Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Sering Muntah Setelah Makan Stroberi, Anak Ini Ternyata Mengidap Tumor Otak

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 16 Mar 2026 14:15 WIB

Sering Muntah Setelah Makan Stroberi, Anak Ini Ternyata Mengidap Tumor Otak
Ilustrasi Anak Mengidap Tumor Otak/Foto: Getty Images/kdshutterman
Jakarta -

Kalau Bunda melihat Si Kecil tiba-tiba sering muntah setelah makan sesuatu, sebaiknya jangan dianggap sepele, ya. Reaksi yang tampak biasa ini bisa jadi tanda kondisi yang lebih serius.

Seperti yang dialami oleh seorang bocah bernama Taliyah yang sering muntah dua kali seminggu setiap kali makan stroberi. Sang Bunda, Sophie Whitworth, akhirnya membawanya ke dokter umum untuk mencari tahu penyebabnya.

Awalnya, kondisi Taliyah dianggap sebagai kemungkinan alergi makanan biasa. Namun, muntah yang terus terjadi membuat orang tuanya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hingga beberapa bulan kemudian, Taliyah akhirnya didiagnosis menderita tumor otak yang menyebabkan perubahan drastis pada kesehatannya sekaligus perilakunya.

Awal mula Taliyah didiagnosis tumor otak

Sebelumnya, Taliyah sangat menyukai stroberi dan hampir setiap malam menghabiskan sekotak buah itu. Awalnya, sang Bunda mengira putrinya muntah hanya karena terlalu banyak makan stroberi.

Rupanya tidak hanya muntah saja, Taliyah juga mulai mengeluh sakit kepala hebat. Ia menjadi mudah marah dan kesulitan menjaga keseimbangan tubuhnya.

Sophie menceritakan bahwa ia membawa Taliyah ke dokter umum berkali-kali selama enam bulan. Namun, dokter mengatakan bahwa itu mungkin hanya sekadar 'virus'.

"Ketika kondisinya semakin memburuk, saya membawanya ke rumah sakit," katanya, dikutip dari The Irish Sun.

Ia menambahkan bahwa dokter meminta Taliyah berjalan lurus untuk memeriksa keseimbangan tubuhnya. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada gangguan yang terlihat.

"Mereka menyuruhnya berjalan lurus, tapi dia kesulitan dan matanya juling. Namun, mereka tetap bersikeras tidak ada yang salah," ujarnya.

Hingga pada suatu hari, pihak sekolah menelepon Sophie dan mengatakan bahwa Taliyah tertidur dan sulit dibangunkan. Sang Bunda pun merasa sangat panik dan langsung membawanya ke rumah sakit.

"Suatu hari pihak sekolah menelepon dan mengatakan dia tertidur dan tidak bangun dengan benar," katanya.

"Saat itulah saya segera membawanya ke rumah sakit dan meminta pemeriksaan USG," lanjutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, para dokter akhirnya menemukan tumor otak atau medulloblastoma seukuran bola tenis di bagian belakang kepala Taliyah.

Dikutip dari The Irish Sun, medulloblastoma adalah salah satu jenis tumor otak yang paling sering terjadi pada anak-anak. Mendengar hasil diagnosis sang putri, Sophie pun merasa sangat terpukul dan bingung.

"Saya tahu mereka akan menemukan sesuatu. Aku langsung menangis karena itu sangat mengejutkan. Aku tidak bisa menenangkan diri selama satu menit penuh," ujarnya.

"Saya melihat hasil pemindaiannya dan tumornya sangat besar," sambungnya.

Perjuangan Taliyah melawan tumor otak

Taliyah kemudian dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit lain untuk menjalani operasi. Setelah itu ia harus menjalani operasi selama 14 jam untuk mengangkat tumor tersebut.

"Setelah operasi, saat itulah saya selalu mengatakan bahwa saya kehilangan putri kecil saya karena dia tidak kembali seperti semula," kata Sophie.

Taliyah yang kini berusia 12 tahun sudah menjalani 30 kali radioterapi serta sembilan bulan kemoterapi pada tahun 2018. Proses pengobatan ini membuat keluarganya sangat berharap ia bisa sembuh total.

Hingga awal Mei 2025, sang Bunda menerima kabar buruk bahwa kanker Taliyah telah kambuh dan tidak dapat diobati lagi. Tak hanya itu, ia juga mengalami gangguan pada sarafnya.

"Dia mengidap cerebral palsy dan bell's palsy, serta memiliki masalah ginjal dan masalah pendengaran," kata Sophie.

Melihat kondisi Taliyah yang semakin memburuk, dokter memastikan bahwa tumor tersebut telah menyebar, sehingga tidak lagi dapat dioperasi. Mereka pun menawarkan kemoterapi dengan dosis rendah untuk memperpanjang hidupnya, tetapi tidak untuk menyembuhkan penyakitnya.

Namun, Sophie kini menolak perawatan rumah sakit lebih lanjut untuk putrinya, Taliyah.

"Saya tidak ingin dia menjalani kemoterapi lagi. Dia (Taliyah) sudah kesulitan. Saya ingin dia tetap di rumah, di tempat yang nyaman baginya. Ini adalah upaya terakhir saya," pungkasnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda