memorial Barbie Hsu
9 Resep MPASI untuk Anak 8 Bulan Penambah Berat Badan Bayi
Alasan Mengapa Kehamilan Mengubah Persahabatan dan Cara Mempertahankannya
Respons Indy Barends Usai Putranya Curhat di Sosmed Bahas Mental & Omongan Orang Tua
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Aktor Ha Jung Woo Buka Suara Soal Rumor Menikah Juli 2026
-
Beautynesia
3 Kalimat yang Orang Pakai saat Menyembunyikan Lelah Emosional
-
Female Daily
Curi Perhatian sebagai Sophie di ‘Bridgerton’ Season 4, Yuk, Kenalan sama Yerin Ha!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
7 Brand Lokal yang Rilis Jaket Unisex, Cocok Dipakai Saat Musim Hujan
-
Mommies Daily
10 Pelajaran Relationship dari Bridgerton Season 4 yang Relate dengan Kehidupan Nyata