Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ketahui Stranger Anxiety pada Anak & Cara Mengatasinya

Kinan   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Mar 2026 19:00 WIB

3 Dampak Melarang Anak Menangis saat Masih Kecil
Ilustrasi/Foto: Getty Images/yongyuan
Daftar Isi
Jakarta -

Si Kecil menunjukkan tanda-tanda takut dan cemas saat bertemu orang asing, Bunda? Bisa jadi karena kondisi stranger anxiety. Bagaimana cara mengatasinya?

Sebelumnya perlu diketahui bahwa meski kondisi ini sering kali membuat orang tua lelah, tapi sebenarnya merupakan salah satu bagian normal dari perkembangan anak.

Dengan adanya rasa cemas saat bertemu orang asing, ini berarti anak sudah bisa membedakan antara orang yang mereka kenal dekat dan yang tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu stranger anxiety?

Dikutip dari Healthline, stranger anxiety atau kecemasan terhadap orang asing adalah rasa tidak nyaman atau tertekan yang dialami anak ketika mereka bertemu atau ditinggalkan dalam pengasuhan orang yang tidak mereka kenal.

Seperti disebutkan sebelumnya, kecemasan terhadap orang asing merupakan tahap perkembangan yang sangat normal dan biasanya mulai muncul sekitar usia 6 hingga 8 bulan.

Rasa cemas ini kemudian mencapai puncaknya antara usia 12 hingga 15 bulan, kemudian secara bertahap mulai berkurang seiring bayi terus tumbuh dan berkembang.

Pada saat stranger anxiety mulai muncul, anak mulai menyadari bahwa hubungan mereka dengan orang-orang terdekat (terutama orang tua), berbeda dengan hubungan mereka dengan orang asing.

Oleh sebab itu, anak pun akan mencari orang yang sudah dikenal dan menunjukkan ketidaknyamanan terhadap orang yang tidak mereka kenal.

Lalu apa bedanya dengan separation anxiety?

Perbedaan kecemasan terhadap orang asing dan kecemasan berpisah (separation anxiety) memang mirip ya, Bunda. Meski demikian, keduanya merupakan tonggak perkembangan yang berbeda.

Kecemasan terhadap orang asing merujuk pada rasa tidak nyaman bayi saat bertemu atau ditinggalkan dalam pengasuhan orang yang tidak mereka kenal.

Sementara itu, kecemasan berpisah merujuk pada rasa tidak nyaman bayi ketika harus ditinggalkan sendirian atau terpisah dari orang tua atau pengasuh utamanya.

Sebagai contoh, jika anak merasa tertekan saat ditinggalkan bersama kakek-nenek yang biasa merawatnya, kemungkinan besar ia sedang mengalami kecemasan berpisah, bukan kecemasan terhadap orang asing.

Namun jika bayi menunjukkan ketidaknyamanan ketika didekati oleh orang yang tidak dikenal, maka kemungkinan besar ia sedang mengalami kecemasan terhadap orang asing.

Sampai usia berapa anak cemas bertemu orang baru?

Penelitian dari Journal of Experimental Child Psychology di tahun 2018 menunjukkan bahwa bayi dan anak-anak sebenarnya lebih suka saat berada di dekat orang yang dikenal.

"Takut ketemu orang baru atau orang asing merupakan pengalaman umum saat bayi sedang membentuk bonding yang sehat dengan orang tua," ungkap psikolog, Elizabeth Lombardo.

Menurutnya, kecemasan terhadap orang asing terkait dengan proses perkembangan bayi dalam membedakan antara objek yang dikenal dan tidak dikenal. 

Kecemasan ini umumnya dimulai sekitar usia 8 hingga 9 bulan dan berhenti pada usia 2 tahun.

Sebuah studi tahun 2017 dari jurnal Development and Psychopathology mengamati ketakutan terhadap orang asing pada 107 anak antara usia 6 bulan dan 3 tahun. 

Dilaporkan oleh orang tua dari anak yang memiliki ketakutan bertemu orang baru, adanya kecemasan saat mereka berusia 8 tahun.

Cara mengatasi stranger anxiety pada anak

perkembangan emosi anak usia 4 tahunIlustrasi/Foto: Getty Images/tylim

Lalu bagaimana cara mengatasi stranger anxiety pada anak yang bisa dilakukan orang tua? Berikut ulasannya, Bunda:

1. Berikan rasa aman

Anak sebenarnya rentan mengalami cemas ketika sedang merasa tidak aman. Maka dari itu, Bunda dapat menawarkan rasa aman terlebih dahulu pada anak. Bagaimana caranya?

Jika anak balita tampak takut, kesal, atau waspada ketika ada kerabat Bunda mendekatinya, lakukan yang terbaik untuk meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja.

2. Biarkan anak beradaptasi dulu

Beri kesempatan dan waktu bagi anak untuk 'membaca' situasi terlebih dahulu, Bunda. Jangan terburu-buru memaksa mereka supaya bisa langsung ramah dengan anggota keluarga yang baru ditemuinya.

Hal ini justru bisa membuatnya semakin tidak percaya diri dan enggan bersosialisasi.

3. Libatkan seluruh anggota keluarga

Sebelum ada acara keluarga besar, pastikan Bunda memberi tahu kerabat terlebih dahulu bahwa Si Kecil punya kecemasan terhadap orang asing.

Selain membantu anak lebih dimengerti, tindakan ini juga mencegah timbulnya kesalahpahaman dan perasaan sakit hati dari anggota keluarga lain. 

Sampaikan bahwa penolakan dari anak bukan karena masalah pribadi, tapi karena mereka sedang mengalami fase cemas dan butuh waktu untuk menenangkan diri.

4. Membangun hubungan yang positif

Dikutip dari Psych Central, sebelum anak bertemu orang baru, bicarakan tentang profilnya dengan cara yang positif.
 
“Tunjukkan foto mereka di ponsel kepada anak sebelum bertemu, lalu ceritakan kisah positif tentang orang ini dalam hidup Anda. Ini membantu anak memiliki kesan positif dengan orang baru ini bahkan sebelum bertemu,” ungkap terapis pernikahan dan keluarga, Katie Ziskind.

5. Lebih sering mengajak anak bepergian

Pastikan secara bertahap, Bunda memberikan banyak pengalaman baru kepada anak untuk bepergian dan bertemu orang-orang baru. Nanti seiring berjalan waktu, mereka akan belajar untuk lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungan baru. 

6. Jangan pergi begitu saja

Jika Bunda harus menitipkan anak yang mengalami stranger anxiety kepada nenek atau pengasuh lain, berikan anak kesempatan untuk merasa nyaman terlebih dahulu. 

Sebaiknya Bunda tidak tiba-tiba menghilang atau pergi tanpa pamit, karena ini bisa semakin membuat anak merasa tak aman dan justru marah.

Rencanakan agar pengasuh datang sebelum Bunda harus pergi, sehingga semua punya waktu untuk berkumpul, bermain, dan memberi orang baru kesempatan untuk memenangkan hati anak.

7. Berikan dukungan fisik dan emosional

Jika anak sedang ingin digendong, gendong saja. Jangan memaksanya untuk bertemu dan menyapa hanya karena Bunda khawatir sikap anak akan menyakiti perasaan orang asing tersebut. Cobalah untuk lebih peka terhadap kecemasan anak, ya.

Itulah penjelasan tentang stranger anxiety pada anak dan cara mengatasinya. Jika Bunda merasa khawatir tentang perilaku ini atau semakin sulit untuk diatasi, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda