Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

10 Contoh Perilaku Jujur Anak dan Cara Menumbuhkannya Sejak Dini

Kinan   |   HaiBunda

Rabu, 11 Mar 2026 21:20 WIB

Parents and children eating the sweets they made
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/yamasan
Daftar Isi
Jakarta -

Perilaku jujur pada anak bisa ditanamkan sejak dini, agar terbentuk tanpa paksaan saat dewasa. Apa saja sebenarnya contoh perilaku jujur yang bisa dilakukan oleh anak?

Ya, kejujuran bukan hanya tentang berkata benar, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kepercayaan diri.

Semua ini tidak terbentuk secara instan, melainkan tumbuh melalui contoh langsung dari orang tua dan nilai yang diperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Contoh perilaku jujur anak

Dikutip dari Baby Center, nantinya saat memasuki usia sekitar 5 hingga 6 tahun, anak-anak mulai memahami bahwa berbohong itu perbuatan yang salah.

Nah, berikut beberapa contoh perilaku jujur yang bisa dilakukan oleh anak. Pastikan Bunda memberikan apresiasi jika anak mulai mampu menunjukkan perilaku jujur, ya:

1. Mengakui saat berbuat salah

Salah satu contoh perilaku jujur anak yakni berani mengatakan bahwa mereka salah tentang sesuatu. Faktanya, sikap ini bukan hanya soal kejujuran. Tapi juga berkaitan dengan kekuatan untuk berubah dan berkembang sebagai pribadi positif lho, Bunda.

2. Memilih untuk tidak berbuat curang

Misalnya saat bermain, anak sedang punya kesempatan untuk curang dan menang. Namun dia memilih untuk tidak melakukannya dan tetap mengikuti aturan meskipun bisa kalah.

Saat jika kemudian menang, anak akan dapat merasa bangga pada diri sendiri karena mengetahui bahwa kemenangan tersebut didapat karena kemampuan dan bukan karena berbuat curang.

3. Tidak menyontek saat ujian

Saat sedang ujian di sekolah, anak punya kesempatan untuk menyontek untuk mendapatkan nilai bagus. Namun jika ia tidak melakukannya, maka ini juga termasuk salah satu contoh perilaku jujur anak. 

4. Berbicara saat ada sesuatu yang membuat tidak nyaman

Apabila ada teman melakukan sesuatu yang membuat anak tidak nyaman, mereka berani berbicara dan mengatakan ketidaknyamanan tersebut. 

Hal ini juga termasuk perilaku jujur, karena kebanyakan mungkin akan memilih untuk tetap diam atau bahkan berpura-pura tidak merasa terganggu. 

5. Mengembalikan barang yang bukan miliknya

Meski saat bermain bersama ada banyak mainan atau barang teman yang berserakan, anak memilih untuk tidak mengambil yang bukan miliknya.

Begitu juga jika anak menemukan pensil, penghapus, atau barang lain milik teman, ia akan mengembalikannya kepada pemiliknya atau menyerahkannya kepada guru. 

6. Mengatakan jika belum memahami pelajaran

Anak yang jujur akan berani mengatakan kepada guru atau orang tua jika ia belum mengerti pelajaran. Dengan begitu, anak tidak berpura-pura sudah paham dan punya kesempatan untuk belajar tambahan.

7. Mengambil bagian yang sesuai saat berbagi

Saat sedang dalam kondisi ramai berbagi makanan atau mainan, anak yang jujur tidak akan mengambil bagian lebih banyak dari yang seharusnya meski punya kesempatan. Mereka memahami bahwa setiap anak punya hak mendapatkan bagian yang sama.

8. Tidak menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri

Jika melakukan kesalahan, anak yang jujur tidak akan menyalahkan teman. Mereka berani mengakui sudah melakukan kesalahan tersebut dan akan memperbaiki diri.

9. Mengembalikan barang setelah meminjam

Salah satu contoh perilaku jujur anak berikutnya adalah selalu mengembalikan barang setelah meminjam, meskipun mungkin pemilik barang belum meminta atau bahkan sudah lupa. Anak harus memahami bahwa ketika meminjam barang teman, maka nantinya harus dikembalikan.

10. Selalu menepati janji

Anak dengan karakter jujur akan selalu berupaya untuk menepati janji, termasuk saat belajar atau bermain bersama teman sepulang sekolah.

Jika karena alasan tertentu anak tidak menepati janji karena penyebab yang tak bisa dihindari, maka anak akan mengakui dan meminta maaf.

Cara menumbuhkan kejujuran pada anak

Ada beberapa cara yang dapat diterapkan orang tua untuk menumbuhkan karakter jujur pada anak sejak dini, berikut di antaranya:

1. Memberi contoh yang baik

Orang tua merupakan teladan dan contoh utama dalam kehidupan anak, termasuk dalam mempelajari tentang kejujuran. Jika Bunda ingin anak terbiasa jujur, maka berikan contoh nyata dengan tidak berbohong saat berbicara di dekat anak.

2. Beri apresiasi saat anak berkata jujur

Jika anak sudah memberanikan diri berkata jujur, jangan lupa berikan apresiasi positif. Sebagai contoh, Bunda bisa memberi pujian.

Misalnya dengan ucapan, 'Bunda tahu pasti sulit untuk bicara jujur tentang masalah ini, tapi Bunda sangat senang kamu memilih untuk jujur'.

3. Tetapkan aturan yang konsisten

Konsistensi juga menjadi langkah penting untuk membiasakan anak dengan kejujuran, Bunda. Tetapkan aturan yang jelas dan tidak mudah berubah-ubah.

Contohnya jika Bunda memutuskan akan mengurangi screen time anak, maka cobalah untuk tetap konsisten dan jangan tiba-tiba ditambah karena merasa kasihan pada anak.

4. Minimalkan kesempatan untuk berbohong

Alih-alih menanyakan apakah anak lupa merapikan mainannya, nyatakan apa yang sudah Bunda ketahui sebagai kebenaran.

Misalnya, katakan 'Bunda melihat masih banyak mainan di lantai. Yuk, sama-sama kita bereskan dan simpan'.

5. Bangun rasa aman dan percaya

Anak-anak mungkin tidak berani jujur karena khawatir rasa sayang Bunda akan berkurang ketika mereka melakukan kesalahan. 

Sampaikan dengan lembut bahwa Bunda akan selalu mencintai mereka apa pun yang terjadi, termasuk saat mereka melakukan hal yang salah.

Dengan begitu, emosi anak lebih terkendali karena merasa aman dengan penerimaan di rumah. Tak ada alasan lagi bagi anak untuk berbohong, terutama untuk menutup-nutupi kesalahannya.

Itulah penjelasan tentang contoh-contoh perilaku jujur anak dan cara menumbuhkannya sejak dini. Pahamilah bahwa semakin anak merasa aman bersama orang tua, maka semakin besar mereka berani untuk bersikap jujur meski situasinya sedang sulit.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda