PARENTING
10 Contoh Perilaku Jujur Anak dan Cara Menumbuhkannya Sejak Dini
Kinan | HaiBunda
Rabu, 11 Mar 2026 21:20 WIBPerilaku jujur pada anak bisa ditanamkan sejak dini, agar terbentuk tanpa paksaan saat dewasa. Apa saja sebenarnya contoh perilaku jujur yang bisa dilakukan oleh anak?
Ya, kejujuran bukan hanya tentang berkata benar, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kepercayaan diri.
Semua ini tidak terbentuk secara instan, melainkan tumbuh melalui contoh langsung dari orang tua dan nilai yang diperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh perilaku jujur anak
Dikutip dari Baby Center, nantinya saat memasuki usia sekitar 5 hingga 6 tahun, anak-anak mulai memahami bahwa berbohong itu perbuatan yang salah.
Nah, berikut beberapa contoh perilaku jujur yang bisa dilakukan oleh anak. Pastikan Bunda memberikan apresiasi jika anak mulai mampu menunjukkan perilaku jujur, ya:
1. Mengakui saat berbuat salah
Salah satu contoh perilaku jujur anak yakni berani mengatakan bahwa mereka salah tentang sesuatu. Faktanya, sikap ini bukan hanya soal kejujuran. Tapi juga berkaitan dengan kekuatan untuk berubah dan berkembang sebagai pribadi positif lho, Bunda.
2. Memilih untuk tidak berbuat curang
Misalnya saat bermain, anak sedang punya kesempatan untuk curang dan menang. Namun dia memilih untuk tidak melakukannya dan tetap mengikuti aturan meskipun bisa kalah.
Saat jika kemudian menang, anak akan dapat merasa bangga pada diri sendiri karena mengetahui bahwa kemenangan tersebut didapat karena kemampuan dan bukan karena berbuat curang.
3. Tidak menyontek saat ujian
Saat sedang ujian di sekolah, anak punya kesempatan untuk menyontek untuk mendapatkan nilai bagus. Namun jika ia tidak melakukannya, maka ini juga termasuk salah satu contoh perilaku jujur anak.
4. Berbicara saat ada sesuatu yang membuat tidak nyaman
Apabila ada teman melakukan sesuatu yang membuat anak tidak nyaman, mereka berani berbicara dan mengatakan ketidaknyamanan tersebut.
Hal ini juga termasuk perilaku jujur, karena kebanyakan mungkin akan memilih untuk tetap diam atau bahkan berpura-pura tidak merasa terganggu.
5. Mengembalikan barang yang bukan miliknya
Meski saat bermain bersama ada banyak mainan atau barang teman yang berserakan, anak memilih untuk tidak mengambil yang bukan miliknya.
Begitu juga jika anak menemukan pensil, penghapus, atau barang lain milik teman, ia akan mengembalikannya kepada pemiliknya atau menyerahkannya kepada guru.
6. Mengatakan jika belum memahami pelajaran
Anak yang jujur akan berani mengatakan kepada guru atau orang tua jika ia belum mengerti pelajaran. Dengan begitu, anak tidak berpura-pura sudah paham dan punya kesempatan untuk belajar tambahan.
7. Mengambil bagian yang sesuai saat berbagi
Saat sedang dalam kondisi ramai berbagi makanan atau mainan, anak yang jujur tidak akan mengambil bagian lebih banyak dari yang seharusnya meski punya kesempatan. Mereka memahami bahwa setiap anak punya hak mendapatkan bagian yang sama.
8. Tidak menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri
Jika melakukan kesalahan, anak yang jujur tidak akan menyalahkan teman. Mereka berani mengakui sudah melakukan kesalahan tersebut dan akan memperbaiki diri.
9. Mengembalikan barang setelah meminjam
Salah satu contoh perilaku jujur anak berikutnya adalah selalu mengembalikan barang setelah meminjam, meskipun mungkin pemilik barang belum meminta atau bahkan sudah lupa. Anak harus memahami bahwa ketika meminjam barang teman, maka nantinya harus dikembalikan.
10. Selalu menepati janji
Anak dengan karakter jujur akan selalu berupaya untuk menepati janji, termasuk saat belajar atau bermain bersama teman sepulang sekolah.
Jika karena alasan tertentu anak tidak menepati janji karena penyebab yang tak bisa dihindari, maka anak akan mengakui dan meminta maaf.
Cara menumbuhkan kejujuran pada anak
Ada beberapa cara yang dapat diterapkan orang tua untuk menumbuhkan karakter jujur pada anak sejak dini, berikut di antaranya:
1. Memberi contoh yang baik
Orang tua merupakan teladan dan contoh utama dalam kehidupan anak, termasuk dalam mempelajari tentang kejujuran. Jika Bunda ingin anak terbiasa jujur, maka berikan contoh nyata dengan tidak berbohong saat berbicara di dekat anak.
2. Beri apresiasi saat anak berkata jujur
Jika anak sudah memberanikan diri berkata jujur, jangan lupa berikan apresiasi positif. Sebagai contoh, Bunda bisa memberi pujian.
Misalnya dengan ucapan, 'Bunda tahu pasti sulit untuk bicara jujur tentang masalah ini, tapi Bunda sangat senang kamu memilih untuk jujur'.
3. Tetapkan aturan yang konsisten
Konsistensi juga menjadi langkah penting untuk membiasakan anak dengan kejujuran, Bunda. Tetapkan aturan yang jelas dan tidak mudah berubah-ubah.
Contohnya jika Bunda memutuskan akan mengurangi screen time anak, maka cobalah untuk tetap konsisten dan jangan tiba-tiba ditambah karena merasa kasihan pada anak.
4. Minimalkan kesempatan untuk berbohong
Alih-alih menanyakan apakah anak lupa merapikan mainannya, nyatakan apa yang sudah Bunda ketahui sebagai kebenaran.
Misalnya, katakan 'Bunda melihat masih banyak mainan di lantai. Yuk, sama-sama kita bereskan dan simpan'.
5. Bangun rasa aman dan percaya
Anak-anak mungkin tidak berani jujur karena khawatir rasa sayang Bunda akan berkurang ketika mereka melakukan kesalahan.
Sampaikan dengan lembut bahwa Bunda akan selalu mencintai mereka apa pun yang terjadi, termasuk saat mereka melakukan hal yang salah.
Dengan begitu, emosi anak lebih terkendali karena merasa aman dengan penerimaan di rumah. Tak ada alasan lagi bagi anak untuk berbohong, terutama untuk menutup-nutupi kesalahannya.
Itulah penjelasan tentang contoh-contoh perilaku jujur anak dan cara menumbuhkannya sejak dini. Pahamilah bahwa semakin anak merasa aman bersama orang tua, maka semakin besar mereka berani untuk bersikap jujur meski situasinya sedang sulit.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Lebih Baik Hadiah Uang atau Barang untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Cara Tepat Mengajarkan Anak Kendalikan Emosi Marah Menurut Psikolog Anak
12 Cara agar Anak Mau Kooperatif yang Jarang Dilakukan Orang Tua, Dimulai dari Ngobrol
5 Ciri-Ciri Anak yang Punya Mental Kuat, Apakah Si Kecil Salah Satunya?
7 Kondisi dan Sikap Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak
TERPOPULER
Potret Hangat Mantan Menlu Retno Marsudi dengan Cucu-cucunya, Antar Ujian Taekwondo hingga Lomba Renang
5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah
Jadi Sorotan, Miss Uganda Kenakan Gaun Malam Terinspirasi Warna Lapisan Rahim
5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan
Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Jadi Sorotan, Miss Uganda Kenakan Gaun Malam Terinspirasi Warna Lapisan Rahim
Potret Hangat Mantan Menlu Retno Marsudi dengan Cucu-cucunya, Antar Ujian Taekwondo hingga Lomba Renang
5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah
5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan
Bocoran Drama Korea '100 Days of Deception', Dibintangi Kim Yoo Jung hingga Park Jinyoung
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sneakers Buat ke Kantor Sekaligus Naik Gunung? Ini Sepatu Hybrid Urban dan Outdoor
-
Beautynesia
3 Tips Pakai Baju Hitam di Cuaca Panas agar Tetap Tampil Gaya Tanpa Gerah
-
Female Daily
Men’s Biore Awesome Skool Fest 2026 Kembali Sold Out, Apa Saja Keseruannya?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral Ada 3 Pengantin Wanita dan 1 Pria Saat Momen Akad Nikah Disorot
-
Mommies Daily
Jangan Disepelekan! 7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung