sign up SIGN UP search


parenting

4 Manfaat Bacakan Dongeng untuk Anak, Bisa Terbawa Sampai Dewasa

Melly Febrida Rabu, 15 Jul 2020 13:51 WIB
A pre-teen girl wearing a hijab sits on a couch with her little sister on her lap and reads her a bedtime story. Her sister is engaged in the story. caption
Jakarta -

Bingung mau membeli buku dongeng apa yang cocok buat si kecil? Zaman sekarang itu pilihan buku anak-anak makin beragam, jadi Bunda bisa sesuaikan dengan kebutuhan. Apalagi anak belajar banyak hal dengan sering mendengarkan atau membaca dongeng.

Dongeng itu bermanfaat memberikan pelajaran kehidupan dengan berfantasi. Menurut psikolog anak Sally Goddard Blythe, direktur Institute for Neuro-Physiological Psychology dan penulis The Genius of Natural Childhood: Secrets of Thriving Children, dongeng di zaman sekarang juga masih banyak yang mengajarkan tentang kehidupan yang berarti kepada anak-anak.

Nah, apa saja yang bisa anak pelajari dengan membaca atau mendengarkan dongeng?


1. Anak belajar memahami perasaan

"Dongeng itu penting bukan karena bisa menunjukkan kepada anak-anak bagaimana kehidupan, tetapiĀ dongeng juga memperlihatkan perasaan takut dan mimpi di dalam kehidupan melalui berfantasi," kata Goddard Blythe, dikutip dari Telegraph.

Dongeng memang bukan dunia nyata dan anak-anak belum terbiasa dengan tokoh-tokohnya. Tapi, masalah yang diceritakan serta perasaan yang dihadapi dalam dongeng itu seperti yang ada di dalam kehidupan.

"Dongeng membuat anak memahami beberapa perasaan yang membingungkan dan sulit, yang mereka belum bisa ungkapkan," ujarnya.

Mom and son sitting on yellow sofa and reading bookIlustrasi bacakan dongeng/ Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios

2. Menunjukkan pentingnya kebaikan

Goddard Blythe mengatakan, sifat dongeng itu hitam-putih yang membantu anak-anak merasa nyaman dan membuat anak sempurna dalam mempelajari pelajaran hidup yang penting, seperti berperilaku dan dasar moralitas.

Apapun ceritanya, dongeng membantu anak-anak merasa aman dan nyaman dengan ceritanya. Kisah-kisah yang selalu membahagiakan ini meyakinkan kita bahwa pada akhirnya, semua akan baik-baik saja.

Pada saat yang sama, karakter 'baik' biasanya dihargai di akhir cerita. Cara ini memperkuat pentingnya bersikap baik, bijaksana, dan benar.

Misalnya saja, cerita pahlawan yang di tengah-tengah kisah mengalami kesulitan, atau kesulitan di sepanjang jalan, tapi anak-anak yakin pahlawan itu akan berhasil. Sebaliknya, ibu tiri yang jahat, penyihir, atau serigala yang umumnya membuat hidup semua orang sulit, juga memberikan pelajaran hidup yang penting.

"Belajar bahwa beberapa orang jahat di dunia belum tentu merupakan hal buruk bagi anak-anak," kata Goddard Blythe.

3. Pelajaran hidup tidak selalu mudah

Goddard Blythe mengatakan, dongeng memungkinkan anak-anak memahami bahwa hidup tak selalu mudah, dan segala sesuatunya bisa salah, serta orang-orang tidak selalu menyenangkan.

Anak-anak juga bisa mengambil pelajaran dari dongeng tentang pentingnya mengembangkan keterampilan hidup.

"Di The Ugly Duckling, misalnya, anak-anak mendengar tentang anak itik yang tidak sama dengan yang lain, dan bebek lainnya menggertak dan mem-bully. Mereka menyadari perasaan tidak pas ini, mereka memahaminya, berapa anak merasakan dalam segala situasi, apakah itu di hari pertama mereka di taman kanak-kanak atau sekolah, atau ketika mereka mencoba sesuatu yang mereka tidak yakin atau takuti. Jadi anak belajar berempati, belajar mengerti bahwa penting untuk bersikap baik," tutur Goddard.

Ia menambahkan, saat anak itik berubah jadi angsa yang indah, ini mengajarkan anak agar tidak menilai orang atau sesuatu dari luar, dan bagaimana orang bisa berubah dan berevolusi dalam kehidupan.

4. Pesan yang diingat sampai dewasa

Ketika seseorang tumbuh dewasa, Goddard Blythe mengatakan, dongeng akan tetap bersamanya. "Sebagai orang dewasa, dongeng menghibur kami karena merasa dekat."

Dongeng mengingatkan kita tentang masa kecil kita, sebelum kita memiliki tanggung jawab dan semua ketidakpastian dan rasa tidak aman dalam hidup orang dewasa. Dan masing-masing memberi pesan positif. Kisah-kisah yang bahagia selamanya meyakinkan kita bahwa entah bagaimana, dengan cara tertentu, pada akhirnya semua akan baik-baik saja.

Tentang membaca dongeng, dikatakan pendongeng sekaligus pemerhati anak, Awam Prakoso, mendongeng jadi salah satu metode yang bisa digunakan agar anak tertarik membaca buku. Menurutnya, dongeng yang baik justru bagaimana seorang pencerita mengambil referensi dari buku cerita, dari pengetahuan yang didapat dari buku.

"Kalau dia (pendongeng) tidak mencari referensi dari buku, dia cuma punya keuntungan satu, yaitu ceritanya, pesan baiknya diserap oleh anak. Kalau dia mengambil referensi dari buku, maka dua keuntungan yang dia peroleh, anak menerima pesan, kedua anak tergerak hatinya untuk mencintai buku," ungkap Awam.

Bunda, simak juga yuk cara unik tumbuhkan minat baca anak, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi