Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Benarkah Bayi yang Diperkenalkan Musik Sejak Lahir Lebih Cepat Bicara?

Kinan   |   HaiBunda

Rabu, 18 Feb 2026 09:30 WIB

11 Ide Kado Bayi Anti Mubazir
Ilustrasi/Foto: Getty Images/hxyume
Daftar Isi

Bayi yang diperkenalkan musik sejak lahir disebut-sebut bisa mendapatkan banyak manfaat, termasuk jadi lebih cepat bicara. Seperti apa hasil studi ilmiahnya?

Ya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik dan nyanyian untuk bayi tidak hanya sekadar menenangkan lho, Bunda. Hal ini juga dapat membantu mempersiapkan otak mereka untuk belajar bahasa.

Salah satunya seperti yang ditemukan oleh para peneliti di Belanda, ada hubungan antara cara bayi memproses ritme musik dan cara mereka memproses bahasa.

Bagaimana belajar musik berpotensi membuat bayi cepat bicara?

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Developmental Science tersebut menunjukkan bahwa bayi yang mampu mendeteksi ritme dalam musik punya keunggulan dalam menangkap pola ujaran.

Pola ujaran sendiri merupakan sebuah keterampilan yang penting untuk mempelajari kata-kata.

"Baik musik maupun bahasa terdiri dari sebuah pola. Ketukan dalam musik bekerja dengan cara yang sama seperti suku kata dalam ujaran," ungkap ahli patologi wicara dan bahasa anak, Jordyn Koveleski Gorman, dikutip dari Parents.

Jadi, jika otak bayi sudah mahir menemukan dan melacak pola dalam suara, keterampilan itu juga dapat mendukung pembelajaran bahasa pada tahap awal.

Pendapat serupa disampaikan oleh profesor psikologi Rachel Albert, PhD. Menurutnya, temuan ini menyoroti kemampuan alami bayi.

"Bayi terlahir sebagai 'pendeteksi pola'. Penelitian ini menyoroti kesamaan antara musik dan bahasa, yang keduanya mengandung bunyi-bunyi berpola kuat," ujar Albert.

Seperti apa metode studi yang dilakukan?

Studi ini melibatkan 44 bayi berusia antara 6 hingga 9 bulan. Untuk melihat bagaimana otak mereka merespons suara, para peneliti menggunakan metode elektroensefalogram (EEG).

EEG merupakan prosedur pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik otak melalui elektroda yang ditempelkan di kulit kepala.

"Studi EEG yang melibatkan bayi selalu menantang, karena mereka perlu mengenakan topi dengan elektroda dan kabel yang terpasang di kepala mereka selama sesi berlangsung," jelas penulis utama studi tersebut, Iris van der Wulp.

Untuk menjaga agar bayi tetap nyaman dan mencegah mereka menarik kabel, para peneliti meminta bayi duduk di pangkuan orang tua dan menyediakan mainan agar tangan mereka tetap 'sibuk'.

Para bayi mendengarkan dua jenis audio. Salah satunya adalah rangkaian ujaran buatan tanpa jeda, yang dirancang agar pola suku kata tertentu berulang seperti kata-kata. Hal yang lainnya terdiri dari pola musik berirama.

Para peneliti kemudian memeriksa apakah aktivitas otak bayi selaras dengan pola-pola tersebut.

"Bayi yang mampu menyelaraskan gelombang otak mereka secara akurat dengan ketukan ritme musik, cenderung lebih mampu menyelaraskan gelombang otak mereka secara akurat dengan kata-kata dalam bahasa buatan," kata van der Wulp. 

Menurutnya, hasil ini menunjukkan bahwa memang terdapat kemiripan dalam cara otak bayi memproses musik dan bahasa.

"Sebelumnya pernah diyakini bahwa kemampuan ritme musikal diwariskan secara genetik. Namun, kami tidak menemukan bukti bahwa hal tersebut benar," tutur van der Wulp. 

Hal yang justru berpengaruh adalah seberapa sering orang tua dan bayi terlibat dalam aktivitas musik bersama.

Bayi yang orang tuanya melaporkan sering melakukan aktivitas musik bersama menunjukkan keterampilan ritme yang lebih kuat, yang pada gilirannya berkaitan dengan keterampilan bahasa yang lebih baik.

Berdasarkan hasil ini, van der Wulp merekomendasikan agar orang tua meluangkan waktu untuk membuat dan mendengarkan musik bersama anak. Kegiatan ini dapat bermanfaat bagi perkembangan musikal dan linguistik mereka.

"Orang tua tidak harus berbakat musik. Orang tua hanya perlu mau bernyanyi, bertepuk tangan, dan bersenang-senang dengan bayinya," jelas Gorman.

Mengapa berinteraksi secara musik dengan anak itu penting?

105 Ucapan untuk Bayi Baru Lahir dalam Bahasa Inggris dan ArtinyaIlustrasi/Foto: Getty Images/VYCHEGZHANINA

Ingat Bunda, sekadar memutar musik di kamar anak tidak sama dengan membuat musik bersama-sama. Menurut Gorman, interaksi menjadi proses penting yang benar-benar mendukung pembelajaran awal Si Kecil.

"Keterlibatan bersama itu sama pentingnya dengan ritme. Ketika orang tua bernyanyi bersama bayi mereka, terjadi banyak bentuk komunikasi musikal. Mulai dari melebih-lebihkan bunyi, menggunakan pengulangan, dan memadukan suara dengan gerakan serta ekspresi wajah," sambungnya.

Semua hal tersebut memudahkan otak bayi untuk mulai mengatur dan memahami ujaran bahasa.

Selain itu, waktu dan perhatian juga penting. Perlu diketahui bahwa bayi belajar paling baik ketika suara (baik musik maupun ujaran) berkaitan dengan apa yang sedang mereka fokuskan saat itu.

Sebagai contoh, bayi sedang bermain mainan balok. Lalu orang tua merespons ocehan bayi tentang balok tersebut dengan ujaran atau lagu yang berkaitan.

Hal-hal penting lain yang juga berpengaruh

Meski ada hubungan positif antara bayi yang diperkenalkan musik sejak lahir dengan kemampuan bicaranya, bukan berarti anak perlu cepat-cepat diikutkan les musik.

Akan jauh lebih penting apabila orang tua, terutama Bunda, memberikan interaksi musikal langsung terhadap keseharian bayi.

"Bernyanyi saat menggantikan popok, bertepuk tangan saat bermain, menari saat ada lagu diputar, membuat nyanyian lucu saat waktu mandi, semua ini memiliki makna besar bagi perkembangan anak," pesan Gorman.

Baginya, interaksi dengan bayi seperti berbicara, bernyanyi, bermain, dan merespons ocehannya, sudah sangat signifikan untuk mendukung perkembangan bahasa mereka.

Manfaat lain musik bagi perkembangan bayi

Selain bermanfaat bagi kemampuan bahasa dan bicara bayi, musik juga ditemukan memiliki banyak efek positif lainnya lho, Bunda.

Menurut survei terbaru yang dikutip dari Parents, salah satu metode yang berpotensi efektif untuk membantu bayi tidur nyenyak adalah memutar musik.

Musik yang menenangkan terbukti dapat membantu menidurkan bayi lebih cepat. Selain itu, bayi juga tidur lebih nyenyak dan jarang terbangun rewel.

Dari hasil survei tersebut, 77 persen orang tua mengatakan bahwa memutar musik sebagai bagian dari rutinitas tidur malam benar-benar meningkatkan kualitas tidur bayi mereka.

Sebanyak 70 persen orang tua melaporkan bahwa white noise menjadi yang paling efektif untuk menenangkan bayi. Sementara itu, sekitar 14 persen lainnya melaporkan bahwa lagu nina bobo juga dapat membantu.

Dikutip dari BBC, musik dengan tempo lambat dan pengulangan kata atau frasa tertentu seperti nina bobo berdampak positif bagi tidur bayi.

Itulah penjelasan tentang manfaat musik bagi kemampuan bahasa bayi, termasuk disebut-sebut membuat bayi lebih cepat bicara. Sebisa mungkin, jangan lupa sediakan waktu berkala untuk berinteraksi dan bernyanyi dengan Si Kecil ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda