PARENTING
10 Ciri Kepribadian Anak yang Sering Pindah Rumah Menurut Psikolog
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Sabtu, 21 Mar 2026 17:20 WIBKalau Bunda dan Ayah sering pindah rumah, anak biasanya ikut merasakan perubahan itu juga. Mulai dari mengemas barang sampai menata kamar baru, momen ini ternyata berpengaruh pada kepribadian mereka.
Setiap kali pindah, anak pun harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, Bunda. Meski kerap ada tantangan, bukan berarti semuanya berdampak negatif, ya.
Banyak anak yang justru mendapat pelajaran baru dan belajar menghadapi perubahan sejak kecil. Bicara soal ini, para psikolog mencatat bahwa sering pindah rumah berhubungan dengan kepribadian anak.
10 Ciri kepribadian anak yang sering pindah rumah menurut psikolog
Dilansir dari laman Parade, para psikolog menyebutkan beberapa ciri kepribadian anak yang sering berpindah rumah.
1. Mudah beradaptasi
Kalau orang tua sering pindah rumah, anak biasanya harus menghadapi sekolah baru atau lingkungan baru. Mereka pun belajar membangun hubungan dengan teman tanpa waktu yang lama untuk menyesuaikan diri.
Hal ini terkadang terasa sulit pada awalnya, tapi lambat laun anak jadi terbiasa dengan perubahan. Seorang psikolog di Duality Psychological Services, Amerika Serikat, Dr. Joel Frank, Psy.D., setuju dengan hal ini.
"Perubahan lingkungan yang sering terjadi mengajarkan mereka untuk beradaptasi dengan situasi baru dengan cepat," ujarnya.
2. Tangguh menghadapi perubahan
Anak yang sering pindah rumah biasanya cepat belajar menghadapi tantangan baru, Bunda. Mereka jadi lebih tangguh karena harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan teman baru.
Perpindahan yang 'sering' membuat mereka belajar mengelola emosi dan situasi yang tidak pasti. Psikolog di Manhattan Therapy Collective, Amerika Serikat, Dr. Peggy Loo, Ph.D., menjelaskan pandangannya mengenai hal ini.
"Kemampuan untuk menjadi tangguh juga terlihat seperti kemampuan untuk 'membaca situasi' dengan cepat untuk beradaptasi secara sosial atau mengurangi asumsi jika seseorang telah berpindah, pindah ke seluruh negeri atau dunia dan belajar untuk hidup di banyak tempat," tuturnya.
3. Memiliki kemampuan memecahkan masalah
Sering berpindah rumah membuat anak terbiasa menghadapi situasi baru setiap kali mereka tiba di tempat tinggal baru. Kebiasaan menghadapi perubahan ini membuat mereka lebih luwes saat menghadapi masalah.
4. Empati
Terbiasa dengan perubahan lingkungan menuntut anak untuk terus beradaptasi dengan teman dan sekolah yang baru. Karena itu, mereka jadi lebih peka terhadap perasaan orang lain dan mudah mengerti kalau temannya sedang kesulitan.
Menurut Joel Frank, pengalaman ini membuat anak bisa lebih mudah berhubungan dengan orang lain saat dewasa nanti, Bunda.
"Empati dapat berkembang untuk memahami dan berhubungan dengan perasaan orang lain, terutama saat menjalin persahabatan baru," tuturnya.
5. Suka mencoba hal-hal baru
Pindah rumah beberapa kali membuat anak terbiasa menghadapi hal-hal yang belum dikenal. Dari sini, mereka belajar untuk lebih santai menghadapi lingkungan baru dan mencoba pengalaman yang berbeda.
Awalnya mungkin terasa sulit, tapi lama-kelamaan mereka jadi lebih berani mencoba banyak hal baru. Kebiasaan ini yang membuat anak jadi lebih terbuka saat mencoba hobi, tempat, atau kegiatan baru.
6. Mandiri
Kemampuan untuk mandiri sering kali tumbuh dari kebiasaan anak yang sering pindah rumah. Mereka terbiasa menyesuaikan diri, mencari cara menghadapi lingkungan baru, dan berinteraksi dengan teman tanpa terlalu bergantung pada orang lain.
Semakin sering mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, semakin tinggi juga rasa kemandiriannya. Anak mulai merasa mampu mengatur diri dan mengendalikan situasi di sekitarnya.
7. Sulit menjalin persahabatan
Pindah rumah beberapa kali membuat anak terbiasa menghadapi orang-orang baru. Namun, tak jarang mereka kesulitan membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang lain.
Seorang psikolog di Thriveworks, Amerika Serikat, Dr. Connally Barry, Psy.D., menjelaskan bahwa anak-anak yang sering pindah rumah biasanya lebih mudah mengalami stres, Bunda.
"Anak-anak yang pindah tempat tinggal cenderung mengalami stres serta kurang mampu menjalin hubungan yang bermakna dengan teman sebaya," ujarnya.
8. Pintar bersosialisasi
Kabar baiknya, anak yang sering berpindah tempat tinggal biasanya tumbuh menjadi sosok yang tidak canggung saat bertemu dengan wajah-wajah baru. Nah, inilah yang membuat mereka lebih nyaman menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda.
Dengan bertemu teman dan tetangga baru, anak akan belajar komunikasi. Mereka jadi lebih cepat terbiasa berbicara dan bersosialisasi dengan orang lain, Bunda.
"Mereka bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang baru dan belajar berkomunikasi secara efektif," ungkap Joel Frank.
9. Memiliki pikiran yang terbuka (open minded)
Setiap tempat tinggal baru memberikan 'cerita' berbeda bagi perkembangan mental anak. Alih-alih merasa terasing, anak justru belajar mengamati kebiasaan di sekelilingnya.
Dengan kebiasaan ini, anak cenderung tumbuh menjadi pribadi yang berpikiran terbuka. Mereka jadi lebih mudah membangun hubungan yang harmonis dengan orang dari berbagai latar belakang.
10. Menghindari konflik
Menjadi 'anak baru' di lingkungan asing menuntut anak untuk lebih pandai membawa diri agar diterima dengan baik. Mereka cenderung berhati-hati dalam bersikap supaya tetap nyaman dengan orang di sekitarnya.
Menurut psikolog di Manhattan Therapy Collective, New York, Dr. Peggy Loo, Ph.D., anak mungkin lebih menghindari konflik supaya tidak menimbulkan masalah dengan orang lain.
"Mereka mungkin lebih menghindari konflik agar tidak menimbulkan masalah dengan orang lain atau cenderung menyenangkan orang lain untuk menjaga hubungan yang baik," katanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)