HaiBunda

PARENTING

7 Cerita Dongeng Kerajaan Sebelum Tidur yang Kaya Pesan Moral

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 26 Mar 2026 20:20 WIB
Dongeng anak tentang putri kerajaan/ Foto: Getty Images/Pobytov

Membacakan dongeng untuk anak-anak tentu menyenangkan bagi mereka dan merupakan cara yang bagus untuk menenangkan mereka selama rutinitas malam mereka.

Tetapi tahukah Bunda betapa pentingnya aktivitas ini? Selain berbicara dengan anak-anak, membacakan dongeng adalah satu-satunya hal yang akan memberikan dampak terbesar pada kosakata mereka.

Cerita dongeng memperkenalkan anak-anak pada berbagai kosakata yang mencakup bahasa umum serta topik dan genre tertentu.


Cara terbaik untuk memastikan anak-anak akan menikmati membaca secara mandiri suatu hari nanti adalah dengan membacakan untuk mereka sejak kecil.

Anak-anak perlu melihat contoh perilaku dan jika mereka tidak pernah melihat orang tua mereka membacakan buku untuk mereka atau membaca sendiri mereka cenderung kurang tertarik pada aktivitas tersebut.

Membaca adalah keterampilan penting yang akan mempersiapkan anak-anak  selama masa sekolah dan hingga dewasa.

Bagi Bunda yang mencari bahan cerita untuk didongengkan, simak 7 cerita dongeng bertema kerajaan yang kaya pesan moral dan bisa dibacakan kepada anak sebelum tidur.

1. Sang Putri dan Kacang Polong

Di negeri yang jauh, terdapat sebuah kerajaan yang megah. Di kerajaan itu berdiri sebuah kastil besar. Dan di dalam kastil itu tinggallah seorang Pangeran tampan. Pangeran mengenakan mahkota berdiri di depan bendera kastil emas yang berkibar tertiup angin.

Sang Pangeran sedih. Ia mendambakan seorang Putri sejati untuk berbagi kastil dan kerajaannya, tetapi ia tidak dapat menemukannya. Ini bukan karena kurangnya Putri. Bahkan, kerajaan itu penuh dengan gadis-gadis cantik yang semuanya mengaku sebagai Putri.

Sang Pangeran menjelajahi kerajaan, bertemu dengan setiap Putri yang disebut-sebut itu. Tetapi ia kembali dengan sedih dan tangan kosong.

“Tidak mungkin untuk mengatakan apakah mereka adalah Putri sejati!” katanya kepada Ayahnya, Sang Raja.

“Kau harus bersabar, anakku. Kau akan tahu ketika saatnya tiba,” kata Sang Raja, dengan senyum penuh pengertian.

Sang Pangeran membalas senyumannya, lalu pergi ke kamarnya. Malam itu badai besar datang.

Guntur bergemuruh. Kilat menyambar. Dan hujan deras mengguyur atap kastil seperti suara seribu kuda yang menyerbu ke medan perang.

Tiba-tiba, terdengar ketukan keras di pintu kastil. Raja mengenakan jubahnya dan membuka pintu, mendapati seorang wanita muda yang kedinginan dan basah kuyup berdiri di depannya.

Seorang putri berambut pirang yang basah kuyup dengan gaun oranye berdiri di ambang pintu kastil di tengah hujan.

“Saya seorang Putri sejati,” katanya, “Bisakah saya mendapatkan pakaian kering dan tempat tidur untuk malam ini?”

Raja mempersilakan dia masuk.

“Dia bilang dia seorang Putri sejati,” kata Raja kepada Ibu Suri yang sudah tua.

Ibu Suri tidak berkata apa-apa. Sebaliknya, dia berpikir dalam hati, “Kita akan segera tahu tentang itu”. Kemudian dia memberikan gaun tidur kepada Putri dan berkata, “pakailah ini sementara aku menyiapkan kamarmu.”

Ibu Suri mulai menyiapkan kamar, tetapi dengan cara yang sangat aneh.

Pertama, dia menyingkirkan selimut, seprai, dan kasur dari tempat tidur. Kemudian dia meletakkan sebutir kacang polong di atas ranjang.

Dan kemudian dia meletakkan dua puluh kasur di atas kacang polong itu, dengan hati-hati memisahkan setiap lapisan dengan selimut bulu angsa yang lembut.

Setelah itu, ia mengganti seprai di kasur paling atas dan berkata kepada Putri, “Kamarmu sudah siap!”

Putri perempuan berbaju tidur berdiri memandang ke atas ke arah tempat tidur, beberapa kasur, tangga tinggi

Tempat tidur itu sekarang begitu tinggi dari tanah sehingga Putri perlu memanjat tangga untuk naik ke tempat tidur. Jadi Putri memanjat tangga, masuk ke bawah selimut dan meniup lilinnya.

Saat sarapan keesokan paginya, Ibu Suri menoleh ke Putri dan bertanya, “Putriku sayang, bagaimana tidurmu?”

“Oh, sama sekali tidak nyenyak,” kata Putri. “Maksudku, aku sangat berterima kasih atas kebaikanmu yang telah menampungku semalaman, tetapi sepertinya ada sesuatu yang sangat keras dan tidak nyaman di bawah kasurku. Aku tidak tidur sama sekali.”

Putri perempuan berbaju tidur membungkuk sambil memegang pantatnya

“Astaga!” jawab Ibu Suri, “begitukah?”

Ibu Suri menoleh kepada Pangeran dan berkata, “Aku yakin kita telah menemukan Putri sejatimu, karena hanya Putri sejati yang memiliki kepekaan yang begitu halus untuk merasakan sebutir kacang polong melalui dua puluh kasur dan dua puluh selimut terbaikku. Kalian harus segera menikah!”

Pangeran sangat gembira. Ia menoleh kepada Putri dan berkata, “Putriku tersayang, maukah kau memberi kehormatan besar kepadaku untuk menjadi istriku?”

Putri itu tersipu, lalu sambil sejenak menyelesaikan seteguk sereal, berkata, “Dengan satu syarat.”

“Apa saja!” jawab Pangeran.

Putri itu menatap Pangeran dengan senyuman kecil yang usil dan berkata, “Bahwa kau berjanji, Pangeranku tersayang, bahwa mulai hari ini dan seterusnya setiap kacang polong yang masuk ke kastil ini hanya untuk dimakan. Dan bukan untuk tidur di atasnya.”

Pangeran menatapnya kembali, terkekeh dan berkata, “Aku berjanji!”

Putri dan Pangeran pun akhirnya menikah dan berbahagia selamanya.

2. Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari

Diceritakan, ada seorang putri jelita yang bernama Putri Arum atau biasa dipanggil Putri Cadasari. la sedang duduk termenung seorang diri di tengah kebun manggis. Tidak jauh dari tempat itu, melintaslah seorang lelaki paruh baya dengan karung di pundaknya.

Kemudian tiba-tiba saja Sang Putri menangis. Lelaki itu duduk di dekat sang Putri. Setelah reda dari tangisnya, sang Putri bertanya,

"Sebenarnya Kisanak, siapa?" tanya sang Putri.

"Saya pembuat gelang. Pande gelang. Orang-orang cukup menyebut saya, Ki Pande."

"Nama saya Putri Arum ... " sang Putri memulai ceritanya. Menurut Putri Arum, dirinya diancam oleh Pangeran Cunihin.

Mendengar hal itu, Ki Pande memberi saran agar Putri Arum menerima pinangan Pangeran Cunihin. Syaratnya, Pangeran Cunihin harus melubangi batu keramat di pesisir pantai dalam waktu tiga hari.

"Wah, syarat itu terlalu ringan bagi Pangeran Cunihin," tukas Putri Arum.

"Kalau batu keramat dilubangi, separuh kemampuan orang tersebut akan sirna," kata Ki Pande.

Mendengar seluruh penjelasan Ki Pande, akhirnya Putri Arum menyetujuinya. Sementara itu, Ki Pande membuat gelang yang sangat besar agar bisa dilalui manusia. Waktu yang ditentukan, Pangeran Cunihin pun tiba. Putri Cadasari pun mengajukan syarat kepada Pangeran Cunihin.

Tak sampai tiga hari, Pangeran Cunihin berhasil menemukan batu keramat. Batu keramat itu kemudian dibawanya ke sebuah pesisir. Ki Pande dan Putri Cadasari diam-diam mengikutinya

dari kejauhan. Pangeran Cunihin tampak duduk bersila di hadapan batu keramat. Selanjutnya, Pangeran Cunihin menempelkan dua telapak tangannya ke batu keramat. Sungguh ajaib, sebuah lubang yang sangat besar tercipta di tengah batu keramat itu.

"Lihat, mudah, kan? Tuan Putri menjadi milikku!"

Pangeran Cunihin mengangkat kedua tangannya seraya berlari mencari Putri Cadasari. Kesempatan itu tak disia-siakan Ki Pande untuk memasang gelang besar pada batu keramat yang telah berlubang itu.

Pangeran Cunihin menuntun Putri Cadasari ke arah batu keramat yang telah berlubang itu. Kemudian, ia berjalan melewati lubang batu keramat itu. Tapi tiba-tiba, seluruh kekuatan Pangeran Cunihin menghilang.

Perlahan, Pangeran Cunihin berubah menjadi seorang tua renta, sedangkan Ki Pande berubah menjadi seorang pemuda tampan. Ternyata Ki Pande adalah Pangeran Pande Gelang. Mereka segera beranjak pergi dari pantai. Diceritakan bahwa akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia sampai akhir hayatnya.

3. Ciung Wanara

Diceritakan ketika Prabu Adimulya Permanadikusuma memerintah Kerajaan Galuh, ia berkeinginan untuk menjalani hidup sebagai pertapa, sehingga Pemerintahan Galuh diserahkan kepada Prabu Bondan Sarati. Prabu Adimulya memulai kehidupan sebagai pertapa bergelar Pandita Ajar Sukaresi.

Kerajaan Galuh di bawah perintah Prabu Bondan Sarati ternyata mengalami kemunduran. Rakyat sangat menderita, karena raja memerintah dengan sewenang-wenang.

Sementara itu, Pandita Ajar Sukaresi terkenal semakin sakti. Untuk menguji kesaktiannya, Prabu Bondan Sarati meminta Pandita Ajar Sukaresi untuk menebak isi kandungan Dewi Naganingrum, istri Prabu Bondan Sarati. Pandita Ajar Sukaresi mengatakan bahwa istrinya Prabu Bondan Sarati mengandung bayi laki-laki, yang kelak akan menyainginya.

Mendengar hal itu, Prabu Bondan Sarati kemudian membuang Dewi Naganingrum ke hutan dan berpesan kepada Paman Lengser untuk membunuh bayinya, jika telah lahir nanti. Singkat cerita, Dewi Naganingrum melahirkan seorang bayi laki-laki. Namun, Paman Lengser tidak tega membunuh bayi itu. Akhirnya, ia memasukkan bayi itu ke dalam peti dengan dibekali telur dan keris, kemudian dihanyutkan di Sungai Citanduy.

Alkisah, bayi yang dihanyutkan oleh Paman Lengser tersebut, ditemukan nelayan yang bernama Aki Balangantrang. Telur ayam yang menyertainya juga dirawatnya, sehingga menetas menjadi ayam jantan. Aki Balangantrang, memberi nama bayi tersebut dengan nama Ciung Wanara.

Pada saat itu, Kerajaan Galuh sedang mengadakan sayembara sabung ayam yang berhadiah setengah wilayah kerajaan. Ciung Wanara sangat tertarik dengan sayembara itu. la pun mendaftarkan diri untuk mengikuti sayembara tersebut.

Singkat cerita, ayam Ciung Wanara berhasil mengalahkan ayam Prabu Bondan Sarati. Akan tetapi, Sang Prabu mengingkari janjinya. Bahkan ia memerintahkan untuk menangkap Clung Wanara dan memasukannya ke dalam kerangkeng.

Ketika kerangkeng sudah siap, ia memeriksanya dengan masuk ke dalamnya. Seketika itu juga Ciung Wanara beraksi dengan cepat menutup kerangkeng. Prabu Bondan Sarati terjebak di dalamnya. Melihat peristiwa ini, seluruh rakyat Kerajaan Galuh bersuka cita. Kemudian Ciung Wanara diangkat menjadi raja di Kerajaan Galuh.

4. Putri Hase Hime dan Ibu Tiri

Di sebuah kerajaan di Kota Nara, hiduplah raja dan permaisurinya yang bijaksana dan berhati mulia. Mereka telah menikah bertahun-tahun namun tidak kunjung dikaruniai seorang anak.

Setiap hari keduanya merenung. Hingga mereka memutuskan untuk melakukan ziarah ke Kuil Hase-no-Kwannen. Keduanya berdoa dengan khusuk dan meminta dengan tulus agar segera dikaruniai seorang anak.

Tidak berselang lama, sang Permaisuri mengandung. Hari-hari dilalui Raja dan Permaisuri dengan bahagia. Hingga tibalah hari yang dinanti, yaitu kelahiran sang buah hati.

Lahirlah putri cantik yang diberi nama Hase Hime. Putri Hase Hime tumbuh dan dibesarkan oleh Raja dan Permaisuri dengan penuh cinta. Di saat usia Putri Hase Hime menginjak 5 tahun, keluarga kerajaan ditimpa musibah.

Permaisuri sakit keras dan tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Seluruh keluarga kerajaan bersedih hati, terutama Putri Hase Hime yang sangat menyayangi ibundanya. Suatu hari, Permaisuri memanggil Putri Hase Hime ke kamarnya, Permaisuri memberikan banyak petuah seolah akan pergi selamanya.

Permaisuri berkata bahwa jika suatu saat ia meninggal dan sang Raja menikah lagi. Putri Hase Hime harus hormat pada ibu barunya. Dengan berkaca-kaca, Putri Hase Hime menganggukkan kepala.

Permaisuri benar-benar meninggalkan sang Raja dan Putri Hase Hime untuk selama-lamanya. la meninggal dalam kedamaian dan meninggalkan rasa sakitnya. Ternyata apa yang dikatakan sang Permaisuri menjadi nyata. Sang Raja menikah lagi dan Putri Hase Hime memiliki ibu baru yang tinggal bersamanya di istana. Ibu baru Putri Hase Hime sungguh memiliki karakter yang berbeda dengan ibu kandungnya.

Ibu tiri Putri Hase Hime memiliki sifat yang kejam dan egois. Meskipun demikian, Putri Hase Hime tetap berusaha menaruh hormat pada ibu tirinya itu.

Putri Hase Hime tumbuh menjadi gadis yang penuh bakat. Sejak kecil ia telah menyukai seni, baik seni bermusik dan melukis.

Pada Festival Sakura, Putri Hase Hime menunjukkan keahliannya. Sang Raja memerintahkan Putri Hase Hime untuk memainkan koto ditemani ibu tirinya yang bermain suling. Sang Raja berada di atas mimbar yang tinggi dengan ditutupi pagar dari bambu, sehingga dapat menyaksikan semua orang dan menikmati suasana, serta tidak seorang pun melihat kehadirannya.

Permainan musik Putri Hase Hime jauh lebih baik dari pada ibu tirinya, sehingga sang Raja yang merasa sangat senang. Sang ibu tiri merasa iri hati dengan yang didapatkan oleh Putri Hase Hirne. la juga berpikiran bahwa jika tidak ada Putri Hase Hime tentu saja anak laki-laki yang merupakan anak kandungnya akan jauh diperhatikan oleh sang Raja.

Rasa iri hati kepada Putri Hase Hime terus saja menguat. Sang Ibu tiri berniat menyingkirkan Putri Hase Hime dari istana. Sang Ibu tiri menyiapkan  racun mematikan. Ia memasukkan racun tersebut ke dalam minuman. Satu gelas beracun dan satu gelas minuman tidak beracun. Di saat Putri Hase Hime dan anak laki-lakinya duduk beristirahat. sang lbu tiri menghampiri keduanya yang menawarkan minuman.

Saat menyerahkan minuman yang disajikannya itu, sang lbu tiri sangat gugup dan terburu-buru. la tidak sadar telah menyerahkan gelas yang salah. Minuman beracun justru diberikannya pada anak laki-lakinya. Pantas saja tidak ada efek yang dirasakan Putri Hase Hime.

Tiba-tiba saja anak lelakinya menjerit kesakitan dan tersungkur ke lantai. Sang Ibu merasa kebingungan, kemudian membalikkan posisi gelas agar tidak ketahuan. Dipangkunya anak laki-laki kandungnya itu. Segera dipanggilnya tabib untuk mengobatinya. Namun segalanya sudah terlambat.

Anak laki-lakinya meninggal dunia. Tabib merasa heran karena penyebabnya tidak ketahuan. Ibu tiri Hase Hime bersedih hati dan menyesal sekali.

5. Putra Mahkota Amat Mude

Dahulu di Negeri Alas, hidup raja yang arif dan bijaksana bersama permaisuri dan anaknya bernama Amat Mude. Belum setahun umur Amat Mude, sang raja wafat. Lalu digantikan oleh Pakcik Amat Mude yaitu Raja Muda. Tanpa disangka, Raja Muda malah menyingkirkan Amat Mude dan ibunya ke hutan.

Hari berlalu, Amat Mude beranjak dewasa. Ia memancing ikan di sungai kemudian dijual kepada sahabat ayahnya yang merupakan saudagar kaya. Ternyata ketika ikan-ikan tersebut dipotong, di dalamnya terdapat emas murni.

Amat Mude dan ibunya pun menjadi orang kaya berkat telur ikan emas itu. Cerita ini pun sampai ke telinga Raja Muda. Ia memerintahkan Amat Mude memetik kelapa gading untuk mengobati penyakit istri Raja Muda. Konon kelapa gading tersebut terletak di sebuah pulau yang dihuni binatang buas.

Dengan ketulusan hatinya, Amat Mude tetap pergi untuk memetik kelapa gading tersebut. Saat tiba di pinggir pantai, ia bertemu dengan ikan besar, Raja Buaya, dan seekor Naga besar. Singkat cerita, Amat Mude pun menemukan kelapa gading itu dibantu oleh ikan besar, Raja Buaya, dan Naga.

Saat memetik kelapa gading itu tiba-tiba terdengar suara perempuan. "Siapa pun yang berhasil memetik buah kelapa gading, dia akan menjadi suamiku," kata perempuan bernama Putri Niwer Gading yang cantik jelita. Amat Mude pun menikah dengan Putri Niwer Gading.

Akhirnya mereka kembali ke istana dan Amat Mude dinobatkan menjadi Raja Negeri Alas atas perintah Raja Muda.

6. Kisah Raja yang Tamak

Ada sebuah kerajaan dipimpin oleh seorang raja yang tamak. Ia sering memeras rakyat. Ia juga tidak kasihan kepada rakyat yang kelaparan. Ia memerintah dengan semena-mena. Semua rakyat tidak menyukainya.

Suatu hari, Raja berburu ke hutan. Tiba-tiba, kuda yang ditungganginya berhenti. Ada seekor ular melintas. Sang Raja turun dari kudanya dan mengeluarkan pedangnya. Ia berniat untuk membunuh ular itu. Namun, saat ingin menebas, ular itu tiba-tiba bicara.

"Jangan bunuh aku," kata si Ular. Raja pun terkejut.

"Kenapa kau berbicara? Bukankah kau hanya seekor ular?" tanya Raja penasaran.

"Aku adalah ular ajaib. Sebenarnya aku adalah seorang pangeran dari langit. Namun, karena melakukan kesalahan, aku dihukum menjadi ular. Tolong jangan bunuh aku," ucap ular itu.

Sang Raja tampak berpikir. "Apa untungnya jika aku melepaskanmu?"

"Aku akan memberikanmu banyak uang. Saat pulang nanti, kau akan mendapati banyak emas di bawah kasurmu," ucap si Ular.

"Benarkah? Kau tidak berbohong?"

"Jika berbohong, kau bisa mencariku ke sini dan membunuhku," kata si Ular.

"Baiklah. Aku akan pulang," jawab Raja. Ia menaiki kudanya dan pulang ke istana. Ia tak berniat untuk berburu lagi. Ia ingin segera melihat emas di bawah kasurnya sesuai dengan yang dikatakan si Ular.

Tiba di istana, Raja langsung menuju kamarnya dan membuka bawah tempat tidurnya. Si Ular tidak berbohong, ada banyak sekali emas di sana. Raja pun bersorak gembira dan sangat bahagia. Ia pun semakin sombong.

Suatu hari, seorang nenek tua datang ke istana. Ia meminta untuk bertemu Raja. Saat itu, Raja sedang berjalan-jalan di taman dan melihat si Nenek. Raja pun menghampiri nenek itu.

"Ada apa?" tanya Raja kepada pengawalnya. "Nenek ini ingin bertemu denganmu, Raja," jawab penjaga kerajaan. Raja compang-camping dan tubuhnya sangat kurus. Ia juga terlihat kelaparan.

"Tolong berikan saya sedikit beras, Raja. Kasihanilah saya. Saya belum makan selama dua hari ini," ucap nenek itu.

"Pergilah kau! Tidak ada beras tersisa untukmu di sini" Raja malah mengusir nenek itu.

Nenek tersebut merasa sedih, lalu berdoa kepada Tuhan. "Semoga hartamu akan menenggelamkanmu. Juga istanamu akan runtuh!"

Malamnya saat sang Raja tidur, terjadi gempa yang kuat. Semua orang berlarian ke luar istana. Namun, Raja tidak merasakan gempa itu. Ia terus saja tertidur. Tidak ada seorang pun yang membangunkannya karena semua sibuk menyelamatkan diri.

Akibat gempa itu, istana yang kokoh dan besar itu runtuh dan jatuh menimpa tubuh sang Raja. Semua emas dan harta yang disimpannya terkubur ke dalam tanah beserta tubuhnya. Raja yang tamak itu pun tenggelam bersama hartanya.

7. Lutung Kasarung

Pada suatu hari hiduplah seorang putri bernama Purbasari. Dia merupakan anak bungsu dari Prabu Tapa Agung yang merupakan raja kerajaan Pasir Batang.

Purbasari memiliki sifat yang baik dan suka menolong. Selain itu, dia juga memiliki paras yang cantik dan rupawan, setiap orang yang melihatnya pasti akan jatuh hati pada pandangan pertama.

Sayangnya kecantikan dan kebaikan hati Purbasari tidak menurun pada kakak sulungnya Purbararang yang berperilaku buruk. Kasar, congkak, kejam, dan dengki terhadap siapapun. Itulah gambaran dari sifatnya.

Setelah memimpin kerajaan cukup lama, Prabu Tapa Agung berniat turun tahta. Sang Prabu telah mengamati sejak lama bahwa Purbasari adalah sosok yang paling pantas untuk menjadi suksesornya.

Mendengar penunjukan tersebut, Purbararang sangat marah mendapati tahta kerajaan jatuh kepada adik bungsunya dan tidak kepada dirinya. Maka, berselang beberapa hari setelah penobatan Purbasari menjadi Ratu Kerajaan Pasir Batang, Purbararang menghubungi Raden Indrajaya tunangannya.

Keduanya kemudian meminta bantuan dukun sakti untuk mencelakai Purbasari yang bernama Ni Ronde. Mereka meminta bantuan dukun itu agar menyihir Purbasari. Lantas, berselang beberapa hari kemudian, tubuh Purbasari bermunculan bercak-bercak hitam yang mengerikan.

Melihat hal itu, sang Prabu mencoba memanggil beberapa tabib untuk mengobatinya, namun tidak seorang pun yang berhasil menyembuhkannya. Sang kakak, Purbararang tidak tinggal diam. Dia mengambil kesempatan untuk menghasut ayahnya agar Purbasari diasingkan ke tempat yang jauh.

Sang Prabu yang termakan oleh hasutan puterinya, dengan berat hati memutuskan untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sehingga Purbararang berhasil mengambil alih tahta kerajaan.

Di tempat lain, terjadi gonjang ganjing masalah besar di kayangan. Pangeran Guruminda tidak berkenan menikah dengan bidadari di sana. Dia turun ke bumi dan tiba di hutan tetapi tidak dengan bentuk aslinya yang gagah dan tampan. Melainkan menyamar menjadi seekor lutung.

Dalam waktu singkat saja, pangeran Guruminda atau lutung kasarung sudah menjadi raja para kera di hutan tersebut. Bersamaan dengan itu, Purbasari juga tengah berada di sana. Mereka dipertemukan sekaligus menjelaskan asal-usul masing-masing.

Singkat cerita, sang pangeran mengetahui keburukan dan kekejaman dari Purbararang dan benar-benar ingin memberi pelajaran kepadanya. Maka, ketika dia mendengar rencana Purbararang mencari hewan persembahan di hutan, pangeran Guruminda yang menjelma sebagai lutung membiarkan dirinya tertangkap.

Sebelum dijadikan hewan persembahan, tiba-tiba dia mengamuk dan menimbulkan kegaduhan di kerajaan Pasir Batang. Bahkan para prajurit kerajaan yang berniat meringkusnya dibuat tidak berdaya.

Melihat kondisi prajuritnya yang terus terdesak. Purbararang meminta Uwak Barata untuk menjinakkannya. Dia seperti tidak berniat menyakiti Uwak Batara dan membiarkan menangkapnya.

Purbararang segera meminta Uwak Batara membuang lutung tersebut ke hutan, tempat di mana Purbasari diasingkan. Dia menghendaki Purbasari tewas dimangsa Lutung yang dianggapnya sebagai hewan buas.

Namun, Lutung kasarung malah menjadi penjaga sekaligus menjadi sahabat dekat Purbasari. Dengan keberadaan di sisinya membuat kesedihan Purbasari perlahan hilang. Dia mendapatkan sahabat yang menghibur dan melindunginya.

Suatu hari, tanpa diketahui Purbasari, dia memohon agar dapat menyembuhkan penyakit Purbasari. Beberapa saat kemudian, doanya terkabul. Tanah di sekitarnya tiba-tiba berubah menjadi sebuah telaga kecil.

Air telaga yang mengalir berasal dari telaga kecil yang murni bersih dan dengan doa-doa dari para dewa. Dia segera menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. Tidak lama setelah berendam di telaga itu, seluruh bintik-bintik hitam di kulitnya langsung hilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali. Kulitnya kembali bersih, halus dan menjadi cantik seperti semula.

Sejak itu, Purbasari semakin senang dan sayang kepada lutung kasarung. Dia pun semakin betah tinggal bersamanya di hutan itu dan hewan-hewan lainnya. Di waktu yang bersamaan, Uwak Batara datang ke hutan itu untuk melihat keadaan Purbasari.

Betapa kagetnya dia, melihat perubahan pada fisik Purbasari. Dia pun kemudian mengajak sang Putri untuk kembali ke istana.

Kabar mengenai kembalinya Purbasari sampai ditelinga Purbararang. Dia tidak percaya dengan hal ini, kemudian dia mengajak tunangannya untuk melihat kebenaran berita tersebut. Dia terkejut melihat Purbasari telah kembali cantik dan rupawan. Terlebih, Purbasari terlihat semakin mempesona.

Setibanya di istana, mereka disambut gembira oleh seluruh keluarga kerajaan, kecuali Purbararang dan Raden Indrajaya, karena merasa posisinya terancam.

Dia berpikir mencari cara untuk kembali menyingkirkan adiknya tersebut, bahkan kali ini dia menawarkan syarat kepada Purbasari jika ingin kembali ke istana harus mengalahkannya soal rambut.

Singkat cerita, rambut Purbararang hanya sebetis kalah panjang dengan rambut Purbasari yang setumit. Purbararang tidak kuasa menahan malu mendapati kekalahannya. Namun, dia tidak kehabisan akal. Kemudian dia menantang kembali Purbasari untuk beradu ketampanan calon suami.

Perlombaan pun dimulai. Dengan bangga, Purbararang kembali masuk ke perlombaan sambil menggandeng tangan Raden Indrajaya, tunangannya. Purbasari hanya terdiam, dia tidak punya calon suami.

Purbasari hendak mengakui kekalahannya. Namun lutung kasarung menarik-narik tangannya dan menunjuk dirinya. Melihat itu, Purbararang tertawa meledek mendapati tunangan adiknya adalah seekor lutung.

Tiba-tiba, dia duduk bersila dengan mata terpejam. Mulutnya terlihat komat-kamit. Tiba-tiba asap tebal menyelimuti tubuhnya. Tidak butuh waktu yang lama, sosok lutung kasarung dengan wajah jelek,menghilang berganti menjadi sosok pangeran Guruminda yang tampan dan gagah.

Orang-orang yang berada di sana terkejut. Sebab ketampanan pangeran Guruminda melebihi ketampanan Raden Indrajaya tunangan dari Purbararang. Dengan demikian, Purbararang telah mengalami kekalahan dari tantangan yang dibuatnya sendiri.

Semoga cerita dongeng di atas bisa membawa pesan moral saat dibacakan pada Si Kecil ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Cerita Fabel Animasi: Beruang dan Lebah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Anak Sambung Bella Saphira yang Bikin Pangling dan Tuai Pujian

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Seru Anak Artis saat Libur Lebaran Bareng Keluarga

Parenting Nadhifa Fitrina

Tanggapan Marshanda saat Anak Putuskan Lepas Hijab: Aku Hormati Proses Sienna

Parenting Annisa Karnesyia

7 Cerita Dongeng Kerajaan Sebelum Tidur yang Kaya Pesan Moral

Parenting Asri Ediyati

Bunda Ini Bingung Hamil 7 Bulan tapi Tak Muncul Baby Bump, Kok Bisa?

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Anak Sambung Bella Saphira yang Bikin Pangling dan Tuai Pujian

Potret Seru Anak Artis saat Libur Lebaran Bareng Keluarga

Bunda Ini Bingung Hamil 7 Bulan tapi Tak Muncul Baby Bump, Kok Bisa?

7 Cerita Dongeng Kerajaan Sebelum Tidur yang Kaya Pesan Moral

Tanggapan Marshanda saat Anak Putuskan Lepas Hijab: Aku Hormati Proses Sienna

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK