PARENTING
Psikolog Ungkap 11 Ciri Kepribadian Anak yang Terlalu Dimanja di Masa Kecil
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Minggu, 22 Mar 2026 17:00 WIBAda kalanya rasa sayang dari orang tua membuat segalanya terasa ingin dijaga sepenuhnya. Tanpa kita sadari, sikap itu bisa terus terbawa sampai anak tumbuh besar, Bunda.
Menurut psikolog dari Thriveworks, Amerika Serikat, Dr. Crystal Saidi, sikap terlalu 'melindungi' ini sering kali berangkat dari niat yang baik. Orang tua ingin anak terhindar dari rasa sakit atau kegagalan yang menyakitkan.
"Memanjakan pada dasarnya adalah melindungi anak secara berlebihan dari kegagalan atau ketidaknyamanan untuk melindungi mereka dari rasa sakit emosional. Hal ini biasanya dilakukan karena cinta, tetapi dapat menghambat pertumbuhan mereka," ungkapnya.
Dalam proses tumbuh kembang, tantangan dan kesalahan itu sebenarnya penting. Anak belajar saat diberi kesempatan untuk mencoba, mengalami kegagalan, lalu bangkit lagi.
Nah dari situlah, beberapa sikap bisa terbentuk seiring berjalannya waktu. Para psikolog kemudian mengungkap ciri yang sering muncul pada anak yang sejak kecil terlalu sering dimanja.
11 Ciri kepribadian anak yang terlalu dimanja di masa kecil
Dikutip dari laman Parade, ada sejumlah ciri kepribadian yang kerap muncul pada anak yang terlalu dimanja sejak kecil. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Mudah menyerah saat menghadapi hambatan
Saat kecil, ada anak yang jalannya sering 'dibersihkan' dari rintangan oleh orang tuanya agar semuanya terasa lebih mudah. Kebiasaan ini ternyata membuat mereka jarang berlatih menghadapi kesulitan sendiri, Bunda.
Seiring bertambah usia, dampaknya bisa terlihat dalam banyak hal. Misalnya, sulit sabar saat mengantre, tidak tahan terjebak macet atau mudah kesal ketika cuaca tidak sesuai rencana.
"Orang yang dimanjakan saat kecil mengalami kesulitan untuk bertahan ketika tugas menjadi sulit atau tidak nyaman di masa dewasa," jelas seorang psikolog asal Amerika Serikat, Dr. Amy Kincaid Todey, Ph.D.
"Ini sebagian karena mereka tidak diberi cukup kesempatan saat kecil untuk berlatih mengatasi tantangan sendiri. Ambang batas ketidaknyamanan mereka rendah dan mereka mungkin cepat menyerah atau merasa kewalahan oleh hambatan yang relatif kecil," sambungnya.
2. Selalu butuh pengakuan dari orang lain
Rasa percaya diri sebenarnya tumbuh dari dalam diri anak sendiri, Bunda. Namun kalau sejak kecil saja terlalu sering dipuji atau langsung dibantu setiap kali ada masalah, rasa percaya diri itu bisa hilang.
Anak jadi terbiasa merasa 'aman' karena ada yang menenangkan mereka. Akibatnya, saat sudah lebih besar, mereka cenderung menunggu penilaian dari luar untuk merasa yakin.
3. Sulit mengatur emosi sendiri
Selanjutnya, anak yang sejak kecil terlalu dilindungi biasanya bukan hanya butuh pujian, Bunda. Todey mengatakan bahwa mereka juga bisa kesulitan memahami dan mengatur perasaan yang muncul dalam dirinya.
"Orang yang dimanja saat kecil mungkin bergantung pada orang lain untuk menenangkan atau menyelamatkan mereka, bahkan di usia dewasa. Hal ini dapat muncul dalam hubungan pertemanan dan dapat menyebabkan ketergantungan atau terlalu bergantung pada validasi eksternal untuk mengatur emosi atau mempertahankan harga diri," ujarnya.
4. Bingung saat harus menentukan pilihan
Sejak kecil, ada anak yang hampir selalu dibuatkan keputusan oleh orang tuanya. Lebih dari itu, mereka juga jarang diminta bertanggung jawab atas pilihan yang kurang tepat.
Kebiasaan ini bisa terbawa sampai besar lho, Bunda. Saat harus memilih sendiri, mereka jadi ragu, takut salah, atau menunggu orang lain yang menentukan arah untuknya.
5. Sulit memahami batasan yang sehat
Anak yang terlalu dimanja sering tumbuh tanpa batasan yang jelas, Bunda. Mereka terbiasa mendapatkan kelonggaran sehingga tidak benar-benar belajar mana yang boleh dan mana yang seharusnya dibatasi.
Psikolog sekaligus penasihat di Hope for Depression Research Foundation, Amerika Serikat, Dr. Catherine Hormats, LP, MA, GPCC, mengatakan bahwa memanjakan anak kerap berarti melewati batas yang ada dan hal tersebut justru bisa membuat anak menjadi lebih lemah.
"Memanjakan anak sering kali berarti melewati batas yang seharusnya ada, dan itu justru bisa membuat anak menjadi lebih lemah," katanya.
"Mereka jadi terbiasa diperlakukan tanpa batas yang jelas dan berisiko berada dalam hubungan saat dewasa di mana mereka dikendalikan, seperti pola yang dahulu mereka alami," jelasnya.
6. Merasa semua harus sesuai keinginannya
Saat setiap kebutuhan anak selalu dipenuhi dengan cepat, mereka bisa terbiasa merasa semuanya harus tersedia untuknya, Bunda. Keinginan yang langsung dituruti tanpa adanya proses membuat anak kurang belajar menunggu atau berusaha.
Kebiasaan ini bisa terbawa sampai mereka dewasa nanti. Anak mungkin berharap orang lain selalu menyesuaikan diri dengan keinginannya atau menjauhkan mereka dari situasi yang tidak nyaman.
7. Cenderung menghindari perselisihan
Konflik memang tidak enak, tapi dalam hidup rasanya sulit untuk benar-benar menghindarinya. Anak yang sejak kecil terlalu dimanja bisa tumbuh dengan kebiasaan 'menjauh' dari situasi yang terasa kurang menyenangkan.
Saat ada perbedaan pendapat, mereka lebih memilih suasana tetap tenang daripada menyelesaikannya. Pola ini kerap terbentuk karena sebelumnya setiap ada masalah langsung diredakan.
8. Sulit mengakui kesalahan
Kesalahan sebenarnya bagian penting dari proses belajar anak. Dari situ, anak bisa paham bahwa tidak ada yang selalu benar dan semua orang punya ruang untuk berkembang.
Namun, jika sejak kecil terlalu sering dibela atau dibenarkan, anak bisa jadi tidak terbiasa menghadapi rasa tidak nyaman saat melakukan kesalahan. Mereka pun kurang belajar menerima bahwa dirinya tidak selalu sempurna.
Ketika Bunda dan Ayah terus melindungi atau mencari alasan untuk perilaku anak, kebiasaan itu bisa terbawa hingga mereka dewasa. Anak mungkin tumbuh jadi pribadi yang mudah menyalahkan orang lain ketika terjadi masalah.
9. Kurang pandai menghadapi masalah
Hidup pasti memiliki tantangan, Bunda. Oleh karena itu, kemampuan mengatasinya perlu dilatih sejak anak kecil. Mereka biasanya belajar dari pengalaman, termasuk saat menghadapi situasi yang tidak mudah.
Jika sejak kecil saja anak jarang diberi kesempatan untuk menghadapi kesulitan, kemampuan itu bisa kurang berkembang. Mereka pun belum terbiasa mengatur stresnya dengan cara yang sehat.
10. Tidak mandiri dalam mengurus diri
Sikap terlalu melindungi terkadang tampak seperti bentuk kepedulian yang besar. Namun jika berlebihan, anak bisa terbiasa selalu dibantu dalam banyak hal.
Akibatnya, saat sudah lebih besar, mereka bisa sulit mengurus dirinya sendiri. Bahkan, memperhatikan kebutuhan orang lain pun terasa tidak mudah karena sejak kecil jarang dilatih untuk mandiri.
11. Tidak dewasa secara emosional
Terlalu memanjakan kerap membuat anak terus diperlakukan seperti masih kecil. Mereka jadi kurang diberi kesempatan untuk belajar bersikap lebih dewasa sesuai dengan usianya.
Saat menghadapi situasi yang butuh sikap lebih bijak, respons emosinya bisa terlihat belum stabil. Mereka mungkin sulit mengontrol perasaannya atau bersikap tenang ketika ada masalah.
Itulah penjelasan mengenai ciri kepribadian anak yang terlalu dimanja di masa kecil menurut psikolog.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tanda Anak Tumbuh Bahagia Berkat Pola Asuh Orang Tua yang Hebat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Ciri Kepribadian Anak yang Sering Pindah Rumah Menurut Psikolog
Ciri Kepribadian Anak yang Bisa Terlihat dari Tontonan Favoritnya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
5 Warna Ini Sering Dipakai Orang Pemikir Tingkat Tinggi Menurut Psikologi
Cara Mengenali Orang Punya Wawasan Luas & Berhati Besar dari Kebiasaannya
Hamil 9 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
Sering Komentar soal Berat Badan dan Makanan Anak? Hati-hati Jadi Almond Mom
5 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Warna Ini Sering Dipakai Orang Pemikir Tingkat Tinggi Menurut Psikologi
Hamil 9 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
Sering Komentar soal Berat Badan dan Makanan Anak? Hati-hati Jadi Almond Mom
5 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Cara Mengenali Orang Punya Wawasan Luas & Berhati Besar dari Kebiasaannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Masih Tetap Kusam Meski Sudah Pakai Lip Balm? Coba Urutan Lip Care Ini
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Baik yang Bisa Mulai Diajarkan pada Anak Sejak Dini
-
Female Daily
Kenapa Jerawat Susah Hilang Padahal Sudah Coba Berbagai Produk? Ini Penjelasannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis Four Hands Two Sonatas, Song Kang Balik Jadi Anak SMA di Usia 32
-
Mommies Daily
Sunscreen Untuk Remaja Rentan Berjerawat atau Acne-Prone