HaiBunda

PARENTING

Serba-serbi Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April 2026

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 02 Apr 2026 07:40 WIB
Serba-serbi Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April 2026/Foto: Getty Images/kate_sept2004
Jakarta -

Setiap tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Momen ini menjadi pengingat bahwa anak-anak dengan autisme tetap membutuhkan perhatian dan dukungan, Bunda.

Tahun 2026 menandai peringatan ke-19 Hari Peduli Autisme Sedunia yang sudah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bulan April yang juga dikenal sebagai Bulan Autisme Sedunia dirayakan untuk meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat tentang autisme.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Hari Peduli Autisme Sedunia menjadi momen penting untuk lebih memahami, menghargai, dan menerima setiap individu dengan autisme.


Lewat peringatan ini, Bunda juga bisa mengajarkan kepada anak untuk lebih peduli dan empati. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Tema Hari Peduli Autisme Sedunia 2026

Setiap tahunnya, Hari Peduli Autisme Sedunia memiliki tema yang berbeda, Bunda. Dikutip dari laman United Nations, Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 mengusung tema "Autism and Humanity - Every Life Has Value" yang artinya Autisme dan Kemanusiaan - Setiap Kehidupan Bernilai.

Di tengah banyak informasi yang keliru tentang autisme, peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 mengajak kita untuk lebih peduli dan bertindak. Tahun ini, tema yang diusung berlandaskan prinsip hak asasi manusia, Bunda.

Sejarah Hari Peduli Autisme Sedunia

Dilansir dari laman detikcom, autisme merupakan gangguan perkembangan yang memengaruhi perilaku dan cara seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Gangguan ini juga membuat perilaku menjadi terbatas dan berulang.

Kata 'autisme' sendiri pertama kali diperkenalkan oleh psikiater asal Swiss, Eugen Bleuler, pada tahun 1911. Ia menggunakannya untuk menggambarkan sekelompok gejala dan perilaku tertentu yang sebelumnya dianggap sebagai bagian dari skizofrenia.

Di tahun 1943, seorang psikiater asal Austria, Dr. Leo Kanner, menulis artikel berjudul Autistic Disturbances of Affective Contact yang menjelaskan tentang autisme sebagai gangguan sosial dan emosional pada anak.

Lalu setahun kemudian, seorang dokter anak sekaligus psikiater asal Austria, Hans Asperger, juga menulis tentang autisme pada anak-anak yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.

Menilik dari Kemenkes RI, Hari Peduli Autisme Sedunia pertama kali diusulkan dan kemudian disahkan oleh PBB pada 1 November 2007, lalu secara resmi ditetapkan pada 18 Desember 2007.

Cara memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia 2026

Terdapat banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Peduli Autisme Sedunia, Bunda. Berikut penjelasan lengkapnya seperti dikutip dari laman Awareness Days dan detikcom:

1. Belajar tentang autisme

Pertama, Bunda bisa mengajak anak membaca buku atau menonton film tentang kehidupan anak-anak dengan autisme. Dengan cara ini, anak bisa lebih memahami perasaan, pengalaman, serta tantangan yang mereka alami dalam keseharian.

2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial

Selanjutnya, Bunda bisa mengajak anak mengikuti kegiatan sosial seperti penggalangan dana. Dari sini, mereka belajar bahwa setiap anak memiliki cara belajar atau berkomunikasi yang berbeda, tapi semua tetap memiliki hak yang sama.

3. Memberikan dukungan

Sebagai orang tua, Bunda bisa mengajarkan anak tentang cara memberikan dukungan moral kepada teman atau saudara dengan autisme melalui berbagai cara. Lewat langkah ini, anak pun belajar empati, kepedulian, dan perhatian terhadap orang lain.

Itulah serba-serbi tentang peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia yang jatuh pada 2 April 2026. Semoga informasinya bisa bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April: Sejarah, Tema, dan Cara Merayakannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Anggun Pulang Kampung, Ajak Suami Bule Kumpul Lebaran Bareng Keluarga Besar

Mom's Life Annisa Karnesyia

Imbauan Terbaru Menaker: Karyawan Swasta hingga BUMN WFH 1 Kali Seminggu

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bongkar Beragam Mitos Tentang Kehamilan dan Risiko Autisme, Ketahui Faktanya Bun

Kehamilan Indah Ramadhani

7 Tanda Orang Cerdas yang Terlihat dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Benarkah Menyusui Eksklusif Bantu Cegah Autisme pada Bayi? Simak Penjelasannya

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anggun Pulang Kampung, Ajak Suami Bule Kumpul Lebaran Bareng Keluarga Besar

Imbauan Terbaru Menaker: Karyawan Swasta hingga BUMN WFH 1 Kali Seminggu

Benarkah Syawal adalah Bulan Baik untuk Menikah?

Benarkah Menyusui Eksklusif Bantu Cegah Autisme pada Bayi? Simak Penjelasannya

Bongkar Beragam Mitos Tentang Kehamilan dan Risiko Autisme, Ketahui Faktanya Bun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK