PARENTING
Dilema Orang Tua, Anak Batuk Pilek Sebaiknya Tetap Sekolah atau Istirahat di Rumah?
Indah Ramadhani | HaiBunda
Senin, 06 Apr 2026 15:00 WIBSaat anak mengalami batuk pilek, gejalanya terkadang timbul begitu ringan dan masih memungkinkan untuk anak pergi ke sekolah. Tapi di satu sisi, Bunda juga khawatir anak dapat menularkan penyakit kepada teman atau guru di kelasnya.
Sebenarnya, ada banyak hal yang membuat orang tua merasa dilema. Mulai dari daya tahan tubuh anak yang berbeda-beda, usia kanak-kanak yang masih rentan sakit, hingga khawatir ketinggalan pelajaran dan absensi di sekolah.
Meski begitu, tidak sedikit orang tua yang lebih memilih agar anak tetap di rumah karena khawatir akan risikonya. Anak pun masih dapat mengikuti pelajaran dari rumah, mengerjakan PR, serta memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat hingga pulih.
Jika terpaksa harus masuk sekolah, misalnya karena ada ujian atau tes, anak yang sedang batuk pilek tetap perlu menjaga protokol kesehatan, Bunda. Di antaranya, rutin mencuci tangan, memakai masker, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta menjaga jarak.
Anjuran menurut dokter anak saat anak batuk pilek
Kebimbangan orang tua turut diakui oleh dokter anak sekaligus ketua American Academy of Pediatrics California, Dr. Eric Ball. Menurutnya, peralihan situasi dari masa pandemi COVID-19 ke sekarang membuat orang tua ragu dalam mengambil keputusan, Bunda.
Selama pandemi, anak yang memiliki gejala batuk pilek ringan pun dianjurkan untuk tetap berada di rumah. Sementara sekarang, anjuran tersebut bahkan sudah mulai melonggar. Oleh karena itu, ia mewajarkan jika banyak orang tua yang merasa was-was dan bimbang.
Dr. Ball menjelaskan bahwa setidaknya anak-anak, terutama yang masih kecil, akan mengalami 8 sampai 12 kali sakit dalam setahun. Kondisi ini semakin diperparah saat musim hujan atau dingin, sehingga anak mau tak mau harus memulihkan diri di rumah.
Nah, jika setiap kali sakit anak harus di rumah, mereka bisa jadi lebih sering absen dan ketinggalan pelajaran. Maka dari itu, penting bagi anak untuk menjaga kesehatan di lingkungan sekolah agar mereka mampu mengikuti pelajaran dengan baik.
Umumnya dokter anak akan menyarankan dan mengizinkan anak batuk pilek untuk masuk sekolah jika tidak disertai gejala berat, seperti demam, muntah, dan diare. Namun, jika gejalanya memburuk, sebaiknya anak tetap beristirahat di rumah, Bunda.
Satu hal yang perlu diketahui oleh Bunda, saat gejalanya mulai muncul, kemungkinan besar anak sudah menularkan virus sejak beberapa hari lalu melalui droplet atau alat makan. Karenanya, menahan anak di rumah hanya untuk mencegah penularan belum sepenuhnya efektif.
Dalam situasi seperti ini, orang tua perlu mempertimbangkan kondisi anak secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan. Untuk membantu memahami cara mendampingi anak saat sakit maupun dalam keseharian, klik di sini.
Pro kontra absensi sekolah saat anak sakit
Anjuran masuk sekolah di saat anak batuk pilek ternyata menimbulkan perdebatan di kalangan orang tua, Bunda. Profesor dari Universitas Stanford, Thomas Dee, menilai bahwa anjuran tersebut dapat menjadi boomerang bila tidak dipahami dengan baik.
Dee juga menyebutkan bahwa orang tua belajar dari masa pandemi. Orang tua melihat bahwa anak tetap mampu mengikuti pelajaran dari rumah (PJJ) sehingga sebagian besar merasa izin sakit selama satu atau dua hari bukanlah masalah yang besar.
Namun, tak sedikit pula orang tua yang menerima peringatan dari sekolah karena anaknya dianggap terlalu sering absen. Hal ini membuat orang tua merasa terbebani dan dilema antara mengikuti aturan sekolah atau menjaga kesehatan anak.
Guru pun memvalidasi banyaknya anak-anak yang datang ke sekolah dalam kondisi kurang sehat, seperti pilek berat atau flu. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran, baik bagi guru maupun siswa lain yang berada di dalam kelas.
Meski begitu, sebagian orang tua menganggap pengalaman selama pandemi membuat mereka lebih berhati-hati. Mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan, sehingga mengirim anak ke sekolah saat sakit dianggap berisiko bagi berbagai pihak.
Menerapkan etika batuk untuk meminimalisir penularan
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika kondisi anak masih memungkinkan untuk pergi ke sekolah, maka tidak ada salahnya untuk beraktivitas seperti biasa. Terpenting, orang tua perlu memastikan anak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
Salah satu protokol kesehatan yang sederhana adalah etika batuk. Bunda perlu mengajarkan kebiasaan ini sehingga anak mampu menerapkannya di sekolah, rumah, maupun tempat umum lainnya, agar membantu meminimalisir risiko penularan penyakit.
Ini penting untuk dilakukan karena percikan batuk atau pilek mengandung virus yang mampu menginfeksi saluran pernapasan. Apabila percikan (droplet) tersebar dan terhirup oleh orang lain, maka virus tersebut akan menyebabkan infeksi pada orang tersebut.
Berikut adalah etika batuk yang benar mengutip dari laman resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia):
- Tutup mulut dan hidung: Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan lengan tangan, lengan baju, sapu tangan, atau jika memungkinkan dengan tissue.
- Jaga kebersihan: Buanglah tissue di tempat sampah, jangan ke sembarang tempat. Jika menggunakan sapu tangan, rutin bersihkan sapu tangan dengan air hangat dan sabun.
- Cuci tangan: Setelah menutup batuk atau bersin dengan telapak tangan, cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau hand sanitizer.
Demikian penjelasan mengenai boleh atau tidaknya anak batuk pilek pergi ke sekolah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Bunda dalam mengambil keputusan yang tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Ketahui Penyebab dan Gejala Batuk Terus-Menerus pada Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bolehkah Anak Sakit Batuk Pilek Diimunisasi? Simak Kata IDAI
9 Resep Masakan Ampuh Redakan Batuk Pilek Anak, Enak dan Praktis
Cara Aman Redakan Batuk Pilek pada Bayi Tanpa Obat
Anak Batuk Boleh Makan Es Krim? Simak Penjelasan Ahli
TERPOPULER
Ciri Perempuan Dewasa Secara Emosional Menurut Psikologi, Tidak Hanya Terlihat Kalem
11 Kebiasaan Suami di Rumah yang Diam-diam Tanda Tidak Bahagia, Bunda Perlu Tahu
Curi Perhatian, 5 Potret Kalu Anak Selebgram Abel Cantika Nonton Konser Band Rock Bareng Ayah
7 Ciri Kepribadian Orang yang Terbiasa Tidur Lebih Awal Setiap Malam
Mengenal Prosedur Sperm Freezing: Syarat, Cara, hingga Biayanya
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Sterilizer Botol Bayi Terbaik, Ada yang Low Watt
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Panci Kukus Terbaik dari Ukuran Kecil Hingga Besar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bumbu Tongseng Instan yang Enak & Terbaik untuk Masak Daging Kambing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eyeshadow Palette yang Bagus untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Panci Presto Terbaik untuk Memasak Beragam Makanan Cepat & Mudah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Perempuan Dewasa Secara Emosional Menurut Psikologi, Tidak Hanya Terlihat Kalem
Curi Perhatian, 5 Potret Kalu Anak Selebgram Abel Cantika Nonton Konser Band Rock Bareng Ayah
11 Kebiasaan Suami di Rumah yang Diam-diam Tanda Tidak Bahagia, Bunda Perlu Tahu
Mengenal Prosedur Sperm Freezing: Syarat, Cara, hingga Biayanya
Ciri Kepribadian Anak Zodiak Taurus, Bertanggung Jawab dan Dapat Diandalkan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Story: Pemerintah RI Fokus Persiapkan Fasilitas Terbaik untuk Jamaah Haji
-
Beautynesia
5 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Orang Jepang, Jadi Rahasia Panjang Umur!
-
Female Daily
Kolaborasi Calvin Klein Jung Kook “CKJK” Akhirnya Tiba! Langsung Sold Out?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
7 Gaya 'Lady Boss' Raline Shah di Cannes Festival, Elegan dengan Power Suit
-
Mommies Daily
7 Cara Mengatasi Kulit Wajah Kering di Usia 40 agar Tetap Awet Muda