sign up SIGN UP search


parenting

Cara Aman Redakan Batuk Pilek pada Bayi Tanpa Obat

Muhayati Faridatun Kamis, 16 Jan 2020 14:46 WIB
Bayi batuk pilek enggak boleh sembarangan diberi obat lho, Bunda. Apalagi kalau bayi baru lahir. Simak yuk, cara mengatasi batuk pilek pada bayi tanpa obat. caption
Jakarta - Bayi Bunda batuk pilek? Pasti bingung ya bagaimana menanganinya, apalagi kalau bayi baru lahir. Boleh enggak sih bayi minum obat untuk menyembuhkan batuk pilek? Yuk, simak penjelasannya.

Saat memasuki musim hujan, penyakit seperti batuk dan pilek memang sangat mudah menyebar. Kalau punya bayi dan orang di sekitar kena batuk pilek, pasti Bunda cemas si kecil akan tertular.


Dikutip dari Healthline, setiap bayi dilahirkan dengan imunitas atau kekebalan terhadap berbagai penyakit. Meski begitu, bayi butuh waktu untuk mematangkan sistem imunitas dalam tubuhnya.


Tahukah, Bunda, ada lebih dari 200 tipe virus yang bisa menyebabkan batuk pilek. Tapi enggak perlu khawatir, sebagian besar pilek yang menyerang bayi justru akan membantu meningkatkan kekebalan mereka.

Tapi memang tak dimungkiri, orang tua pasti cemas kalau bayi batuk pilek untuk pertama kalinya. Faktanya, bayi bisa terserang batuk pilek di usia berapa pun. Sebagian besar bayi mengalami batuk pilek setidaknya tujuh kali sebelum usianya genap satu tahun.

"Pilek pada bayi baru lahir tidak berbahaya, tapi bisa dengan cepat meningkat jadi kondisi seperti pneumonia. Pada dasarnya, saat bayi di bawah 2 atau 3 bulan sakit apapun, harus dibawa ke dokter, terutama jika bayi demam," demikian penjelasan yang dikutip dari ulasan berjudul What You Should Know About Colds in Newborn Babies di Healthline.

Ilustrasi bayi batuk pilekIlustrasi bayi batuk pilek/ Foto: istock
Jangan diberi sembarang obat

Bayi baru lahir yang mengalami batuk pilek harus dirawat dengan cermat. Melansir dari Medical News Today, tubuh bayi sebenarnya sedang belajar melindungi dirinya sendiri, tapi perlu bantuan terbaik dari orang dewasa, dalam hal ini orang tua.

Perawatan yang lembut akan memberi kenyamanan pada bayi yang terkena batuk pilek. Bunda perlu ingat, obat batuk pilek yang dijual bebas tidak dianjurkan untuk bayi. Obat itu tidak akan berfungsi dan malah bisa menimbulkan efek samping yang serius.

Dokter pun kadang merekomendasikan beberapa pengobatan rumah untuk mengatasi batuk pilek pada bayi. Atau biasanya menyarankan pemberian obat tetes hidung untuk meredakan hidung tersumbat.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memberikan obat penurun panas. Dan sebenarnya, diperlukan waktu hingga dua minggu untuk meredakan batuk pilek pada bayi. Berikut solusi aman untuk mengatasi bayi batuk pilek:

1. Hidrasi. Bayi harus terhidrasi dengan baik saat melawan batuk pilek. Lendir dan demam bisa menghilangkan cairan dan elektrolit vital. Jadi, pastikan bayi mendapat cukup ASI.

2. Bersihkan saluran hidung. Bunda bisa membersihkan hidung bayi dengan pipet karet agar membantu bayi bernapas lebih mudah.

3. Jaga kelembapan. Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan area di sekitar bayi. Ini bisa mencegah hidung bayi tersumbat dan melancarkan napas bayi.


4. Uap. Cara lain untuk mengatasi lendir adalah dengan uap air panas selama 10 sampai 15 menit. Bunda bisa melakukannya di kamar, caranya cukup tuang air panas ke dalam wadah agak besar seperti baskom, tapi hati-hati jangan terlalu dekat dengan bayi. Biarkan kamar tertutup agar uapnya dihirup oleh si kecil.

5. Istirahat. Bayi yang sedang batuk pilek sebaiknya cukup istirahat karena biasanya, jam tidurnya terganggu karena tidak nyaman. Hindari juga membawa bayi ke tempat-tempat umum ya, Bunda.

Kalau gejala batuk pilek memburuk, sebaiknya Bunda periksakan si kecil ke dokter. Konsultasikan juga jika ingin menggunakan obat rumahan atau bahan alami. Semoga lekas sembuh.

Bunda, simak juga efek samping vaksin selain demam, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi